
Nico berusaha menyakinkan Fita bahwa mereka hanya berteman apa itu salah.
Tetapi bagi mama Fita itu mutlak salah, maka Fita harus benar-benar tidak berteman dengan Nico.
Nico pun bercerita jika dia sudah mengetahui masalah mamanya dan mama Fita, sedangkan mama Nico tidak mempermasalahkan hubungan pertemanan mereka, bagi mama Nico itu masa lalu mereka, tidak ada bersangkutan dengan anak mereka.
Mama Nico selalu mendukung Nico berteman dengan siapa saja, yang penting itu hal positif.
"Fit, kita ini satu kampus enggak mungkin enggak ketemu?" Kata Nico.
"Tetapi anggap saja lo enggak mengenal gue itu lebih baik" jawab Fita tegas.
"Mana bisa gitu, sekarang gue sudah kenal lo kurang lebih 1 tahun" kata Nico.
"Bisa, pokoknya anggap kita tidak berteman, gue enggak mau buat mama gue sakit hati hanya karena guuhe nekad berteman sama elo, dan jangan berteman juga dengan Fero" kata Fita.
"Tetapi"
"Sudahlah tidak ada tapi-tapi, jauhin gue, ingat kata gue anggap kita enggak saling kenal" kata Fita ketika Nico belum selesai menjawab Fita tadi.
__ADS_1
Fita benar-benar ingin Nico melupakannya, dia hanya ingin menjaga perasaan mamanya, dia sangat menyayangin mamanya.
Fita segera meninggalkan Nico, dia pun menunggu Fero untuk pulang bersama.
Di parkiran, disana Siska menghampirinya,
"Apa yang terjadi sama kalian" tanya Siska yang pada saat itu sedang ditemanin Ferdi.
"Seperti yang gue ceritakan kemarin, mama gue melarang gue berteman dengan Nico, hanya sekedar berteman saja enggak boleh" kata Fita.
"Egois mama lo" kata Ferdi tanpa pikir apa Fita akan tersinggung apa tidak.
"Jaga bicara elo, mama gue itu punya masa lalu yang belum bisa dia terima atau pun lupakan" kata Fita sedikit lebih keras.
"Sudah lah Sis, Fer, anggap aja masalah ini sudah lewat, gue juga sedih enggak bisa lagi kalau mau kumpul bareng Nico, gue memutuskan, meminta Nico mengganggap kami tidak saling kenal saja demi memjaga perasaan mama ku" jawab Fita.
"Lo juga egois Fit, enggak mengerti jika Nico tulus sama elo" kata Ferdi membuat Fita binggung, tetapi Fita tidak perduli.
"Gue juga enggak mau begitu, tetapi ini pilihan gue" jawab Fita tegas.
__ADS_1
"Sudah ya gue duluan tu Fero sudah ada" kata Fita sambil melangkah pergi meninggalkan kedua sahabatnya.
Fita dan Fero pun segera pulang kerumahnya.
Siska menjelaskan kepada Ferdi masalah mama Fita dan mamanya Nico, membuat Ferdi sedikit mengerti tetapi bagi Ferdi hal tersebut tetap egois.
Orang tua yang punya masalah tetapi anaknya yang kena.
"Fero, bagaimana kakakmu masih berteman atau bertemu Nico, jika masih Kaliaan berdua pindah kuliah" kata mama Fita, fita yang saat itu sedang berjalan masuk ke kamarnya pun masih sama-sama terdengar olehnya.
Fita kaget mengapa mamanya benar sampai ingin kuliahkan mereka tempat lain
"Enggak ma, mereka sudah End" jawab Fero.
"Benar itu Fita" tanya mamanya.
"Hm, iya ma!" Kata Fita.
Mama Fita pun sedikit senang mendengar jawaban anaknya.
__ADS_1
Pagi ini di kampus, Fita telah sampai dan ingin pergi ke kelasnya, di jalan menuju ke kelasnya dia berpapasan dengan Nico, Fita benar-benar menujukan hal seperti tidak mengenal Nico.
Melihat Fita memperlakukannya begitu, membuat Nico merasakan sakit sesaat didadanya, dia tidak ingin hal itu terjadi.