
Willy telah selesai mandi.
Kini ia duduk di sofa ruang keluarga menikmati semangkuk mie rebus buatan Elmira.
"Makanan ini enak juga ternyata.."ucap Willy
"Setelah makan segeralah istirahat.."ucap Elmira yang baru saja menutup pintu rumahnya.
"Sayang...sini deh...!"kata Willy
Elmira mendekat dan duduk di ujung sofa.
"Jauh bener...dekatan sini..!"kata Willy lagi
"Besok buatkan aku mie rebus lagi ya...ini enak.."
"Jangan terlalu sering..tidak baik makan itu sering-sering, lagi pula Daddy pasti marah kalau anak kesayangannya di masakin itu.."
"Supaya tidak marah, kita tinggal di apartemen lagi..atau kita cari rumah.." kata Willy sambil memeluk Elmira.
"Kenapa sering banget meluk..engap Wil..."
"Salah sendiri pergi nggak pamit..."
"Memang kalau pamit, kamu bakalan kasih ijin aku pergi?"
"Enggak...!Karena sampai kapanpun, aku tak mengijinkan kamu pergi dariku..
Sayang..bisakah kita menikah saja besok pagi..?"
__ADS_1
"Ha??"
"Aku sudah tidak tahan lagi rasanya, berdua denganmu di rumah ini, plus ditambah suasana mendukung dingin-dingin empuk kayak gini..aaah rasanya ingin aku melahapmu sekarang juga..bukankah kita sudah seperti pasangan pengantin yang berbulan madu..?."kata Willy sambi memeluk erat Elmira.
Willy mendekatkan wajahnya dan hendak mencium Elmira, namun..
'..Oek...oek..oek...' terdengar suara tangisan Elrumi.
"Tidak ada pasangan yang berbulan madu membawa anak bayinya.."ucap Elmira sambil menepuk pundak Willy.
"Aku lihat Elrumi dulu.."ucap Elmira lagi
Elmira masuk ke dalam kamar, dan untuk beberapa saat Willy frustasi sang kekasih tak juga keluar dari kamarnya.
Willy mengikuti Elmira ke dalam kamar.
Dilihatnya Elmira berbaring di atas tempat tidur, Elmira dan Elrumi telah tidur.
Willy mencoba naik ke atas tempat tidur.
Ia ingin ikut merebahkan tubuhnya disamping sang kekasih.
Tiba-tiba pandangan Willy tertuju pada sebuah foto berukuran besar yang berada di dinding kamar Elmira.
"Kau masih menyimpannya...."batin Willy
Willy yang tadinya ingin berbaring karena sangat lelah, kini justru mengamati sekeliling kamar Elmira.
Dilihatnya foto kekasihnya bersama seorang lelaki yang ia yakini itu Amri, ayah Elrumi.
__ADS_1
Di atas meja rias pun juga terdapat sebuah foto kecil yang disana terpampang Elmira sedang berpelukan dengan Amri sambil tertawa senang.
"Apa kau masih sangat mencintainya El...?Apa jika orang itu masih hidup kau akan lebih memilihnya dari pada aku..?"batin Willy.
Willy beranjak dari kamar itu,
kemudian ia menuju ke sofa tempatnya menghabiskan mie rebus tadi.
Ia merebahkan tubuhnya di sofa tersebut.
lalu mencoba memejamkan matanya ditengah rasa lelah dan cemburu yang ia rasakan.
🌄🌄🌄🌄🌄🌄🌄🌄🌄🌄
Mentari telah muncul dari arah timur,,
Elmira yang sedang berkutat di dapur mendengar suara tangisan Elrumi.
"Ya..sebentar nak...bunda datang.."ucap Elmira
Namun saat ia sampai ke dalam kamar, Willy telah terlebih dulu sampai dan terlihat menggendong Elrumi.
"Kalian sudah bangun...sini biar aku yang gendong El..kau mandilah Wil.."
Willy tak menjawab, ia juga tak menyerahkan Elrumi.
Willy keluar dari kamar Elmira tanpa mengucap apapun.
"Dia kenapa..?"guman Elmira
__ADS_1
"Wil..apa kau baik-baik saja?"tanya Elmira pada Willy .
Willy masih saja diam. Ia tetap sibuk dengan Elrumi yang kembali tidur dalam pelukannya.