
Jam Tiga sore...
Willy, Elmira, Elrumi dan mommy Ararinda telah berada di dalam pesawat dan segera berangkat menuju ibu kota.
Beberapa jam kemudian, mereka telah sampai di bandara ibu kota.
"Kita langsung ke rumah sakit ya Mom..daddy sudah menunggu disana..maaf jika kalian lelah..tapi kata Dad lebih baik kita ke rumah sakit dahulu.."ucap Willy
"Apa terjadi sesuatu pada ayahku Wil?"tanya Elmira
"Kita langsung kesana saja..Daddy belum memberi tahu detailnya.."jawab Willy.
"Baiklah..."jawab Elmira pasrah.
🏥🏥🏥🏥🏥🏥🏥🏥
Kini mereka telah sampai di rumah sakit tempat ayah Elmira dirawat,
"Dad..."sapa Willy saat masuk ke ruang perawatan Wijaya.
"Kalian sudah datang...eh..kau disini Rin.."tanya Daddy Roland pada mommy Ararinda
"Eh..iya..Willy yang mengajakku kemari.."
Daddy Roland mengangguk paham,
__ADS_1
"Baiklah..Akhirnya kau pulang nak..."ucap Daddy Roland saat melihat Elmira.
"Maaf Dad.."jawab Elmira
"Elmira...ayahmu baru saja menjalani operasi,,namun kondisinya belum membaik, efek benturan di kepalanya belum juga teratasi sehingga bisa dibilang saat ini kondisi ayahmu masih kritis.."ucap Daddy Roland
Elmira yang mendengarnya merasa sedih dan tak kuasa menahan tangisnya.
"El...jangan menangis nak..doakan saja semoga ada keajaiban sehingga ayahmu kembali pulih.."ucap Daddy Roland sambil mengusap kepala Elmira
"Dad...maaf..Elmira pergi tidak pamit ke Daddy..maaf juga karena El, Daddy harus merawat ayahku sendirian..."
"Ayahmu ini adalah sahabat Daddy nak..tak masalah bagi Daddy menjaganya..sudah jadi kewajiban Daddy untuk merawat Ayahmu..."kata Daddy Roland
tut..tut..tut...
Kondisi Wijaya memburuk.
Daddy Roland segera memanggil dokter.
Dan dokter pun segera datang dan menangani Ayah Elmira dengan cepat.
Daddy, Elmira, Willy dan Mommy Ararinda menunggu di depan ruang perawatan Wijaya dengan penuh harap agar kondisi Ayah Elmira membaik.
Sedangkan Elrumi dijemput oleh bibi dan dibawa pulang ke rumah utama keluarga Emmery.
__ADS_1
"Bagaimana kondisinya sekarang Dok?"tanya Daddy Roland pada dokter yang baru saja keluar dari ruang perawatan
"Maaf tuan Roland...dengan sangat menyesal kami harus menyampaikan, bahwa kami sudah berupaya yang kami bisa, namun Tuhan berkehendak lain..pasien atas nama tuan Wijaya sudah meninggal.."ucap dokter.
Elmira nampak sangat terpukul..ia terduduk lemas. Ia tak kuasa menahan air matanya.
Willy yang melihatnya, berusaha menenangkan.
Dipeluklah Elmira dengan erat..
"Sabar sayang...ini sudah jalanNya...kita doakan ayahmu supaya tenang disana.."ucap Willy sambil mengusap rambut Elmira.
"Wil...sekarang aku sudah tak punya ayah...dia telah benar-benar meninggalkan aku..
meskipun dia tak pernah merawat dan menemaniku secara langsung..tapi setidaknya aku masih bisa melihatnya sekali tempo..aku bisa mengharapkan ia tiba-tiba datang pada ku..tapi..sekarang...sekarang aku benar-benar kehilangannya..ia tak akan pernah datang lagi Wil."kata Elmira sambil terisak
"iya...sudah sayang..hapus air matamu..kasihan ayahmu pasti sedih melihat mu menangis..kau masih punya aku..masih ada Daddy yang pasti sangat sayang padamu..dan kau juga masih memiliki El yang membutuhkanmu.."ucap Willy menghibur Elmira
"El..Daddy memanggilmu..."ucap Mommy Ararinda yang baru saja keluar dari kamar Wijaya.
"Ya mom..."jawab Elmira sambil mengusap air mata nya.
"Aku temani El dulu ya mom.."ucap Willy
"Hm..masuklah nak.."ucap mommy Ararrinda.
__ADS_1