
Keesokan harinya,
hari telah berganti,
Elmira tiba di rumah sakit bersama Daniar dan Almira.
Ketiga wanita ini masuk ke dalam ruang perawatan Willy.
Nampak Willy tertidur di ranjang pasien, sedangkan Fariz di ekstra bed untuk penjaga pasien yang terletak di sudut ruangan, sedang Nathan tertidur di sofa samping tempat tidur Fariz.
Televisi dalam ruangan itu masih menyala, dengan volume yang tak begitu keras.
"Dasar laki-laki...mereka pikir mereka ada di hotel..."ucap Daniar.
Almira hanya tersenyum melihat Daniar yang marah-marah, sedangkan Elmira mematikan televisi di ruang tersebut.
Daniar menaruh beberapa box nasi yang mereka bawa dari rumah.
Almira membanggunkan Fariz dengan lembut, sedangkan Elmira duduk disamping tempat tidur Willy.
"Bangun...dasar tukang tidur..!"kata Daniar pada Nathan.
Nathan menggeliat, badannya terasa sakit karen tidur di sofa yang tak begitu nyaman.
"Sayang...kau kesini..."ucap Fariz saat melihat Almira tengah berada disampingnya.
__ADS_1
"Bangun..mandilah..aku bawakan kakak baju ganti.."kata Almira pada Fariz
"Baiklah..."Fariz berdiri dan segera masuk ke kamar mandi.
"Nathaaan...kau seperti kutu kasur...bangunlah!!"kata Daniar lagi
"Hm....sayang...sebentar lagi..kami baru tidur setelah subuh.."kata Nathan yang masih memejamkan matanya.
"Siapa suruh tidur setelah subuh!! memang kalian disini sedang pesta lajang?"tanya Daniar kesal
"iya aku bangun...."kata Nathan sambil duduk dan membuka matanya.
"Dimana Bos Fariz?"
"Mandi...kau mau ikut??!"tanya Daniar
Almira dan Elmira hanya tersenyum mendengar perdebatan Nathan dan Daniar.
"Sepertinya jika kalian menikah kalian perlu membuat rumah kalian dengan bahan yang sangat kuat..supaya tak mudah roboh saat kalian berdebat."ucap Fariz yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Cih...siapa juga yang mau menikah dengannya.."jawab Nathan asal sambil berlari ke kamar mandi.
"Cepat sekali mandinya?"tanya Almira
"Iya..kan bukan di rumah...airnya terbatas.."jawab Fariz
__ADS_1
Willy masih tertidur dengan lelap meskipun suasana ruang perawatannya seperti pasar malam.
"Biarkan Willy tidur nyenyak..mungkin efek obat yang tadi pagi diberikan.."ucap Fariz
"Apa dia sudah lebih baik pak?"tanya Elmira pada Fariz
"Semoga saja..kemarin dia sudah bisa bercanda dengan kami.."ucap Fariz
Kini, Fariz, Nathan, Almira, Daniar serta Elmira mengelilingi meja dan sofa untuk sarapan.
Beberapa menu makanan telah tersaji di atas meja, meskipun beberapa waktu lalu petugas rumah sakit telah mengantar makanan untuk pasien dan 1 penunggu.
Almira dengan sabar mengambilkan Fariz makanan, sedangkan Daniar terlihat kesal saat melayani Nathan yang banyak sekali permintaan.
"Nasi nya dikit aja sayang,,sayur nya itu aja..sambalnya dikit aja...lauk ayam aja sayang...aah...aku mau itu juga.."kata Nathan
"Dia pikir aku ibu-ibu penjual nasi padang kali ya..."ucap Daniar yang seketika mengundang gelak tawa semua orang.
"Kalian sedang apa..."ucap Willy saat terbangun
"Kau sudah bangun....apa kau baik-baik saja?"tanya Elmira sambil berjalan mendekat ke tempat tidur Willy.
"Kau baik-baik saja kan sayang?"tanya Willy pada Elmira.
"Kau ini ditanya malah balik tanya.."ucap Elmira
__ADS_1
"Itu artinya dia baik-baik saja El..sudah kau sarapan saja.."ucap Daniar
"Aku juga mau..."kata Willy