Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
16- Semakin Dekat


__ADS_3

Fita yang hari-hari semakin dekat dengan Nico, tetapi mereka hanya berteman saja.


Fita bertemu Nico di taman mereka bercanda, tertawa bersama banyak hal yang di bicarakan, tanpa sengaja Fita mencubit tangan Nico, karena Nico yang mengodanya ketika menceritakan Fita yang menangis di pelukannya, Fita merasa malu karena diungkit lagi.


Mereka memutuskan untuk jalan bareng nanti setelah pulang kuliah.


Dari kejauhan ada seorang pria yang memperhatikan Fita dengan rasa sedikit cemburu, walau dia dan Fita juga sudah sangat dekat, layaknya orang pendekatan, tetapi ia merasa Fita lebih nyaman bersama Nico.


Flash on


Di kelas mereka selalu berbicara dan ketawa bersama, Fita juga selalu meminta di ajarkan jika ada soal yang Fita tidak menggerti, pria tersebut memanglah cukup pintar.


"Ren, sini deh kamu liat soal ini bagaimana cara penyelesaiannya" kata Fita.


Ya nama pria yang dekat dengan Fita di kelas bernama Rendi.


"Sini gue bantu, ini begini dan udah mudahkan" kata Rendi.


"Fit, nanti mau makan bareng gak?" Tanya Rendi.


"Boleh, lagian Siska juga lagi sibuk-sibuknya sama Ferdi" kata Fita.


Mereka pun makan bersama.


Rendi sangat perhatian terhadap Fita, Fita merasa sangat nyaman bersama.


"Fit, nanti keluar yuk, ada yang mau gue omongkan sama lo!" Kata Rendi.


"Jam berapa" tanya Fita.


"Jam 5 sore ok" jawab Rendi.


Flash back

__ADS_1


Fita jalan pun jalan bersama dengan Nico, Nico mengajaknya ke mall dimana mereka pernah bertemu.


"Mau main game?" Tanya Nico.


"Mau" kata Fita singkat.


Mereka pergi ke area permainan disana Nico membeli koin untuk dimainkan dan Nico melihat box yang berisi boneka beruang kecil, dia mencoba mencapitnya dengan mengikutin pentunjuk yang ada.


Fita pun memberikan Nico semangat, Nico merasa senang dan semakin berfocus untuk mendapatkan boneka tersebut.


"Yeeh, akhirnya dapat bonekanya" kata Fita.


"Senangnya melihat elo senang" kata Nico.


"Makasi ya" kata Fita.


Mereka pun pergi dari area permainan mereka tidak bisa belama-lama disana karena Fita juga ada janji dengan orang lain, sebelum pergi Nico sudah di beritahu Fita, dia ada janji sama teman kelasnya.


Nico pun mengantarkan Fita untuk pulang, sesampainya di rumah, mama fita sedang duduk di teras "Tan" sapa Nico sambil menundukkan sedikit kepalanya memberi hormat.


"Maa, nanti Fita mau keluar lagi ya!" Kata Fita sambil masuk kedalam rumah dan di ikutin mamanya.


Di ruang tamu sudah ada Fero yanh pulang sekolah.


"Kakak ini jalan terus" protes Fero.


"Biarin" jawab Fita sambil menjulurkan lidahnya mengejek Fero.


"Kamu mau kemana lagi sama siapa?" Tanya mamanya.


"Mau ke cafe sama Rendi teman sekelas Fita, dia baik loh ma, mau ajarin Fita pelajaran kelas" kata Fita.


"Ya udah kalau begitu, tapi jangan pulang malam-malam ya, nanti papa marah!" Kata mama Fita.

__ADS_1


Fita pun segera mandi bersiap diri karena hari juga sudah menjelang sore, karena keasikan main sama Nico.


Fita pun pergi mengendarai motornya menuju tempat dimana mereka janjian.


Rendi sudah menunggu disana, di atas meja terletak bunga mawar yang cantik dan segar.


Fita memarkirkan motornya dan melepas helmnya, langsung menuju meja yang dimana Rendi sedang menunggu.


"Ren, da lama disini?" Tanya Fita.


"Gak kog, duduk la" kata Rendi.


Rendi memberikan bunganya, dan Fita senang menerimanya, mereka memesan makanan, tidak berapa lama makanan pun datang.


Rendi merasa deg-degan jantungnya terasa berdetak sangat kuat.


"Fit, ada yang mau aku tanyakan sama kamu!" Kata Rendi.


"Iiih apaan sih, aku kamu, biasanya juga gue elo" kata Fita.


"Fit, mau gak kamu jadi kekasihku, aku merasa nyaman bersama mu, aku suka sama kamu dari awal kamu masuk ke kelas!" Kata Rendi sambil memegang tangan Fita yang di atas meja.


"Gue, gak tau Ren" jawab ragu Fita.


"Ayo lah Fit, aku janji gak nyakitin perasaanmu, aku selama ini selalu memperhatikan mu" kata Rendi menyakinkan Fita.


"Hmm, ya deh gue mau, tapi ada syaratnya, jangan ngekang gue karena gue suka kebebasan, tolong ngertiin gue juga, lo tau kan gue juga biasa jalan dengan Nico, dan gue harap elo maklum karena Nico teman gue dari sebelum masuk kuliah ini" kata Fita.


"Ok gak masalah soal itu" kata Rendi.


Memang Rendi tulus menyayangin Fita.


Rendi sangat senang karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, Fita pun ada sedikit rasa untuk Rendi, dengan senang menerimanya.

__ADS_1


Karena sudah malam Fita dan Rendi pun memutuskan untuk pulang, Rendi membuntutin Fita dari belakang untuk mengantar Fita pulang.


__ADS_2