Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
59- Lagi-lagi Fita Kecewa


__ADS_3

Hari ini Fita dan Nico sedang menjumpai kliennya disebuah restoran. Selesai dari pekerjaan, waktu sudah menunjukkan waktu pulang kerja, karena akan pulang terlambat Fita pun memberitahu kepada mamanya.


"Fit, aku ketoilet dulu ya!?" Ucap Nico yang berkeinginan untuk mencuci muka.


"Iya?!" Jawab Fita sekedarnya.


Fita pun memainkan hpnya sembari chattingan dengan Cristian, soal bagaimana hubungan Cristian dengan Zelfi saat ini, Fita senang jika mereka bisa bersama.


Ditoilet.


Nico berjalan tergesa-gesa untuk kembali ke meja bersama Fita dan menabrak seorang gadis yang sedang memegang hpnya.


"Agh, hp ku" jerit gadis itu.


"Maaf, maaf, kamu enggak apa-apa?" Panik Nico.


"Tidak, tetapi hp ku!" Lirihnya.


"Nanti hpnya biar ku ganti, cuma saat ini aku buru-buru!" Kata Nico.


"Ya sudah minta nomor telepon mu, nanti aku yang minta ganti n ketemuan dimana buat ambil!" Kata gadis yang sepertinya manja.


"Ya sudah ok, ini kartu namaku!" Menyerahkan kartu nama.


Nico pun kian berjalan ke arah Fita.


"Kog lama?" Tanya Fita heran.


"Itu loh, tadi enggak sengaja aku buat hp orang rusak!" Cerita Nico.


"Kog bisa!" Penasaran Fita matanya membesar.


"Ke tabrak sama aku!" Jawabnya.


"Maka nya kalau jalan lihat-lihat, minta ganti lah orangnya?!" Ucap Fita.


"Gantilah" jawab Nico.


"Ya sudah enggak apa-apa deh!" Mengelus pipi Nico.


Nico sangat suka diperlakukan begitu.


Waktu sudah semakin malam, mereka pun segera pulang.


Sesampainya dirumah Fita segera membersihkan diri dari aktifitas hari ini.

__ADS_1


Dirumah Nico.


Nico yang telah sampai kerumah pun segera membersihkan diri, setelah selesai dengan rutinitasnya, dia mengambil hpnya, berniat untuk menchatting Fita.


Disana ada nomor baru yang menyapa Nico.


"Siapa ini" batin Nico.


"Hai" tampilan awal.


"Ini aku gadis yang tadi kamu rusakkan hpnya, besok ya ku tunggu kamu ganti!"


"Aku pakai hp kakak ku lo!"


"Save, ini nomor ku!" Chat gadis itu.


Nico pun telah membuka pesan chat itu.


"Sekali lagi saya minta maaf, besok datang saja kekantor ku, sesuai dengan yang tertera dikartu nama!" Balas Nico.


"Ok" balas gadis tersebut dengan emoticon mata love.


Nico pun segera beralih menchatting ke Fita, itu lebih membuat hatinya berbunga-bunga.


Dikantor pagi hari.


"Siapa" Fita melihat Nico membalas sebuat chat tetapi dengan nomor yang tidak dikenal.


"Ini, orang yang kemarin hpnya rusak kena aku, ini hpnya sudah ku beli dan nanti gantikan dia" Nico menunjukkan hp tersebut dengan kantong plastik berwarna pink, kotak hp masih tersegel.


"Oh, ya harus bertanggung jawab" ucap Fita.


Nico tersenyum ke arah Fita, menggenggam tangan Fita, hal paling dia sukai.


Jam yang ditentu, gadis itu berjalan kekantor Nico, dengan pakaian seksi, mini dress berwarna biru muda, diatas lutut, yang mencetak tubuhnya.


"Saya mau ketemu dengan Nico, kepala cabang disini" kata gadis itu kepada satpam yang berjaga dipintu masuk.


"Oh, silakan melalui lorong ini" jelas satpam tersebut.


Gadis itu pun berjalan dengan berlenggak-lenggok. Dia langsung menemukan ruangan Nico.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk" teriak Nico.

__ADS_1


Dia sedang memeriksa berkas diatas mejanya, melihat kehadiran seseorang, kemudian dia menyingkirkan berkas-berkasnya terlebih dahulu, agar lebih leluasa.


"Hai"


"Eh, hai kamu ya, silakan duduk!" Nico mempersilakannya duduk.


"Kenalkan aku Gladis" gadis itu memperkenalkan dirinya.


"Nico" dia pun berdiri menyalamin Gladis.


Nico membuka laci mejanya dan mengeluarkan kantong plastik pink yang dia bawa tadi pagi.


"Ini" meletakkan kantong tersebut di meja.


"Waah, warna kesukaan ku pink" seru Gladis.


Nico hanya tersenyum saja tanpa berkata apa-apa lagi dan menunggu Gladis segera keluar dari ruangannya


"Maaf, saya masih ada urusan diluar!"


Karena menunggu respon Gladis yang lama, akhirnya Nico mengambil keputusan untuk pergi saja, padahal dia tidak ada jadwal di luar.


"Tunggu, boleh enggak kenalan lebih dekat lagi, dari awal ketemu aku suka sama kamu" pancing Gladis, dia berusaha mengida Nico.


"Maaf, saya sudah punya kekasih!!" Gladis langsung saja memegang tangan Nico, dengan cepat Nico menepisnya.


"Agresif seki orang ini!" Batin Nico.


"Nicoooooo" teriak Fita dari depan pintu, ketika dia sudah menutup pintunya.


Untung saja tidak didengar karyawan diluar sana.


Nico dan Gladis lansung melihat kearah Fita.


Fita pun segera membalikkan badannya untuk keluar, airmatanya mulai menetes.


Fita melihat Nico dan Gladis berciuman, itu yang membuat Fita meneteskan airmata, Fita sangat kecewa dengan kelakuan Nico.


"Fitaaaaaaa tunggu, ini salah paham" panggil Nico.


Fita yang tidak mendengar pun langsung keluar, ketika itu Gladis menahan lengan Nico dan langsung dihempaskan tangan Gladis.


"Keluar kamu dari sini, jangan pernah ganggu saya lagi" Nico menatap tajam ke Gladis, dengan suara kasar.


Gladis yang mendengar hal itu pun sedikit bergidik, dia segera mengambil barangnya dan cepat pergi.

__ADS_1


__ADS_2