Cinta Tanpa Tapi

Cinta Tanpa Tapi
CLBK


__ADS_3

"Dia....dia pasti wanita yang sangat beruntung..."ucap Mommy Ararinda


"Begitukah menurutmu?"tanya Daddy Ararinda


"Hm.."


"Kenapa menurutmu dia sangat beruntung?Padahal menurutku aku yang sangat beruntung karena pernah memiliki hatinya..."


"Karena...wanita itu pasti sangat bahagia karena dicintai oleh lelaki seperti mu..."jawab Mommy Ararinda


"Jika saja waktu bisa ku putar kembali..ingin rasanya aku memegang tangannya..membawa nya lari sejauh mungkin..tak peduli degan perjodohan....Aku sangat hancur saat melepas tangannya..dan andai saja aku bisa memegang tangannya sekali lagi...aku tak ingin melepaskan tangannya lagi..."


"Lalu kenapa kau tak mencoba memegang tangannya lagi?"


Daddy Rolang tersenyum..


"Kau fikir dia masih mau denganku?Aku sudah tak setampan dulu..bahkan aku sudah sangat tua..aku tak sekuat dulu saat menjaganya....Sedangkan dirinya...dia sangat cantik..semakin cantik...aku tak ingin dia malu..."


"Ck...pikiran konyol macam apa itu?memangnya kau sudah mencoba memegang tangannya lagi?"


"Jika saja bisa...tapi aku tak berani.."


"Jika dia yang memegang tanganmu?Apa yang kau lakukan?"


"Hm..?"

__ADS_1


"Kenapa hm....jawab dong...bagaimana jika dia yang memegang tanganmu?"tanya Mommy Ararinda sambil menatap manik mata Daddy Roland


"Akan ku pastikan..aku sungguh-sungguh tak akan melepaskannya lagi.."


Mommy Ararinda mengulurkan tangannya.Ia kemudian memegang tangan kanan Daddy Roland



"Bagaimana jika yang memegang tanganmu itu aku..?Bukan dia yang kau ceritakan tadi..apakah kau akan melepaskan tanganku?"


Daddy Roland tersenyum.


Ia menarik Mommy Ararinda ke dalam pelukannya.


"Aku sudah tua...jika kau memelukku terus,tulang-tulangku pasti akan sakit.."


Cup...


Daddy Roland mencium bibir mommy Ararinda sekilas.


Sedangkan mommy Ararinda terkejut dengan ulah Daddy Roland.


"Aku sangat merindukanmu Rin.."


"Gombal...jika kau rindu, kau tak mungkin menunggu sampai selama ini.."

__ADS_1


"Maaf...karena aku takut,,jika aku bersamamu,Wijaya akan menyakitimu juga..dia pasti sangat marah jika aku mendapatkan kebahagiaanku denganmu..


Rin...mungkin aku sudah terlalu tua untuk menyatakan perasaanku..aku sudah tidak seperti dulu..aku tak setampan almarhum ayah Fariz..juga tak sebanding dengan kelurga ayahmu...tapi hari ini..aku sangat ingin memilikimu..aku ingin kembali merajut mimpi masa mudaku bersamamu...apakah kau masih memiliki mimpi yang sama denganku Rin?"


"Roland....."kata Mommy Ararinda sambil meneteskan air mata.


Daddy Roland mengusap air mata mommy Ararinda dengan tangan kananya, sedangkan tangan kirinya tetap memeluk pinggang mommy Ararinda.


"Aku tahu apa yang terjadi pada pernikahanmu sebelum ayah Fariz meninggal..maaf karena aku tak bisa berbuat apa-apa saat itu..."


"Tak apa.....aku baik-baik saja...saat itu aku tau kau selalu menjagaku..kau yang selalu mengirim orang untuk menjagaku dari jauh..saat aku tak mungkin bilang pada Ayahku tentang tempramen ayah Fariz..aku tau kau yang selalu mengawasiku..sehingga aku percaya aku tak sendirian."


"Rin...mau kah kau menikah denganku?"


Mommy Ararinda menangis,,


"Jangan menangis...."


"Aku...aku takut ini hanya mimpi..."


Daddy Roland kembali mencium Mommy Ararinda. Kali ini ciuman yang berbeda dari sebelumnya.


"Ini bukan mimpi...aku sungguh memeluk dan mencium mu...dan aku sungguh - sungguh ingin menikahimu...apa kau mau?"


"Hm...iya ....aku mau Roland.."

__ADS_1


__ADS_2