
Fita kini telah pulang kerumah orang tuanya, begitu pula Nico, juga telah pulang kerumah orang tuanya, dari semenjak ia tau jika orang tuanya punya masa lalu yang tidak baik dengan mama Fita, dia binggung harus bagaimana, cuma prinsipnya dia hanya berteman, tetapi hati kecilnya tidak bisa berbohong jika ia menyayangin Fita.
Fita sedang berjalan bersama Rendi menuju kelasnya, Nico tidak sengaja melihatnya dari kejauhan, "semoga lo selalu bahagia" batin Nico mengarahkan pandangannya ke Fita.
Nico berpikir bahwa ia harus mulai move on atas Fita, menjalanin hidup dia, dia juga takut menyakitin perasaan mamanya jika ia memaksa bersama Fita.
"Mau kemana Ren??" Tanya Fita.
"Ayo ikut gue saja!" Kata Rendi sambil menarik tangan Fita agar berjalan lebih cepat.
Rendi membawa Fita ke taman, Rendi ternyata telah menyiapkan Fita sebuket bunga mawar merah yang cantik dan segar, Rendi memesan buket bunganya dari teman kampus di kelas lain, dan memintanya membawa ke taman, sesuai waktu yang di tentukan.
Fita sangat bahagia, dia terharu dan dia juga melihat ada tulisan di sebuah bangku taman, bertuliskan "I LOVE YOU FITA".
Fita sampai tidak bisa berkata apa-apa dia hanya sangat menganggumi Rendi yang begitu menyiapkan untuknya.
__ADS_1
"Ini bukti gue sangat sayang sama elo" kata Rendi.
"Makasi, lo sangat baik ke gue" jawab Fita.
Siska yang menyaksikan hal tersebut sangat ingin di perlakukan begitu juga, Siska berharap Ferdi mau berbuat untuknya.
"Beb, kapan lo begitu seperti Rendi buat Fita?" Tanya Siska.
"Tanpa hal-hal romantis gue selalu menyayangin bebeb ku ini" kata Ferdi sambil menjewerkan tangannya dihidung Siska.
Mereka pun diam menonton hal selanjutnya apa yang akan terjadi lagi.
Perlakuan Rendi pun membuat Fita balik tulus menyayangin Rendi, Rendi selalu buat Fita bahagia dan tidak terhalang restu orang tuanya, dukungan orang tuanya yang ia cari.
Berita bahwa Rendi memberikan sebuket bunga mawar untuk Fita menjadi gosip dikampusnya, dan terdengar oleh Nico.
__ADS_1
Nico pun senang mendengarnya dan tidak salah Fita memilih Rendi baginya.
"Fit, bahagianya jadi elo, diperlakukan begitu sama Rendi, nampaknya dia sangat menyayangin elo ya" tanya Siska ketika bertemu di kelas dan di dalam kelas tidak ada Rendi.
"Gue bahagia Sis, gue sudah benar-benar untuk hubungan ini, kemarinnya gue masih ragu, walau gue menerima Rendi sebagai kekasih gue, karena hati kecil gue tidak bisa di pungkirin ada orang lain didalamnya dan harus gue buat mulai saat ini Sis" jawab Fita.
"Siapa Fit??" Tanya Siska.
"Lo tau Sis siapa orangnya, waktu liburan kemarin kami sempat bertemu dan dia berterus terang soal perasaannya, walau gue senang tapi gue tetap milih Rendi, lagian orang tua gue juga gak akan terima jika gue serius bersama orang itu" cerita Fita dengan suara sedikit pelan agar tidak di dengar oleh teman-teman lainnya.
"Nico" Siska coba menerka
"Hmm, gitu lah" kata Fita enggan menjawab lagi.
"Rendi kemana Fit? Tanya Siska.
__ADS_1
"Enggak tau Sis, dari tadi keluar sampai sekarang belum masuk" jawab Fita.
Rendi yang di luar sana tengah berada di pojok tangga, karena orang tuany menelepon dan memberitahu hal penting, tetapi menyiksa untuknya, dia berpikir harus menyakinkan orang tuanya, sebelum memutuskan mana baiknya.