
Jika makan malam yang biasanya diiringi beberapa obrolan, malam ini suasana makan malam lebih terlihat seperti sunyi. Hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring.
Suara telp rumah berbunyi...
"Tuan....ada telp untuk anda..."ucap salah satu pelayan pada Daddy Roland
"Dari kantor polisi..."ucap pelayan itu.
Daddy Roland berdiri, ia menuju meja di sudut ruang makan untuk menerima telp,
"Syukurlah...terima kasih pak..baik, besok saya akan kesana..sekali lagi terima kasih.."
Daddy kembali ke meja makan, ia duduk dan melanjutkan makan malam.
"Besok Daddy mau ke kantor polisi,,
Wijaya sudah tertangkap..dan sekarang ada di kantor polisi.."ucap Daddy.
Elmira terhenyak, ia tak tau harus bagaimana, ada rasa takut karena ia tidak tau dia harus berdiri disamping siapa kali ini.
Meskipun ia tau ayahnya salah, tapi ia juga seorang anak yang harus prihatin atas sesuatu yang menimpa ayahnya.
"Dadd......"ucap Elmira
"Apa...?"tanya Daddy Roland
__ADS_1
"Apa Daddy marah karena aku anak ayahku?"
"Tidak...tapi Daddy masih sedikit terkejut .. dunia begitu sempit..."
"Boleh..bolehkah besok El ikut dengan Daddy?"tanya El dengan sangat berhati-hati
"untuk apa?"tanya Willy
"Lama aku tak bertemu ayah...aku ingin tau seperti apa ayahku.."ucap Elmira
"Boleh..bagaimanapun juga dia ayahmu..meskipun dia tak pernah menemanimu..tapi kau harus tetap menghormatinya...karena dia orang tuamu.."ucap Daddy
"Terima kasih Dad..."ucap Elmira
Keesokan harinya,
Daddy Roland , Willy dan Elmira telah sampai di kantor polisi.
Daddy Roland masuk ke ruang tunggu, beliau menunggu Ayah Elmira keluar dari sel tahanan.
"Kenapa kau kesini?!!Kau ingin menertawakanku?"tanya wijaya
"Tidak...Aku hanya prihatin dengan sikapmu."jawab Daddy Roland
"Hahahahah....sikapku yang mana?sikap ku yang ingin memiliki istrimu hingga istrimu hamil anak ku?begitu??"tanya Wijaya sinis
__ADS_1
"Aku hanya prihatin kenapa orang seperti mu begitu picik..kau meniduri istri sahabatmu sendiri, dan sekarang kau ditangkap polisi karena merencanakan pembunuhan pada anak sahabatmu sendiri.."ucap Daddy Roland.
"Hahahah...bahkan aku ingin membunuhmu juga...!!"kata Wijaya
"Ayah...."ucap Elmira yang tiba-tiba menyela
"Kau....bagaimana kau bisa disini..?"tanya Wijaya heran.
"Aku sudah lama ada di kota ini...."jawab Elmira kemudian ia duduk di samping Daddy Roland.
"Cepat pulang...kau tak perlu ada disini anak bodoh..!"hardik Wijaya.
"Dulu..kau bilang kau di jodohkan oleh ayah mu, dengan gadis pilihan orang tua mu...apakah itu ibu Elmira?"tanya Daddy Roland
"Bagaimana kau tau nama anak ?!!"tanya Wijaya
"Elmira tunangan Willy..."jawab Daddy Roland
"Hahahhahah....Sepertinya nasib sedang mempermainkanku..dulu orang tuamu menjodohkan mu dengan kekasihku...sekarang anak mu bertunangan dengan anak ku...hahahhaha.."kata Wijaya
"Kalau saja waktu itu orang tua ku tak menjodohkan ku dengan mantan istriku, aku pasti sudah menikah dengan wanita yang paling aku cintai..Dan kau...yang jelas-jelas sangat tau siapa wanita yang ku cintai itu malah menikahi nya dengan dalih perjodohan...!"kata Wijaya lagi
"Waktu itu memang kami dijodohkan..dan kau sangat tau itu!!!" kata Daddy Roland
"Hahahahah......kenapa kau tak menikahi ararinda justru menikahi kekasihku??kenapa kau tak menolak perjodohan itu dan justru membuat wanitaku hamil anak mu dan membuatnya terikat denganmu karena kelahiran William!!!" kata Wijaya
__ADS_1