
Hari ini Willy sangat sibuk, Ia bahkan tak sempat untuk makan siang.
Seorang office boy mengetuk pintu ruang kerja Fariz.
"Permisi pak..."
"Hm...ada apa?"
"Pak..tadi ada seorang kurir makanan mengantar box ini.."
"Dari siapa?"tanya Willy dengan tatapan yang masih fokus pada leptopny.
"Disini tertera dari calon istri anda"
"Berikan pada ku..."
Willy membuka box coklat itu, setelah sebelumnya ia menyuruh office boy itu keluar ruangannya..
box itu berisi berbagai makanan cepat saji kesukaan Willy dulu.
"Bagaimana Elmira tahu makanan-makanan ini kesukaanku...?apa dia sengaja membuatku gemuk ach..."guman Willy.
Willy mengambil ponsel nya yang tergeletak di meja.
Ia mencoba menghubungi Elmira.
"Sayang ..."ucap Willy
"Ya ..ada apa Wil...?"
"Tak ada apa-apa..terima kasih ya makan siang nya.."
"Ha?cepat sekali sampainya...padahal aku baru selesai memasak dan menyerahkannya pada supir untuk mengantarkannya padamu .."
"Loh...kau memasak?"
__ADS_1
"Kenapa terkejut...bukannya setiap hari aku memasak..."
"Ti..dak...aku hanya...hanya berfikir Elrumi bagaimana jika kau tinggal memasak.."
"Dia tidur..."
"Ya sudah..aku lanjut kerja dulu ya sayang...jangan capek-capek ya..."
"Iya..kau juga ..selamat bekerja..selamat makan.."kata Elmira lalu mematikan sambungan telp mereka.
"jika bukan Elmira,, lalu siapa yang mengirim ini...?jangan-jangan makanan ini bahaya lagi..tapi disini tertulis dari calon istri ku..."
guman Willy
Daniar masuk dan melihat Willy box membawa makanan cepat saji di tangannya.
"Kenapa cuma dilihatin?takut di marahi Elmira tak makan masakannya?"tanya Daniar
"Ah..tidak..hanya saja aku bingung makanan ini dari siapa.."
"Ada..disini tertulis dari calon istriku.."
"Ya sudah makan saja...kata Daniar sambil mengambil sepotong ayam goreng crispi dan mengginggitnya.
Dan tiba-tiba...
"Aaaah...ack..."Daniar memegang lehernya. Ia merasakan sesak di krongkongannya.
"Dan...kau kenapa??"
"Su...su...susu..."kata Daniar samar-samar namun masih bisa di pahami Willy.
Willy berlari keluar ruangan, ia masuk ke ruang kerja Daniar dan mencari kaleng susu yang biasa Daniar minum.
Daniar terbiasa minum susu steril kemasan sehingga Willy dengan cepat tau dimana Daniar biasa menyimpan susu itu di ruangannya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan susu tersebut, Willy segera berlari masuk ruangannya kembali dan meminumkan susu tersebut ke Daniar.
Detik berikutnya Daniar sudah lemas dan tak sadarkan diri.
Willy segera menggendong Daniar, banyak karyawannya yang melihat dan kebingungan tentang apa yang terjadi.
Dengan bergegas Willy melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat.
"Danni...kuat..tunggu sebentar lagi kita sampai..bertahanlah..."kata Willy panik.
Willy telah sampai di rumah sakitnya.Ia meminta perawat segera menangani Daniar.
"Siapa yang berani melakukan semua ini..."guman Willy frustasi.
Tiba-tiba ponsel Willy berbunyi, ia mengambil ponselnya di saku celananya.
"Astaga...apa dia cenayang..."guman Willy
"Hallo.."
"Wil...Daniar dimana..aku menelponnya tak diangkat.."suara Nathan
"Hm..Dan..Daniar keracunan Nath..sekarang aku membawanya ke rumah sakit.."
"Apa??bagaimana bisa..?"
"Cerita nya panjang Nath.."
"Aku akan kesana sekarang Will...katakan di rumah sakit mana? Begitu sampai bandara aku akan langsung menuju rumah sakit..semoga ada penerbangan dalam waktu dekat.
"Aku membawanya ke rumah sakit ku Nath.."
"Baik..aku ijin Fariz dulu..tunggu aku Wil..jangan kau tinggalkan dia sebelum aku datang!"
"Hm..hati-hati..."
__ADS_1