
Akhirnya Fita dan Nico membatalkan liburannya.
Diruangan Fita.
"Happy anniversary sayang!" Nico mengucapkannya sambil mengeluarkan sebuah kotak merah kecil dari saku celananya.
"Kamu ingat!" Tanya Fita kedua tangannya membungkus wajahnya.
"Pasti donk, untuk orang spesial ku!" Jawab Nico.
Nico meminta Fita menunjukkan jari manisnya. Kemudian dia memasangkan sebuah cincin yang bermata mutiara warna biru laut yang indah berbentuk love.
Fita memeluk Nico erat dan memcium pipi kiri Nico sekilas dan langsung membuatnya merasa panas dan memerah dipipinya.
"Semoga masalah terbesar kita bisa cepat dilalui ya!" Kata Nico.
"Iya amin!" Jawab Fita.
Fita dan Nico tidak merayakan hari jadi mereka, karena tidak ingin ada yang curiga.
"Fit, nanti aku mau coba kerumah mu ya, ngantar kamu pulang, sembari mau coba ngomong sama mama papa mu soal hubungan kita, kamu siap?" Tanya Nico yang mulai serius.
"Aku enggak tau Nic, aku takut, aku nanti enggak akan bisa bekerja 1 kantor bareng kamu lagi kalau kamu lakukan itu!" Jawab Fita murung.
__ADS_1
"Enggak apa-apa, ada jalan lainnya kog, yang pasti aku harus berjuang dulu mempertahankan kamu gimana pun caranya!" Jawab Nico serius.
Fita merasa takut jika Nico ditolak oleh mama dan papanya, dan terbesar penolakkan ya dari mamanya Fita.
"Ya sudah dicoba saja!" Jawab Fita pasrah.
"Semangat" kata Nico.
Waktu berganti mereka pun sudah siap untuk pulang kerja, Nico pun menunggu Fita diparkiran, melihat Fita yang dari jauh berjalan menuju mobilnya, Nico pun keluar membukakan pintu depannya mempersilakan Fita masuk.
"Kog, Pak Nico pulang sama Fita ya, apa mereka ada hubungan?" Tanya seorang karyawan kepada sesama karyawan yang melihat Fita dan Nico pulang bersama.
"Enggak tau juga, liat Pak Nico sangat memperlakukan Fita lembut, pandangan juga lo!" Mereka berbica sambil berbisik-bisik
"Ah, entah lah, ayo kita pulang, jemputan sudah datang masing-masing" mereka satu sama lain pun berpamitan untuk pulang, ada yang pulang bersama pacarnya, saudaranya, atau pun suaminya.
"Apa dia orang yang Fita cintai ya, apa mereka sudah kenal lama?" Batin Yanto.
"Nic, sepertinya teman-teman tadi berbisik soal kita" kata Fita sambil merasa tidak enak atas pengelihatan teman2nya.
"Sudah enggak apa-apa!" Jawab Nico.
Nico pun menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Sesampainya dirumah Fita, sangat kebetulan sekali kalau saat ini mama Fita sedang berada di teras depan rumahnya, tidak berapa lama papa Fita pun pulang dari kerjanya.
"Tante" sapa Nico.
Mama Fita hanya diam saja tidak ada tanggapan apa pun, hanya muka datarnya saja.
"Om" sapa Nico yang melihat kehadiran papa Fita.
Papa Fita pun memberikan senyum.
Fita merasa takut melihat mamanya begitu terhadap Nico.
"Ayo dulu Nic" tawar papanya Fita.
"Sudah pulang saja, sudah malam!" Usir mama Fita secara halus.
Nico saat itu belum sempat menjawab ajakkan papa Fita.
"Ma, kog gitu?" Tanya papa Fita.
"Ya, kan memang da malam!" Ngotot mama Fita.
"Om, tante maaf, Nico memang mau pulang langsung, permisi" Nico pun berpamitan untuk pulang karena dia tidak enak berada dikondisi ini.
__ADS_1
Fita yang hanya bisa diam saja pun langsung saja masuk ke dalam rumahnya. Segera mandi dan mengistirahatkan tubuhnya.
Bagi Fita hari ini tidak berhasil, apa Nico akan tetap berjuang atau mundur perlahan.