Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
71. Ternyata


__ADS_3

Mama dan papa Fita sangat terkejut karena yang berada diruangan itu adalah keluarga Nico dan yang berbaring disana adalah Nico.


"Jadi yang mendonorkan ginjalnya adalah Nico?" Tanya mama Fita.


"Hm" mama Nico tersenyum.


"Iya yang mendonorkan ginjalnya adalah Nico, awalnya aku tidak setuju, hanya saja Nico memaksaku, dia sangat mencintai Fita, dia juga menunjukkan aku kondisi Fita, aku juga tidak tega melihat Fita, akhirnya aku memberikannya izin" mama Nico memandang kearah Nico yang masih memenjamkan matanya.


*****


3 hari lalu pada saat Fita kecelakaan.


Nico mendapatkan kabar jika Fita kecelakaan dan mengalamin kerusakkan ginjal, Nico menunggu hingga waktu pulang kerja, karena saat itu dia tidak bisa langsung pergi, dia berpikir orang tua Fita pasti sedang kacau saat itu, dia tidak ingin membuat ricuh.


Nico pulang dulu kerumahnya, dia memberitahu mamanya, dan mamanya sangat terkejut mengetahui kondisi Fita.


Pada saat itu juga Nico memohon kepada mamanya untuk memberikan dia izin untuk mendonorkan ginjalnya untuk Fita.


"Ma, Nico mohon dengan mama, mungkin dengan cara ini Nico bisa bersatu dengan Fita, tetapi jika tidak pun Nico ikhlas, cukup ginjal Nico menemanin Fita, yang penting Fita masih bisa hidup, Nico masih bisa mengetahui keadaannya sudah cukup ma" terang Nico dengan wajah yang sangat memohon kepada mamanya, wajah frustasinya.


Mamanya berpikir sangat lama, akhirnya mamanya menyetujuinya. Mamanya sangat kasihan terhadap hidup Nico yang selama ini menyendiri karena kepergiaan Fita keluar negeri, apa bila sampai Fita meninggalkan dunia ini, mungkin Nico akan sangat depresi itu yang mamanya takutkan.


"Iya mama setuju, soal papa mu biar mama yang memberitahu!" Jawab mama Nico.


"Mama juga jangan pernah menyalahkan siapa pun atas keputusan Nico ya, apa bila terjadi sesuatu juga dengan Nico!" Nico

__ADS_1


Mamanya hanya menganggukkan kepalanya, mamanya juga sebenarnya sangat cemas dengan keputusan Nico.


Disaat Nico dan Fita menjalankan pendonoran ginjal diruang operasi, keluarga Nico sudah menunggu diruang rawat inap yang memang disediakan untuk Nico.


Mereka juga menunggu dengan cemas ketika sudah selesai operasinya mereka juga kaget atas kabar yang mereka terima jika Nico mengalami kondisi lemah setelah operasi selesai, hingga saat ini pun Nico tidak sadarkan diri, walau ada peningkatan sedikit.


*****


Mama Fita yang mendengar cerita mama Nico merasa bersalah, karena selama ini selalu mengacuhkan Nico.


"Cristian juga disini?" Tanya mama Fita ketika baru sadar keberadaan Cristian.


"Iya tante, sekarang aku pacarnya Zelfi anak tante Sonia!?" Terang Cristian.


Papa Nico dan papa Fita pun berjabat tangan, mereka memilih untuk keluar saja dari ruangan tersebut, biarkan para istri mereka menyelesaikan masalahnya.


"Chintia, maafkan aku sudah membuat anakmu begini" kata mama Fita lebih lembut.


"Tidak Sonia, tidak ada yang perlu disalahkan, ini memang kemauan Nico" jawab Chintia mamanya Nico sambil tersenyum.


Mama Fita mendekat melihat lebih dekat keadaan Nico, Nico yang terbaring dengan tampannya.


Keluarga Nico juga sangat cemas dengan keadaan Nico yang tidak sadar-sadar.


Dokter dan suster berjalan masuk keruangan Nico, untuk memeriksa ulang kondisi Nico.

__ADS_1


"Bagaimana dok?" Tanya papa Nico, yang sekarang berada diruangan juga setelah melihat dokter datang.


"Lebih membaik, semoga pasien cepat sadar!" Kata dokter tersebut.


Semua yang ada didalam senang mendengarnya.


Dokter pun setelah itu pergi dari ruangan Nico.


Kemudian papa Fita mendekat ke Nico, setengah berbisik dengan Nico.


"Cepat sadar, kalau tidak Fita akan dijodohkan dengan lelaki lain, sedangkan jodohnya masih berbaring disini!"


Semuanya yang disana dapat mendengarnya, mereka pun tertawa.


"Iya Nico bangunlah, tante restui kalian!" Tambah mama Fita. Mama Fita hanya ingin dapat berterima kasih dengan Nico karena telah menyelamatkan nyawa Fita.


Mama Nico senang mendengarnya, walau dia melihat diraut wajah mama Fita masih menyimpan luka.


"Harus ku perbaiki" batin mama Nico.


Nico sedikit memberi respon, jarinya bergerak. Zelfi yang melihatnya pun berteriak.


"Kak Nico, bergerak jarinya" Cristian langsung membungkam mulut Zelfi karena suaranya terlalu nyaring.


Semua terkekeh melihatnya, ditambah lagi respon Nico yang membuat mereka bahagia.

__ADS_1


__ADS_2