
"Maafkan aku..."ucap Elmira
"Kita lupakan saja..mandilah.."ucap Willy
Willy turun dari ranjang, ia mengambil ponsel dan rokoknya yang berada di atas nakas dan segera menuju ke balkon.
Elmira masih duduk di atas ranjang. Ia mengamati lelaki yang hanya mengenakan celana pendek dan tanpa menggunakan atasan sehingga memperlihatkan otot-otot diperutnya.
Elmira tau lelaki yang baru semalam resmi menjadi suaminya pasti kecewa padanya.
"Apakah aku menyakiti hatinya...?aku pasti mengecewakannya.."kata Elmira dalam hati.
Elmira melihat Willy keluar kamar dan menuju ke balkon. Kemudian ia mencari ponselnya yang berada di atas nakas. Ia melihat waktu menunjukan pukul 2 dini hari.
"Astaga ..pasti di luar dingin.."
Elmira turun dari ranjang, dan mengikuti Willy keluar kamar menuju balkon kamar.
Dilihatnya Willy sedang menghisap rokoknya.
"Wil..."panggil Elmira
Willy menoleh,
__ADS_1
"Kenapa mengikutiku..tidurlah...kau pasti lelah.." kata Willy
Elmira tak menuruti perintah Willy, ia beranjak menghampiri Suaminya dan memeluk sang suami dengan erat.
Elmira dapat merasakan detak jantung suaminya berdetak dengan cepat, terlebih sang suami kini sedang tidak menggunakan atasan sehingga Elmira juga dapat merasakn permukaan dada bidang sang suami bersentuhan dengan wajahnya sehingga deru nafasnya pasti dapat dirasakan sang suami.
"Temani aku..."kata Elmira dengan masih memeluk Willy.
"Hm..masuklah dulu..nanti setelah aku menghabiskan rokok ku, aku susul masuk..."kata Willy
"Tidak..."jawab Elmira sambil melihat mata sang suami.
Elmira masih memeluk pinggang sang suami dengan kedua tangannya.
Ia juga dapat merasakan sesuatu milik suaminya mengeras hingga dapat ia rasakan dari perut bawahnya karena tak ada jarak dari keduanya.
aku tak mau memaksamu jika kau belum siap..jadi masuklah..."ucap Willy sambil membelai rambut sang istri.
"Bisakah kau mematikan rokok mu Wil...asapnya mengganggu hidungku..."kata Elmira.
Willy melepaskan kedua tangan sang istri dari pinggangnya dan beranjak duduk di kursi malas yang ada di balkon.
"Kuhabiskan dulu sebatang ya...aku masih ingin menghisapnya.."kata Willy sambil menggisap rokoknya.
__ADS_1
Elmira melangkah mendekati sang suami,
kemudian ia merebahkan dirinya disamping Willy.
Kursi malas yang berukuran single, membuat Elmira memiringkan tubuhnya dan memeluk pinggang sang suami dengan erat.
"Kau bisa jatuh sayang ...atau kau ingin membuat kursi ini patah karena menompang berat badan kita..hmmm."kata Willy sambil mencoba menahan gejolak dalam dirinya akibat ulah sang istri.
"Kalaupun jatuh atau rusak aku percaya kau bisa mengatasinya.."jawab Elmira.
"uhuk..uhuk.."
"Masuklah sayang....diluar dingin.."
"Aku mau masuk jika denganmu.."
"masuklah dulu sayang ..aku akan segera masuk setelah ini..aku masih menghisap rokok ku..dan kau pasti tau..aku sedang mengendalikan keaktifan adik kecilku..jika kau tetap seperti ini, kau bisa meruntuhkan pengendalian diri suami mu ini sayang ..."
ucap Willy dengan berusaha tetap tenang meskipun sebenarnya ia ingin segera melahap sang istri yang sedang berada disampingnya.
Elmira mengambil rokok dari tangan kiri sang suami dan mematikan rokok tersebut dengan menekannya ke asbak yang berada di atas meja samping kursi malas.
"sayaang ..."ucap Willy heran dengan ulah Sang istri
__ADS_1
Elmira kembali memeluk sang suami dengan erat.
"Daripada Kau menghisap rokok yang jelas-jelas merusak kesehatanmu lebih baik kau menghisapku yang sudah pasti menyehatkanmu.."ucap Elmira santai