Cinta Tanpa Tapi

Cinta Tanpa Tapi
Singa Lapar


__ADS_3

"Apa??"tanya Willy terkejut mendengar ucapan sang istri.


Elmira menatap mata sang suami.


"Iya...daripada kau menghisap rokok mu..lebih baik kau hisap aku sekarang.."


"kau mencoba menggodaku sayang..."


"Lakukan Wil...aku sudah siap..."


"Kau yakin..? aku tak ingin memaksamu...meskipun saat ini aku sangat ingin dan berusaha keras mengendalikan diriku supaya tak memakanmu."


Elmira mendekat ke wajah Willy.


Sekilas diciumnya bibir sang suami.


"Aku juga menginginkannya...atau kau mau melakukannya disini?"goda Elmira


Willy tersenyum dan kembali mendekati wajah sang istri dan ******* bibir sang istei dengan ganas.


"Kau yang meminta, dan aku dengan senang hati melakukannya.."kata Willy yang kemudian berdiri dan menggendong Elmira kembali masuk ke dalam kamar hotel.


Ditidurkannya sang istri di atas ranjang, dipandanglah wajah sang istri yang terkungkung di bawahnya.

__ADS_1


"Kau yakin siap sayang?suamimu ini sudah seperti singa lapar sayangku..."


Elmira mengangguk.


"Aku milikmu Wil..."ucap Elmira


Dengan ganas di ciumlah bibir menggemaskan sang istri. Beberapa saat kemudian ciuman Willy berpindah ke leher sang istri.


"Aaah..."Elmira mendesah, sudah lama ia tak merasakan gelayar panas dari dalam dirinya.


Begitupun Willy yang telah insyaf dari petualangannya dan sangat merindukan aktivitas ranjang terlebih dengan sang wanita yang ia sangat cintai.


Willy terus mencium leher sang istri dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikan disana.


Dilemparkannya baju sang isti begitu saja hingga menyisakan kain berenda berwarna hitam dibagian dada dan bawah perut.


Dibukanya pengait kain berenda itu dan di lepaskannya kemudian ia lempar sembarangan.


Di ciuminya wajah sang istri dan ia beralih ke bagian leher dan benda kenyal di bagian dada sang istri.


Willy mulai hilang kendali. Ia seperti singa yang sekian lama tak mendapatkan mangsanya.


Ia memanjakan tubuh sang istri dengan ciuman dan belaian yang menuntut untuk melakukan hal lebih dari sekedar itu.

__ADS_1


"bolehkah aku benar-benar memakan mu sekarang sayang...?"tanya Willy dengan suara serak karena menahan gejolak dari dalam dirinya.


Elmira mengangguk, ia pun telah dibakar gelora yang tak jauh berbeda dari sang suami. Ia sudah tak tahan dengan sentuhan sang suami. Ia tak perduli lagi dengan ketakutan mengecewakan sang suami atas ketidak sempurnaannya karena ini bukan yang pertama baginya. Yang ia pikirkan sekarang hanya bagaimana ia dan suaminya melewati malam istimewa bagi mereka.


"Mari buat adik untuk El..kita nyicil buat telinganya dulu ya sayang..."goda Willy


Willy kembali mencium sang istri dan terjadilah sesuatu yang mereka inginkan.


Malam panas yang mereka lalui penuh dengan suara lenguhan dan gairah yang menggelora.


Keduanya begitu menikmati percintaan mereka dan mengulangi penyatuan keduanya berkali-kali.


"Wil...aku lelah...ini sudah hampir pagi..."kata Elmira lemas setelah pelepasan Willy kesekian kalinya.


"Sekali lagi sayang....junior belum ingin tidur..."kata Willy


"Sepertinya junior mu memang tak bisa disuruh tidur.."


"Hehe...biarkan dia menggunakan fungsinya dengan benar sayang...kau cukup menikmati hasil kerja kerasnya saja..."kata Willy sambil mengerlingkan sebelah matanya.


"Ck...kau bisa membuat aku tak bisa berjalan Wil.."kata elmira kesal


"Aku akan menggendongmu...tenang saja"ucap Willy sambil kembali melancarkan aksinya.

__ADS_1


"Aaaah...."


__ADS_2