Cinta Tanpa Tapi

Cinta Tanpa Tapi
de'Brother


__ADS_3

Fariz dan Nathan sampai di rumah sakit sekitar pukul 9 malam.


Ketika mereka berdua masuk ke ruang perawatan, mereka melihat Elmira masih terjaga sambil tak henti-hentinya menangis.


"Kau pulang saja..kasian anak mu.."kata Fariz


"Bagaimana saya bisa pulang pak..Willy seperti ini karena saya.."jawab Elmira sambil menangis.


"Kami berdua yang akan menjaga Willy disini..kau pulanglah.


Supir Daddy baru saja sampai..dia menunggu mu di bawah"kata Nathan


"Kau tak perlu kuatir, Willy akan aman disini bersama kami, kau perlu istirahat, dan Elrumi pasti sangat membutuhkanmu..."kata Fariz.


"Baiklah..aku pulang dulu...besok aku akan segera kembali.."ucap Elmira.


Sebenarnya Elmira masih ingin menemani Willy di rumah sakit, namun perintah Fariz yang merupakan mantan atasan Elmira saat masih bekerja di sekolah dulu tidak mungkin tak ia indahkan.


Fariz duduk di samping tempat tidur, sedangkan Nathan masih berdiri disamping Fariz.


"Wil..bangun....p***s mu saja bisa bangun, orang nya malah tidak bangun-bangun.."kata Fariz asal.


"Mungkin Willy sudah rela membiarkan p***s nya beristirahat..maklum bos barang itu sudah digunakan terlalu sering..."kata Nathan menimpali Fariz.


"Kau benar Nath, aku rasa lebih baik kau bilang Daddy untuk segera menikahi mommy ku dan membuat anak lagi yang banyak..karena sepertinya anak semata wayangnya ini suda tidak bisa bangun.."kata Fariz


"Dan aku aka bilang pada Elmira, lebih baik dia ikut kita pulang ke kota kita..disini tidak ada gunanya,Willy sudah..." kata Nathan namun belum sampai selesai kalimatnya Willy telah mengeluarkan suaranya.


"Da...sar teman lak...nat..."ucap Willy lirih sambil masih memejamkan matanya.

__ADS_1


"Kau bangun Wil...Nath..panggil dokter..!"perintah Fariz


"Ya boss.."kata Nathan.


Beberapa saat Dokter memeriksa Willy,


Kondisinya sudah lebih baik, namun Willy masih memerlukan perawatan dan istirahat.


Fariz juga mengirim pesan kepada Daddy Roland bahwa Willy telah sadar.


"Teman macam apa kalian..."kata Willy dengan suara yang masih lemah


"Kenapa?"tanya Nathan


"Membangunkan teman dengan cara gila..kalian ingin aku mati..ha..."kata Willy


"Kau sangat tahu itu..supaya Daddy menikah dengan Mommy ku dan aku jadi pewaris kekayaanmu.hahahha..."kata Fariz bercanda


"Bagaimana Elmira?"tanya Willy


"Dia baru saja pulang..sebelum kau sadar aku menyuruhnya pulang..kasian Elrumi.."kata Fariz


"Hm...lalu Clara?"tanya Willy lagi.


"Tenang...wanita itu sudah ada di penjara..dia tak mungkin lolos dari jerat hukum..."kata Nathan.


"Syukurlah...."Jawab Willy


"Apa yang kau rasakan sekarang Wil?"tanya Nathan

__ADS_1


"Ini jam berapa?"tanya Willy


"12 malam..."jawab Nathan


"Kunci pintu Nath..."kata Willy


"Kenapa?"tanya Nathan


"Nanti ada mbak kunti masuk jika tak kau kunci pintu itu..atau dari bawah tempat tidur akan ada mbak suster kesot memegang kaki mu..."kata Willy


"Bos...aku rasa anak ini sudah benar-benar gila .."kata Nathan pada Fariz.


"Hahaha...justru itu tandanya anak ini baik-baik saja..karena kesablengannya sudah nampak kembali.."kata Fariz.


Ketiga sahabat itu tertawa bersama.


"Terima kasih kalian sudah menemaniku..."ucap Willy


"Bos.. aku rasa dia bukan Fariz.."kata Nathan pada Fariz


"Kau benar Nath...!"ucap Fariz


"Kalian kenapa sih.."ucap Willy


"Kau sehat kan Wil?"tanya Fariz


"Kenapa memang?"tanya Willy dengan lemah


"Tumben kau mengucapkan terima kasih.."kata Nathan

__ADS_1


"Dasar gila!!"jawab Willy


__ADS_2