Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
58- Mengejar Cinta Zelfi


__ADS_3

Zelfi hari ini sedang berada dikampusnya, dia sedang bercanda dengan beberapa orang temannya.


"Zelfi sepertinya kamu sedang jatuh cinta" goda salah 1 temannya yang bernama Nia.


"Apaan sih? Enggak loh, siapa juga mau sama aku!" Zelfi merendahkan dirinya sendiri.


"Tuch yang dibelakang mu" Nia menunjuk secara diam-diam kearah seorang teman laki-laki yang berada dikelas mereka.


"Hanya teman itu!" Jawab Zelfi ketika menoleh, arah jari Nia menunjuk.


Zelfi tidak tertarik untuk berpacaran dengan orang 1 kampusnya. Karena dia takut akan kejadian seperti yang dialami oleh Fita.


Fita pernah bercerita ke Zelfi dulu waktu masih 1 kampus dengan Nico, apa saja yang dia alami, sehingga itu menjadi pelajarannya.


Zelfi tidak kuliah dikampus yang sama dengan Nico dulu, dia mengambil kampus favoritenya. Dengan mengambil jurusan akutansi.


Tidak terasa jam pulang kampus untuk Zelfi telah didepan mata.


Zelfi pun segera berjalan keluar, berniat untuk memesan ojek online.


Tetapi dari kejauhan dia melihat sosok yang ia kenal selama ini selalu chat sama dia.


"Kak Tian" batin Zelfi.


Zelfi pun berjalan mendekati Cristian.


"Eh, hai" sapa Cristian gugup.


"Kog tau Zelfi kuliah disini?" Tanya Zelfi heran.


"Hm, itu karena aku menanyakannya sama Fita" jawab Cristian sedikit malu-malu.

__ADS_1


Cristian seperti seorang bucin (buta cinta jaman sekarang).


"Lalu buat jemput aku gitu" tanpa basa basi langsung saja Zelfi mengatakannya.


"Iya" jawab Cristian lebih tenang.


"Kalau aku enggak mau bagaimana?" Tanya Zelfi dengan berpura-pura enggan ikut dengan Cristian.


"Aku enggak makan orang kog, aku masih makan nasi, jangan takut aku!" Kata Cristian sambil membuat mimik muka yang lucu.


"Hahahaa, lucu kamu" langsung saja Zelfi berjalan kearah mobil Cristian dan menduduki kursi penumpang.


"Ayo jalan" teriak Zelfi ketika Cristian masih saja terdiam melihat tingkah Zelfi.


"Mau kemana?" Tanya Zelfi.


"Rahasia" jawab Cristian bercandakan Zelfi.


"Kita ketempat yang bisa buat penat mu hilang ya" bujuk Cristian.


Zelfi memandang heran kearah Cristian dalam hati Zelfi berkata "kemana dia akan membawaku pergi?".


Tidak lama dari perjalanan, mereka sampailah disebuah taman, Zelfi sangat senang, karena udara disana masih sangat segar, pohonnya rindang menambahkan suasana sejuk disana.


"Zelfi, ak-u, aku" ucap Cristian terbata-bata.


Zelfi memandang heran Cristian.


"Mau enggak jadi pendampingku" ucap Cristian secara cepat.


"Hahahaahha" Zelfi tertawa melihat tingkah Cristian yang mengucapkan sambil menutup matanya, seperti orang takut dan bersalah.

__ADS_1


"Zelfi" ucap Cristian lagi membuka matanya dan melihat kearah Zelfi.


"Hmm" jawab Zelfi


"Ulangin lah!" Perintah Zelfi.


"Aku enggak pandai basa basi Zel" kata Cristian.


"Iya, aku enggak jelas tadi" ini memang Zelfi mengerjai Cristian.


Cristian gusar menunggu jawaban Zelfi.


Dia enggak tau harus bagaimana lagi, perasaan dia takut dan gugup.


"Zelfi" panggil Cristian, meraih tangan Zelfi, menggenggamnya.


"Mau kah jadi pendamping ku?" Tanya Cristian yang kedua kali.


"Tapi" kata-kata Zelfi terputus, Zelfi tau tentang Cristian dan Fita.


"Bagaimana hubungan mu dengan kak Fita, perjodohan kalian?" Tanya Zelfi mulai serius.


Memandang dalam kemata Zelfi, kemudian Cristian berkata


"Bukan halangan bagi ku, sekarang yang ngisi hati ku itu kamu dan ini hidup ku, aku memang sangat menyayangin orang tua ku, tetapi bukan berarti harus mengikutin semuanya, dan lagian Fita juga milik Nico, Fita dan Nico saling mencintai!" Ucap Cristian secara tegas.


"Hm" ucap Zelfi.


"Percaya padaku" Cristian menyakinkan Zelfi.


Zelfi tanpa terus berpikir, bagaimana dia terhadap Cristian.

__ADS_1


__ADS_2