
Fita dan Nico kini sangat berbahagia karena mereka dapat menuntaskan rasa mereka sudah dipendam sangat lama, disemasa mereka kuliah. Mereka juga tidak memberitahu siapapun soal hubungan mereka. Diam-diam mereka menjalin hubungan, tidk mengumbar diluar sana.
"Kakak, kenapa senyum-senyum sendiri" tanya Fero, saat melintas depan kamar Fita yang tidak terkunci melihat Fita tersenyum sangat bahagia, padahal Fero tau baru kemarin lalu Fita terlihat murung.
"Enggak ini ada yang lucu loh, chatnya" jawab Fita bohong, padahal dia sedang chattingan bersama Nico yang sekarang sudah menjadi kekasihnya.
Fero pun segera berlalu saja meninggalkan Fita.
Fita pun tidak memberitahu kepada Siska, jika Siska mengetahuinya pasti dia akan sangat senang, tetapi karena belum kesiapannya, Fita tidak ingin memberitahu siapa-siapa dulu.
Sama halnya Nico, dia juga tidak memberitahu siapa-siapa, padahal dia sangat ingin bercerita dengan mamanya, hanya Fita memintanya jangan memberitahu mamanya.
Dikantor Fita menjalinnya seprofesional mungkin dan sama seperti biasanya, agar tidak ada yang curiga terhadapnya, selama ini saja teman kantornya tidak ada yang tau jika sebelumnya Fita dan Nico memang sudah saling mengenal.
Fita ingin masuk dalam sebuah lift dan terlihat juga Nico yang mengejar lift tersebut sebelum tertutup. Fita yang melihat Nico saat ini merasa sangat deg-degan, jantungnya terasa mau dicopot, sama juga Nico merasa detak jantungnya sangat kuat.
Mereka terdiam sesaat karena belum terbiasa dengan hubungan mereka.
__ADS_1
"Pagi sayangku" goda Nico.
"Apaan sih!" Jawab Fita sambil mencubit pinggang Nico, karena dalam mereka hanya berdua jadi mereka bebas saja.
Nico merasakan sakit pun meliukkan badannya, dan Nico pun mencuri cium dibibir Fita sekilas.
Fita pun langsung menutup mulutnya dan ketika lift dibuka dia pun langsung berlari keruangannya.
Dia sangat merasa malu, dan jantungnya benar-benar berdetak kencang.
Tetapi Nico senang, dapat berbuat hal begitu terhadap Fita, dia berhasil mengusilin kekasihnya. Nico merasakan sangat beda saat bersama Fita saat ini dibanding waktu dengan Meilita, jadi apa yang dikatakan Meilita memang ada benarnya bagi Nico.
Sesampai diruangannya Nico segera menghubungin Fita dengan mengirimnya pesan Whatsapp.
"Maaf ya tadi tapi aku bahagia" kata-kata yang Nico tulis ke chatnya.
Fita segera melihat pesan masuknya dan langsung membukanya dengan cepat.
__ADS_1
"Enggak apa-apa, anggap aja hadiah buatmu!" Jawab Fita, dengan mengirim balasannya, dan memberikan emoticon cium dan hati untuk Nico.
Nico yang melihatnya makin semangat.
"Sudah Pak, saatnya kerja, hari ini anda ada meeting" balas Fita lagi menjadi seperti bahasa Formal.
"Baiklah Bu" jawab Nico lagi.
Mereka masing-masing mulai meletakkan hpnya dan mulai bekerja dengan serius.
Nico dan Fita menjadi seperti anak kecil yang baru mengenal cinta.
Kasih mereka kini kian kuat, membuat mereka melupakan segala masalah dulu untuk beberapa saat.
Nico berpikir mengapa dulu dia sangat lambat dalam menyatakan perasaannya, ternyata baginya berada diorang yang tepat sangat membuatnya merasa nyaman, hidupnya pun kian semangat.
Fita yang berada diruangannya masih meraba bibirnya, tidak menyangka first kissnya diambil juga sama Nico. Memikirkannya membuat wajah Fita memerah seperti udang rebus, kedua pipi seperti diberi blush on. Fita tidak menyangka Nico akan sejahil itu dikantornya ini.
__ADS_1