Cinta Tanpa Tapi

Cinta Tanpa Tapi
Menahan Rindu


__ADS_3

"Ada perkembangan dengan pencarian Elmira Wil..?"tanya Daddy Roland sesaat pulang dari Rumah sakit.


"Belum Dad...aku sudah menyuruh Max mencari tau..aku juga menyuruh Nathan mencari di kotanya...semoga ada kabar baik.."jawab Willy


"Semoga..."


"Bagaimana om Wijaya?"


"Cukup parah, dia harus menjalani operasi,hanya saja kondisinya tidak memungkinkan..entahlah..."


"Bagaimana bisa itu terjadi Dad...pertengkaran macam apa sampai melukai seseorang dengan begitu parah..."


"Kemungkinan besar Wijaya terdorong hingga kepalanya terkena benturan.."


"Astaga...."


πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„


Pagi hari...


Nathan tengah mengamati rumah Elmira.


jika sebelumnya rumah tersebut nampak sepi karena ditinggal sang pemilik rumah, kini rumah tersebut nampak berpenghuni.


Nathan segera turun dari mobilnya, ia mencoba mengetuk pintu rumah Elmira yang memang tidak berpagar.



"Ya sebentar...


Pak Nathan...."ucap Elmira


"Ternyata benar kau disini..."kata Nathan

__ADS_1


Elmira diam dan sedikit terkejut melihat Nathan mendatangi rumahnya.


"Kau tak menyuruhku masuk atau duduk?"


"Hm...duduk pak..."kata Elmira sambil menunjuk kursi yang ada di depan rumah.


"Kau sedang menunggu seseorang?"tanya Nathan


"Kurir makanan pak.."


"Kapan kau sampai..?"


"Tadi Pagi pak....Ba...bagaimana bapak tau saya ada disini?"


"Willy menyuruhku mencarimu..."


"Pak Nathan...bisakah bapak tak memberitahukan kepulangan ku kesini pada Willy...?"


"Kenapa?"


"Justru jika kau pergi dengan cara seperti ini dia akan sedih dan itu akan semakin menambah beban fikirannya...belajarlah untuk menghadapi segala hal secara langsung...tanpa pergi-pergi seperti ini...


kau bukan sedang shoting sinetron, atau jadi tokoh dalam novel...kau adalah kau..dan hidupmu harus dijalani..bukan malah lari seperti ini..!"


"Tapi...jika aku terus bersama Willy...aku akan jadi kelemahan Willy..."


"Karena ayahmu?"


"Bagaimana bapak tau..?Apa Willy sudah menceritakannya?"


"Tentu...dia sudah cerita semuanya...dan aku cukup terkejut..."


"Karena?"

__ADS_1


"Sedikit banyak aku mengenal siapa Ayahmu..bagaimana sepak terjangnya...dan aku sangat tahu Daddy dan Willy tak akan begitu saja memenuhi keinginan ayahmu...meskipun kamu adalah media barternya...Aku yakin mereka tau apa yang akan mereka lakukan.."


"Sementara Waktu biarkan aku berfikir...aku juga ingin disini dulu pak...sampai aku tahu pilihan mana yang harus aku jalani..."


"Setidaknya nyalakan ponselmu...beri kabar kau baik-baik saja..supaya Willy dan Daddy Roland tak mengkhawatirkanmu."


Elmira masih tertunduk, tak menjawab Nathan.


"Aku permisi dulu,,ku harap kau bisa berfikir jernih,,"ucap Nathan yang kemudian pamit meninggalkan rumah Elmira.


Elmira kemudian masuk rumah,


ia masuk ke dalam kamar nya, ia melihat Elrumi sedang tertidur pulas di atas tempat tidur.


Dibelainya wajah putra tercinta nya,


Kemudian ia beranjak ke sudut kamar, mencari ponselnya yang masih berada di dalam tas.


Ia menyalakan ponselnya,


laporan puluhan panggilan tak terjawab masuk, ya tentulah Willy yang menelponnya karena tak ada yang peduli pada nya selain Willy.


Ia membuka pesan, pesan masuk dari Willy juga berubi-tubi masuk mengisyaratkan bahwa lelaki itu teramat khawatir karena kepergiannya.


πŸ’Œ *kau dimana sayang...angkatlah telpku..


πŸ’Œkatakan kau dimana..aku jemput sekarang..


πŸ’Œjangan membuatku khawatir El ....


πŸ’Œmaafkan aku..aku mungkin salah tak memperhatikanmu...pulang ya ...aku jemput...kasian Elrumi...ia masih kecil..


πŸ’Œkau dimana sayang....katakan...aku jemput*

__ADS_1


"Maafkan aku Wil....."ucap Elmira sambil meneteskan air mata.


__ADS_2