
Willy turun ke lantai bawah bersama sang istri yang masih memasang wajah marah.
Keduanya sampai di ruang tamu dimana beberapa orang telah menunggu mereka datang.
Di ruangan tersebut sudah ada Daddy Roland dengan wajah serius dan memendam kemarahan.
Disampingnya sudah ada sang istri yang nampak cemas.
Di depan kedua orang tua Willy sudah duduk seorang laki-laki paruh baya dan seorang pemuda yang Willy yakini dari pihak floris.
Mereka berdua nampak khawatir dan ketakutan.
"Kemarilah El sayang...duduk samping mommy mu.." kata Daddy roland pada Elmira.
Ke enam orang sudah berada di ruangan tersebut.
"Mohon maaf untuk bapak dan mas dari Floris, perkenalkan saya pemilik rumah ini.
Nama saya Roland, dan ini istri saya Ararinda..."ucap Daddy Roland namun tiba tiba Willy menyela.
"langsung saja Dad..jangan bertele-tele..masa depan rumah tangga anak mu ini sedang dipertaruhkan!!"sela Willy
"Diam !!!! Apa Daddy pernah mengajarimu menyela saat Daddy sedang berbicara???"kata Daddy Marah
Willy terdiam mendengar kemarahan Daddynya.Sedangkan
__ADS_1
Pihak floris semakin ketakutan mendengar perdebatan ayah dan anak tersebut.
"Maaf, saya lanjutkan.
sebelah istri saya ini adalah menantu kami, namanya Elmira. Dan lelaki yang tidak punya sopan santun barusan adalah anak kami William. Kami biasa memanggilnya Willy. Dan seperti yang sudah saya sampaikan di telp tadi, Kebetulan Store anda mengirim sebuah rangkaian bunga yang sangat indah ke rumah kami. Bunga yang sangat indah namun terselip sebuah kartu dengan guratan tulisan yang sangat mengejutkan. Kami harap kalian berdua menjelaskan, apakah benar bunga tersebut pesanan anak gila kami untuk wanita entah siapa, atau bunga tersebut adalah bunga yang memang ditujukan untuk merusak hubungan keluarga anak saya oleh oknum yang tidak menyukai keluarga kami..atau...bagaimana cerita sebenarnya, tolong jelaskan kepada kami semua..."ucap Daddy Roland dengan cukup tenang.
Willy menatap tajam kedua lelaki dari pihak floris.
Sehingga membuat kedua lelaki itu sempat ketakutan.
"Hm...selamat malam Tuan Roland dan nyonya, Tuan William dan nyonya..sebelum kami berdua menjelaskan, ijinkan kami memperkenalkan diri..kami berdua dari Floris, saya Jonson dan sebelah saya ini Rocky. Kebetulan saya adalah pemilik dan Rocky adalah kurir yang mengantar bunga tersebut ke rumah Tuan tadi..
Sebelumnya..saya secara pribadi dan mewakili pekerja saya meminta maaf atas ketidak nyamanan dan atas situasi ini.
Ketika sekretaris Tuan menghubungi saya tadi, saya sempat terkejut, dan dengan cepat saya mengkonfirmasi ke bawahan saya yang menerima pesanan secara online.
Dan..yang memesan adalah costomer yang juga berada di blok yang sama dengan alamat Tuan ini.
Kurir kami mengantar ke alamat yang salah, yang tadinya B9 di antar ke B19. Kediaman Tuan ini...
Kami telah mengkonfirmasi kepada pemesan nya juga sehingga memang ini murni kesalahan dari kami...kami memohon maaf untuk keteledoran yang kami lakukan...kiranya Tuan mau memaafkan kami..."jelas sang pemilik Floris.
Tanpa berkomentar, Willy langsung berdiri dan melayangkan bogem nya ke arah perut sang pemilik Floris.
bug..
__ADS_1
"Sialan!!!"umpat Willy
"Will!!! jaga sikapmu!! "perintah sang Daddy.
Sedangkan mommy dan Elmira nampak terkejut dengan ulah Willy.
"Untung hari ini Daddy ku mencegahku...kalau tidak sudah ku obrak abrik tokomu...Aku tak peduli kau pemilik dan kau kurir..yang jelas, karena kalian aku hampir kehilangan istriku!!"
"saya minta maaf tuan...sungguh saya tidak sengaja...saya sungguh minta maaf..."kata Rocky memohon ampun sambil menelangkupkan kedua tangannya.
"Saya rasa ini cukup...terima kasih atas penjelasan dari bapak berdua..ke depannya saya harap hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi..karena tentu bisa merugikan semua pihak..anda berdua bisa pulang.."kata Daddy Roland.
Beliau tak mau Willy semakin membabi buta memukuli kurir yang berujung penganiayaan.
Sepeninggal Kurir dan pemilik Floris pergi, Daddy menyuruh Elmira masuk kamar, Daddy meminta Elmira menunggu Suaminya di kamar mereka, dan tidak tidur di kamar El karena malam ini El menginap bersama Fariz dan Almira.
sepeninggal Elmira ke kamar, tinggalah Daddy Roland, mommy Ararinda dan William yang berada di ruang tamu.
"Kenapa Daddy menyuruhku tetap disinu?aku harus bicara dengan istriku.."
"duduk dan dengarkan daddy dulu!!"
"Hm.."
"Daddy dan mommy minta maaf sudah sempat meragukanmu,,kami begini tentu tidak tanpa alasan...dan Daddy harap sikap aroganmu yang langsung pukul itu kau hilangkan..daddy tidak mau tiba-tiba kau masuk penjara karena kebodohanmu itu!Kau paham Wil??"
__ADS_1
"ya."