Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
70. Siapa Pendonornya?


__ADS_3

Fita sudah dikembalikan keruangan rawat inapnya semua, semua yang datang sudah berkumpul disana.


"Fit, cepat bangun ya, Gio mau loh main sama elo lagi, dia nanya Tante Fitanya kemana kog enggak datang lagi lo!" Ucap Siska sambil mengalir airmatanya.


"Lo kangen kan pasti sama Giovano, anak cuek itu bisa bilang kalau dia kangen elo itu suatu keajaiban bagi kami, ayo lo juga bangun jadi lah keajaiban buat kita semua yang disini, buat orang tuamu!" Tangis Siska kian pecah.


"Sudah sayang, biar Fita istirahat ya, Fita baru mengalami hal yang panjang dihidupnya" Ferdi menenangkan istrinya, dia juga sangat sedih melihat istrinya sangat merindukan sahabatnya.


Orang tua Fita pun duduk diam, terus berdoa dalam hati mereka agar Fita cepat membuka matanya.


Hari sudah menjelang malam, orang tua Fita pun sudah pulang kerumah untuk istirahat.


Siska dan Ferdi pun sudah pulang kerumah, hanya tinggal Fero saja yang menjaga Fita.


"Kak, cepat bangun lah!" Panggil Fero kepada kakaknya yang berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup didepannya.


"Kakak, pasti kuat jangan tinggalkan kami ya" ucap Fero, tidak terasa pun airmatanya mengalir.


Malam ini Nico tidak datang untuk menemanin Fita lagi.

__ADS_1


*****


Paginya dirumah sakit, sudah hari ketiga Fita juga belum sadarkan diri.


"Bagaimana nak, apa kakak mu ada memberikan respon?" Tanya papanya.


Fero hanya mengeleng-gelengkan kepalanya, memberi tanda jika Fita belum ada sedikit respon pun.


"Bagaimana dok, anak saya kog belum sadar juga?" Tanya mama Fita ketika melihat dokternya sudah memasuki ruang rawat inap Fita.


"Mungkin ini ada efek dengan benturan yang terjadi dikepala pasien, sehingga membuatnya lama untuk sadar, tetapi ketika kami Ct scan hasilnya baik, saat ini kita hanya bisa menunggu saja, kami sudah berusaha yang terbaik untuk pasien!" Kata dokter tersebut.


"Baik dok" jawab sang suster.


"Dok, bisa kami bertemu dengan pendonor ginjal anak saya?" Tanya papa Fita.


"Oh, bisa pak, saat ini kondisi pasien mengalamin sedikit peningkatan" kata dokter tersebut.


"Keluarga pasien juga sedang berada di ruang rawat inapnya" timpal suster yang berada samping dokter tersebut.

__ADS_1


Orang tua Fita berpikir, mereka harus segera pergi melihat sang pendonor dan berterima kasih, karena sudah menyelamatkan nyawa anaknnya.


"Fero, jaga kakak mu dulu ya, mama dan papa mau mengunjungin orang yang mendonorkan ginjalnya kepada kakak mu!" Terang papanya.


"Iya pa, nanti kasih tau Fero ya pa, siapa pendonornya, Fero juga ingin berterima kasih karena sudah menyelamatkan nyawa kakak Fero!" Ucap Fero yang merasa terharu dengan orang yang rela mendonorkan ginjalnya dengan suka rela.


Mereka pun menuju ruangan ya ditunjukkan oleh suster.


Tok! Tok! Tok!


Papa Fita mengetuk ruangan tersebut dan mereka pun langsung memasuki ruangan tersebut.


Semua yang didalam ruangan itu pun langsung melihat kebagian depan pintu, penasaran dengan siapa yang datang.


"Kamu" mama Fita terkejut melihat kearah pasien.


"Loh!" Seru papa Fita.


"Om, Tante" sapa seorang dari mereka yang lagi berada diruangan pasien.

__ADS_1


Orang-orang yang berada diruangan sang pendonor tersenyum kearah orang tua Fita, hanya orang tua Fita yang tidak menyangka orang yang mereka temui adalah orang yang sudah lama mereka kenal.


__ADS_2