
"Selamat datang sayang..."ucap mommy Ararinda menyambut Elmira.
"Terima kasih mom..."kata Elmira sambil memeluk mommy.
"Kau pasti lelah...istirahatlah di kamar kalian.."
"Dimana El mom?"
"El baru saja di ajak Almira dan Fariz keluar. Sepertinya mereka jalan-jalan."
"Owh.."
"Kau pasti merindukan El ya...istirahatlah dulu..nanti begitu El sampai biar mom antar menemuimu.."
Tiba-tiba pelayan menghampiri mommy Ararinda yang masih berbicara dengan Elmira.
"Permisi nyonya..ini ditaruh dimana?"
tanya seorang pelayan sambil membawa bunga mawar.
"Dari siapa itu?"tanya Mommy Ararinda
"Tidak tau nyonya..penjaga rumah memberikannya pada saya, katanya seorang kurir bunga mengantarkannya untuk tuan muda. Dia bilang bunga pesanan tuan muda .."terang pelayan rumah
"Taruh meja situ..."
Pelayan menaruhnya di atas meja di sudut ruangan.
Elmira mendekat ke meja tempat bunga itu diletakan oleh pelayan.
Dibacanya kartu ucapan yang ada di sela-sela bunga.
"Willy romantis juga ya El..."ucap Mommy Ararinda sembari melihat Elmira membaca kartu ucapan yang terselip di bunga tersebut.
"Tidak mom...sepertinya dia tidak memberikannya untuk ku...."
ucap Elmira sambil meneteskan air mata.
__ADS_1
"maksudmu?"tanya Mommy heran
"Aku ke kamar ku dulu mom...permisi..."ucap Elmira lesu
Mommy ararinda mendekat ke arah meja tempat bunga diletakkan.
Ia heran maksud menantu nya.
Di bacanya kartu ucapan yang telah di buka sang menantu.
Dear nyonya W..
Aku mencintaimu..
Terima kasih telah memberiku puteri kecil yang cantik dan menggemaskan..
Aku sangat bahagia karena itu..
Maaf aku belum bisa menemuimu sekarang
Pekerjaan ku masih banyak dan kau tau nenek sihir disini belum bisa ku jinakkan..
Begitu aku bisa pulang aku akan segera menemui mu dan anak kita..
Aku rindu aroma tubuhmu..
Tunggu aku pulang ya...
dari
lelakimu..
W
Wajah mommy Ararinda merah membaca kartu ucapan tersebut.
Ia sangat marah dan ingin sekali mencincang anak sambung nya karena sepertinya anak William sangat mengecewakannya.
"Daaddyyyyyy...........!!!!!!"teriak mommy Ararinda.
__ADS_1
Daddy Roland yang berada di taman belakang terkejut dan berlari menghampiri sang istri, di ikuti Willy yang juga ikut menghampiri sang mommy.
beberapa pelayan mendekati mommy Ararinda namun mommy meminta mereka pergi.
"Kau kenapa sayang?"tanya Daddy Roland
"Baca..baca..!!!ini baca! Kau baca sendiri dan kau lihat sendiri ulah anak kurang ajar ini...!!"ucap mommy sambil menjewer telinga Willy.
"Aa ...aduh mom...mommy kenapa..sakit mooom" kata Willy menahan sakit dibagian telinga karena ulah sang mommy
"Ini tidak ada apa-apanya dari pada rasa sakit yang kamu berikan pada menantu mommy Wil!!"ucap mommy Ararinda marah.
"Maksud mommy apa sih?"tanya Willy bingung.
Daddy menampar Willy dengan keras, setelah selesai membaca kartu ucapan yang diberikan mommy Ararinda.
"Dad!!!"kata Willy
"Kau keterlaluan Wil!!kau mengecewakan Daddy"
"Kalian ini kenapa sih..kenapa marah ke Willy??"
"Jangan berpura-pura..!Daddy sudah sering bilang..jangan bermain api. Daddy tau kau sangat kurang ajar, kau sangat memalukan dan suka hidup bebas sejak dulu..tapi Daddy sudah sering bilang..jangan menyakiti istrimu..ketika kau sudah menikah, itu tandanya tanggung jawabmu bertambah! Tidak hanya menikahi, mencukupi kebutuhan anak istri, namun kau juga harus menjaga dirimu, hatimu dan seluruh hidupmu dari wanita lain yang bisa merusak pernikahan kalian!!!"
"Daddy ini bicara apa sih, Willy gak paham..."ucap Willy bingung
"Sudah Wil..jangan berpura-pura..!"
kata Mommy Ararinda
"Mom..mommy kenapa sih...."ucap Willy bingung
"Kau baca sendiri, dan jelaskan siapa wanita ini?"tanya Daddy Roland sambil menyerahkan sebuah kartu ucapan.
"I..ini..willy tidak tau....sungguh.."ucap Willy
"Maling mana ada yang mau ngaku..mommy sungguh kecewa pada mu Will..."ucap mommy Ararinda.
"Mom..sungguh..willy gak tau ini milik siapa...willy juga tak mencintai orang lain selain istri Willy mom..."
__ADS_1
"Sudah..mommy tak peduli. Mommy terlanjur sakit hati padamu...apalagi istrimu yang telah membacanya lebih dulu..!"
"Appa????"