
Sudah beberapa minggu dilalui Fita dengan kehadiran Cristian, hubungannya dengan Nico selama ini sama sekali belum terganggu, Nico belum pernah bertemu dengan Cristian.
Hari ini Fita dan Nico mengadakan suatu pertemuan dengan kliennya dan mereka akan pulang terlambat, Fita memberitahu mamanya jika dia pulang terlambat dan akan pulang diantar Nico.
Setelah bertemu klien selesai waktu sudah menunjukkan jam 8 malam.
Fita dan Nico bergegas untuk pulang didalam perjalanan pulang mereka bercanda, tawa, sekali-kali saling melempar senyum manisnya, saling memandang, Nico juga sesekali menggenggam jari jemari Fita disertai ciuman ditangannya.
"Nic, sampai kapan ya Kita berada dalam hubungan begini?" Tanya Fita saat mereka masih dalam mobil.
"Sampai kita direstui" jawab Nico tenang.
Fita diam sejenak memandang kedepan.
"Aku enggak yakin Nic!" Murung Fita dengan suara lembut.
"Yakin lah, asal kamu selalu sama aku ya!" Jawab Nico, walau sebenarnya dia juga takut akan hal ini karena mama Fita telah menghadirkan Cristian dalam hidup Fita.
Disaat ini Nico menganggap jika kehadiran Cristian itu bukan pesaingnya tetapi hanya teman Fita, dia berpikiran begitu agar dirinya tidak merasa terbebanin.
Rumah Fita sudah terlihat didepan mata Nico.
__ADS_1
"Sudah mau sampai, pisah lagi kita" kelakar Nico.
"Hm" jawab Fita.
Tetapi Nico melihat sepertinya ada mobil lain bermerk BMW warna hitam parkir didepan rumah Fita. Melihat terus kedepan, Fita mengerti dan dia berkata
"Itu mobil Cristian! Sepertinya dia hari ini baru pulang dari luar negeri dari semenjak pertemuan kami, dia pulang ke negeri asalnya dan mama selalu memintanya datang!"
Nico tampak diam mendengar cerita Fita.
"Ya sudah turun sana, mama pasti nunggu" kata Nico.
"Oh, tentu tidak sayang, aku maunya kamu sama aku terus, tapi kamu masih milik orang tuamu" tersenyum manis Nico.
"Iya deh" jawab Fita.
Nico pun turun membukakan Fita pintu disaat itu pun mama Fita ada keluar dan langsung berkata dengan senangnya.
"Fit, tuch ada Cristian sudah lama sekali dia menunggumu, papa, mama sudah banyak berbicara dengannya, cepat masuk sana!" Terdengar suara bahagia dari mama Fita.
Fita yang mendengar itu hanya memilih diam saja. Sejujurnya Fita malas bertemu Cristian.
__ADS_1
"Kamu cepat pulang sana!" Usir mama Fita.
"Pamit Tante" Nico pun segera pergi dengan perasaan tidak tenang, sedikit perasaan kacau dari Nico yang kehadirannya sama sekali tidak diterima mama Fita.
"mengapa hari pria itu" Batin Nico yang tentunya sedikit merasa cemburu, walau selama ini sudah ditahanya rasa itu.
Bagi Nico saat ini lebih baik, karena Fita masih bisa terlihat bersama dengannya dalam kondisi mama Fita mengetahuinya dan tidak marah-marah seperti dulu. Tidak melarang Fita menemuinya atau hanya sekedar jalan.
Nico tentunya hanya seorang manusia, dia bukannya tidak cemburu mendengar, melihat keluarga Fita sangat menerima kehadiran Cristian.
"Aku harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan mu!" Batin Nico, disepanjang perjalanan Nico memikirkan bagaimana cara dia untuk lebih dekat dengan keluarga Fita, saat ini saja dia hanya bisa mengantar sampai depan rumah. Apalagi ingin mengobrol itu pun tidak bisa dilakukannya.
Nico banyak melamun didalam mobil sambil menyetir.
Ciiitttttt!
Bunyi rem mobil Nico.
Tiba-tiba Nico kaget, dia menekan remnya dengan kekuatan penuh, kemudian Nico tidak sadarkan diri, terjadilah kecelakaan tunggal.
Terlihat darah mengalir dari pelipis kanan kepalanya.
__ADS_1