
Dengan cepat Clara mengambil sebuah pot kristal yang berada di sudut meja dekat tempatnya berdiri.
Dengan sekuat tenaga ia mengangkat benda tersebut kemudian ia hendak memukulkan benda tersebut ke arah Elmira.
Para wartawan yang melihat ke arah Clara segera berteriak namun apa daya kebetulan mereka berada agak jauh dari podium
"Awaaas....."
Willy yang sigap langsung menoleh dan menarik Elmira dalam pelukannya dengan cepat.
Hingga pada akhirnya benda tersebut mengenai punggung dan kepala Willy.
"Wil....."teriak Elmira ketika melihat sang kekasih menahan sakit dan mengeluarkan darah.
"Toloooong...."
Clara panik dan beberapa orang telah berhasil menangkapnya.
Sedangkan yang lainnya segera membawa Willy ke rumah sakit.
Dalam perjalanan ke rumah sakit Willy sudah tak sadarkan diri, sedangkan Elmira menangis tiada henti.
"Wil...bangun....bangun Wil...bertahanlah Wil."hanya kata itu yang terus di ucapkan Elmira ditengah tangisnya.
Begitu sampai di rumah sakit terdekat, Willy segara di bawa masuk ke ruang IGD dan segera mendapatkan penanganan cepat dari dokter, hanya saja menurut Dokter, keadaan Willy cukup serius dan harus segera dilakukan tindakan operasi untuk menghentikan pendarahan yang kini di alami oleh Willy karena ulah gila Clara tadi.
"Bagaimana El?"tanya Daddy Roland yang baru saja sampai.
__ADS_1
"Daddy ditelp oleh mananger hotel tempat kalian konferensi pers..Daddy langsung datang kesini...bagaimana bisa terjadi? apa disana tidak ada pihak keamanan?"tanya Daddy
"Daddd......maaafkan aku Dad ..ini semua gara-gara aku...karena melindungiku Willy jadi seperti ini Dad...El minta maaf Dad...."ucap Elmira.
"Tenanglah...semoga Willy segera sadar...kita berdoa saja semoga Willy baik-baik saja.."
jam berputar terasa lambat,,
Dokter belum juga keluar dari ruang operasi.
Daddy dan Elmira semakin cemas.
"Dad..."panggil Nathan yang baru saja sampai.
"Kau kesini nak...kenapa kau tidak menjaga Daniar saja di rumah..?"
"Dokter masih di dalam..operasi masih berlangsung."
"Dad...sebentar lagi Fariz akan sampai..dari sini nanti aku dan Fariz yang akan ke kantor polisi, biar aku dan Fariz yang akan mempolisikan Clara..."ucap Nathan
"Terima kasih...Willy sangat beruntung punya sahabat yang sangat baik seperti kalian.."
ucap Daddy Roland.
Tak lama Dokter keluar dari ruang operasi,
"Bagaimana anak saya Dokter? Dia baik-baik saja bukan?"tanya Daddy Roland
"kondisi Tuan William sudah keluar dari masa kritisnya, pendarahannya sudah berhenti, hanya beliau belum sadarkan diri."ucap sang Dokter
__ADS_1
"ku mohon ...lakukan yang terbaik untuk anak saya Dok..."pinta Daddy Willy
"Tentu tuan Roland.."
"Terima kasih Dok..."
"..untuk sementara tuan William biarkan dalam ruang Icu dulu hingga beliau tersadar. Kami akan terus mengupdate keadaannya ke Tuan Roland."
"Baik dok.."
"Saya mohon jika ingin melihat keadaan tuan Willy, mohon masuk satu persatu saja, namun alangkah lebih baiknya membiarkan tuan Willy istirahat dan ajak berkomunikasi sehingga dapat menstimulasi kesadaran Tuan William.."
"Baik..terima kasih banyak Dokter.."
"Sama-sama...saya permisi dulu..."ucap Dokter
Daddy Roland masuk ke ruang perawatan Willy..
Tak lama ia keluar dengan menangis, padahal selama ini ia tak pernah menunjukan kesedihan.
Kini giliran Elmira masuk ruangan Willy.
"Bangunlah sayang....kumohon....
Apa kau juga akan pergi seperti Amri...
Apa kau tega...
Apa kau tak kasian ada ku dan Elrumi..?" ucap Elmira sambil menangis.
__ADS_1