Cinta Tanpa Tapi

Cinta Tanpa Tapi
lika liku


__ADS_3

Pukul lima sore, Willy telah sampai di rumah keluarga Emeery.


Ia masuk ke rumah dan segera naik ke lantai tiga untuk membersihkan diri.


Beberapa pelayan nampak kebingungan, namun Willy tak begitu menanggapinya.


Ia hanya ingin segera mandi dan kemudian segera menemui Elmira dan Elrumi.


Setengah jam berselang, giliran Daddy Roland tiba di rumah keluarga Emeery.


Beliau melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Willy.


Saat jam makan malam Willy baru saja turun, karena setelah mandi, ia ketiduran karena begitu lelahnya.


Daddy Roland dan Willy berada di ruang makan, keduanya duduk sambil mengambil beberapa menu makan malam yang hendak mereka santap.


"Elmira sudah makan bi?"tanya Willy pada Bibi


"aaa....maaf Tuan muda...justru bibi mau tanya pada tuan muda...kenapa Nona muda tidak ikut pulang dengan tuan muda...?"tanya bibi


Mendengar itu, Willy dan Daddy Roland langsung menghentikan aktifitas makan mereka.


"Apa maksud bibi?"tanya Daddy Roland


"Anu..begini Tuan..tadi pagi setelah tuan besar dan tuan muda berangkat bekerja, kami semua sedang sarapan di ruang makan belakang, kata penjaga depan, nona muda keluar membawa baby El..itupun bibi baru tau saat bibi mengantar sarapan untuk penjaga depan pukul 8 pagi."jelas Bibi dengan ketakutan.


"Apa?? Kemana mereka?"tanya Willy panik


"A...a..itu tuan..kata penjaga, Nona muda bilang mau ke kantor tuan muda..."jawab Bibi.


Daddy Roland segera berdiri dan bergegas menghampiri penjaga rumah.

__ADS_1


Sedangkan Willy segera naik ke atas menuju kamar Elmira.


Willy masuk ke kamar Elmira.


Willy menyalakan lampu kamar.


Willy melihat baju Elmira masih tertata rapi di dalam Almari.


Sedangkan beberapa keperluan Elrumi seperti kaleng susu, botol susu, dan popok nampak tidak berada di tempatnya.


"Kemana Kau El.....harusnya begitu aku pulang kerja tadi aku langsung peka bahwa kau tak ada di rumah...bodoh..kau sangat bodoh Wil...bagaimana bisa kau tak menyadari kepergian anak dan istrimu!"


kata Willy panik


Willy mencoba menelpon ponsel Elmira tetapi tak tersambung.


Ia mulai frustasi.


Willy mengeluarkan isi dari Amplop tersebut dan membacanya.


*Dear Willy,


Saat kau membaca surat ini,


bersamaan itu mungkin aku sudah pergi dari rumah Daddy..


Maaf aku tak meminta ijin mu terlebih dahulu,


Maaf aku juga tak berpamitan dengan cara yang sopan..


Wil...

__ADS_1


Terima kasih atas semua yang kamu dan Daddy berikan untuk ku dan Elrumi.


Kalian begitu sangat baik pada ku..terlebih pada Elrumi.


Aku tak mungkin bisa membalas semua kebaikan dan kemuliaan hatimu dan Daddy..


Wil..maafkan aku..


saat ini juga, aku ingin mengembalikan cincin pertunangan kita*,


Aku merasa tak pantas memakainya..terlebih setelah apa yang dilakukan ayahku padamu..


Wil...


lanjutkan saja proses hukum yang memang sudah seharusnya ayahku terima sebagai konsekuensi atas perilaku buruk nya.


Kau tak perlu menuruti permintaan konyol Ayah ku..


Karena aku tak mau Ayahku berulah lagi.


Wil..jangan cemaskan aku dan El..


kami akan baik-baik saja.


Sampaikan salam hormat, maaf dan terima kasihku pada Daddy..


Elmira


"Bagaimana Wil??"tanya Daddy Roland yang baru saja masuk ke kamar Elmira.


"Mereka pergi Dad..."ucap Willy lesu sambil menyerahkan surat yang Elmira tulis untuknya.

__ADS_1


__ADS_2