
Elmira mulai membuka mata nya, ia dapat merasakan bahwa sekarang ia berada dalam pelukan sang suami.
Elmira dapat merasakan hembusan nafas sang suami di keningnya.
Elmira dengan perlahan melepaskan diri dari pelukan Willy. Namun..
"Kau sudah bangun...?"tanya Willy dengan suara khas seseorang yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Hm...lepaskan Wil...aku mau turun.."kata Elmira
"Mau kemana...?aku masih ingin memelukmu.."kata Willy dengan semakin mendekatkan tubuhnya yang bertelanjang dada.
"Aku ingin bangun Wil...lagi pula mana bajumu...kenapa kau tak memakai baju mu...?!"kata Elmira sambil mendorong dada sang suami.
Willy melonggarkan pelukannya.
"Kenapa harus pakai baju?"
"kok kenapa..kau bisa kedinginan..."
"Kalau kau tak mau aku kedinginan...maka...berikan kehangatan untuk suamimu ini..."ucap Willy sambil mendekat pada Elmira kemudian mencium sekilas bibir istrinya itu.
"Aku mencintaimu..."ucap Willy pada Elmira
Willy kemudian mendekati Elmira kembali dan mencium sang istri lebih dalam dari sebelumnya.
__ADS_1
Willy mulai merubah posisinya. Ia mengungkung Elmira di bawah tubuhnya dan semakin memperdalam ciumannya.
Tangan Willy mulai menyingkirkan selimut yang menghalangi geraknya, kemudian dibelainya paha mulus sang istri dengan lembut.
Willy masih mencium istrinya, ciuman yang beranjak dari bibir ke leher dan meninggalkan bekas di leher jenjang Elmira.
Tangan Willy masih saja bergerilya mengabsen bagian bawah sang istri dengan salah satu tangannya.
"Aaah...."Elmira meloloskn desahannya.
Hal tersebut tentu semakin membuat Willy ingin melakukan yang lebih.
Willy semakin membuat Elmira tak kuasa menahan hasrat saat Willy telah menguasai bagian dada sang istri yang masih tertutup baju tidur.
"Aku menginginkanmu..."bisik Willy di telinga Elmira.
"wil....aku...aku...aku takut kau kecewa..."ucap Elmira lirih sambil meneteskan air matanya
Willy terdiam.
"kau kenapa sayang?Apa aku menyakitimu?Apa badanku teramat berat?"tanya Willy sambil merubah posisinya yang semula sedikit menghimpit Elmira, kini merenggangkannya.
Elmira menggeleng.
"Lalu...kenapa menangis?"ucap willy sambil mengusap air mata Elmira.
__ADS_1
"Aku takut kau kecewa padaku...dan..dan meninggalkanku..."
"Hm..maksudnya?"tanya Willy bingung
"Ak..aku bukan gadis lagi Wil.."
"Hm..iya aku tau itu sayang..lalu?"
"Aku takut..."
"Please sayang..aku bingung...apa yang kau takutkan?"
"Aku takut kau akan kecewa karena istri yang seharusnya menjaga kehormatannya..menjaga harta yang paling berharga baginya justru kebalikannya..istri yang kau nikahi adalah bekas lelaki lain..barang bekas yang tak pantas dan tak sebanding denganmu...
Malam yang seharusnya menjadi malam yang paling bahagia bagi seorang suami..justru menjadi malam yang mengecewakan..dan aku tau aku akan sangat mengecewakanmu..."
ucap Elmira panjang lebar.
"Sayang...bukankah kau juga tau masa lalu ku? bagaimana pergaulanku dulu? Kau sudah sering aku beri tahu itu..Dan Bukankah kita sama-sama sudah sepakat untuk mengubur masa lalu kita dan membuka kembali lembaran baru bersama keluarga kecil kita..?"
kata Willy
"Hm...aku ingat itu..hanya....hanya aku malu..aku sedih..aku takut..aku sangat takut kau akan kecewa Wil..."
"Ketika aku memilihmu..artinya aku menerima baik burukmu..aku menerima masa lalu mu..aku berdamai dengan semua itu..karena bagiku..masa lalu mu lah yang mengantarkan mu datang padaku.."ucap Willy
__ADS_1