
Willy telah sampai di rumah Elmira.
Penghuni rumah nampak sudah tidur karena beberapa lampu nampak telah di matikan.
Willy memarkirkan mobil di samping rumah Elmira yang kebetulan adalah lahan kosong.
Tok...tok...tok..
Willy mengetuk pintu rumah Elmira.
Elmira membuka pintu rumahnya.
"Kenapa kemari...?"tanya Elmira sambil menahan diri agar tak memeluk Willy, meskipun ia sangat ingin melakukannya.
"Apa aku tak boleh masuk?Aku sangat capek..."ucap Willy dengan nada memelas.
"Masuklah..."kata Elmira
Willy masuk rumah, dia mengamati beberapa sudut rumah,
"Dimana El?"tanya Willy
"Tidur di kamar.."jawab Elmira ketus
Willy menarik tangan Elmira yang saat itu sedang berada di depannya dan membawa Elmira ke dalam pelukannya.
"Jangan bergerak sayang..aku ingin memelukmu..aku sangat merindukanmu..."ucap Willy saat Elmira berontak ingin melepaskan pelukan Willy.
"Lepaskan aku...!"ucap Elmira
__ADS_1
"Aku akan melepaskanmu jika kau janji akan kembali pulang ke rumah bersamaku.."
"Ini rumahku.."
"itu artinya kau tak ingin aku melepaskanmu.."
"Lepaskan Will..!"
"Tak akan..sebelum aku mendengar kau mau pulang denganku.."
"Jangan seperti ini,,pintu depan terbuka..nanti ada yang lihat dan kita akan di grebek..kau mau orang-orang menggrebek kita karena mereka pikir kita melakukan hal yang tidak-tidak..?"
"Justru aku malah seng jika benar ada yang menggrebek...dengan begitu kita akan dinikahkan sekarang juga.."
"Ck..dasar...lepaskan aku Wil..engap..!"
"Tidak...sudah ku bilang aku tak akan melepaskanmu sebelum kau memutuskan untuk pulang denganku..atau kau ingin aku melakukan sesuatu yang lebih?"
Willy dengan cepat mencium bibir Elmira.
Ciuman yang cukup menuntut,
Ciuman penuh cinta dan rasa rindu yang luar biasa.
"Jangan membuatku kehilangan kontrolku El..Aku bisa saja memakanmu sekarang juga karena aku sangat merindukanmu..Aku bisa saja melakukan hal yang lebih dari ini dan membuatmu mengandung anak ku sekarang juga agar kau tak pergi-pergi lagi..kau paham itu El ..."ucap Willy setelah menyudahi ciuman panasnya barusan.
Elmira sekuat tenaga melepaskan diri dari pelukan Willy, namun tenaga Willy cukup kuat hingga ia tak bisa melepaskan diri,
"Sudah ku bilang..aku tak akan melepaskanmu..."
__ADS_1
"Wil....ku mohon...lepaskan aku...pulanglah.."
"Kau mengusirku?"
"Wil...sudah ku bilang..aku tak bisa melanjutkan hubungan kita..."
"Apa karena ayahmu?"
Elmira menunduk, ia menangis,,sedangkan Willy belum juga melepaskan pelukannya.
"Lihat aku El..tatap mataku..!"ucap Willy
Elmira masih saja menunduk, air matanya terus saja menetes, entah karena rindu, atau karena ia tak tau harus bagaimana lagi menghindari Willy.
Willy memegang dagu Elmira, memaksa Elmira untuk menatap matanya.
"Jangan pernah berfikir untuk pergi dari ku...karena aku sangat mencintaimu..."kata Willy
"Wil..tolonglah...kita sudahi saja semua ini..Aku tak ingin ayahku menyakitimu..Aku tak ingin Ayah ku memanfaatkan hubungan kira untuk menjatuhkanmu..mengertilah Wil..."
"Justru karena ayahmu, kita harus segera kembali.."
"Apa Maksudmu Wil?"
"Saat ini..Ayah mu sedang dirawat di rumah sakit..kemarin Ayahmu terlibat perkelaian dengan sesama napi.."
"Apa?Lalu bagaimana keadaannya?"
"Besok kita pulang..kau bisa melihatnya sendiri bagaimana keadaan om Wijaya..
__ADS_1
Sekarang bisakah kau tunjukan dimana kamar mandinya?Aku ingin mandi..badanku lengket semua..."ucap Willy sambil melepas pelukannya.
"Sebentar..ku siapkan air hangat dulu.."