Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
40- Kencan


__ADS_3

Fita sedang berbaring dikasur empuknya, hari ini hari malas-malasan baginya, sambil melihat-lihat chanel youtube hal-hal yang berbau romantis.


"Duhh romantis sekali begitu!" Fita berkata sendiri dalam kamarnya dengan suara pelan.


"Anda Nico begitu ya nanti!" Fita membayangkannya.


"Tetapi bagiku cukup Nico memberikannya perhatian, kasih sayang dan cintanya saja sudah membuatnya bahagia, daripada buket bunga besar begitu, yang dilakukan pria dengan berlutut seperti youtube ini".


Fita membolak balikkan badannya mencari posisi enak tidur yang bagaimana, akhirnya dia pun tertidur, tidak lama tertidur hpnya berdering.


Drettt!


"Aduh siapa si, telepon orang baru mau tidur"


"Hallo" kata Fita yang hanya mengeser jarinya ke warna hijau, lalu menutup mata lagi sambil berbicara dengan mata berat.


"Duhh kebo tidur terus ya" Nico yang menelepon Fita.


"Iih, kamu!" Jawab Fita.


"Malam ini jalan yuk!" Ajak Nico.


"Tapi gimana keluarnya? Masak kamu jemput sini, ketahuan lah kita!" Jawab Fita.


"Sorry ya jadi susah begini kita!" Nico menghembuskan nafasnya pelan.

__ADS_1


"Iya enggak apa-apa resiko kita" jawab Fita yang sangat mengerti kondisi dia sama Nico saat ini.


"Jadi nanti aku naik gojek aja ya ketempat tujuan" kata Fita.


"Iya, sampai jumpa nanti ya ditempat biasa aja!" Jawab Nico.


"Ok" Fita mematikan teleponnya dan melanjutkan lagi tidurnya.


Waktu sudah menunjukan pukul 6 sore menjelang malam, Fita pun bangun dari tidurnya dan bersiap-siap.


"Ma, Fita izin pergi dulu ya mau malam mingggu sama teman kantor!" Fita meminta izin mamanya untuk keluar malam.


"Iya, pulang jangan malam-malam, bukan sama Nico kan!" Hardik mamanya.


Fita pun segera pergi dengan berkata ojek onlinenya sudah dipesan, takut lama menunggu.


Fita pun menuju tempat dia dan Nico berjanjian untuk ketemu.


Nico segera berjalan masuk kerestoran tersebut, menghampirin Nico yang telah datang, Fita melihat sesuatu yang waow!, Fita sedikit terkejut, malu, senang, hampir semua rasa dia rasakan saat ini.


"I-ini aku?" Tanya Fita sambil menunjuk kesebuah lukisan yang terpampang didinding reatoran tersebut dengan kata-kata I LOVE YOU dengan panah menunjuk kesebuah lukisan.


"Iya ini kamu sayang!" Jawab Nico.


Fita sangat bahagia sekali saat ini, dia tidak menyangka, Nico memperlakukannya begitu.

__ADS_1


"Kamu yang lukis?" Tanya Fita sambil membenarkan posisi duduknya.


Orang-orang yang berada disana sangat terkesan dengan cara Nico menunjukkan sayangnya kepada Fita.


Mereka juga memberikan tepuk tangan yang meriah untuk pasangan yang sedang jatuh dalam cinta tersebut.


"Iya ini aku yang lukis, sebenarnya ini lukisan sudah bertahun-tahun tetapi aku simpan saja sebagai kenang-kenangan, ternyata jadi juga buat orangnya yang ku cinta!" Jawab Nico.


Nico sudah menyempurnakan lukisan tersebut dan sangat indah dipandang.


"Makasi sayang!" Jawab Fita.


Nico pun memegang tangan Fita dan mengelusnya sambil tersenyum memandang Fita.


Fita tersipu malu dengan perlakuan Nico, dia benar lebih bahagia, bahkan bukan lebih bahagia tapi sangat bahagia sekarang bisa bersama orang yang benar-benar dia sayangin.


Tiba-tiba Fita murung.


"Mengapa kog tiba-tiba jadi murung?" Tanya Nico yang tadi melihat Fita dengan wajah bahagianya yang dapat membuat Nico merasa tenang.


"Enggak, aku cuma takut jika mama benar-benar sampai kapan tidak memberikan kita restu bersama" jawab Fita.


"Sudah jangan dipikirkan ya, sekarang saatnya kita menikmati kencan kita" Nico membujuk Fita.


Fita pun merasa tenang, dia berusaha melupakan dulu masalah mamanya. Dia harus menikmati malam ini bersama dengan Nico.

__ADS_1


__ADS_2