
Tiba-tiba saja Fita yang kini berada ditaman sedang tersenyum sendiri melihat hpnya.
Ternyata Fita sedang chatting dengan Dito.
Dito ingin menghibur Fita dalam kondisi Fita saat ini, dia tau Fita dalam kondisi sedih itu pun karena Siska yang memberitahunya.
"Fita lagi apa?" Chat Dito.
"Lagi ditaman ini" balas Fita.
"Ditaman pasti lo paling cantikkan"
"Iih, apaan si gak lucu" balas Fita karena gombalan Dito.
Setidaknya membuat Fita tidak merasa sendiri, karena pun saat ini Siska lebih sering ke Ferdi.
Disisi lain Siska sedang bersama Ferdi, dia menceritakan hal yang menimpa Fita.
Ferdi pun berpikir ini peluang bagi Nico untuk mendapatkan Fita.
"Bro, Fita sudah putus dari Rendi, lo dekatin lagi gih, jangan kasih lepas lagi" kata Rendi ke Nico ketika sudah bertemu Nico.
"Iya Nic, kasian Fita" kata Siska.
"Memang Fita kenapa bisa putus dari Rendi, kemarin saja gue lihat mereka sangat bahagia bersama, Fita terlihat menyayangin Rendi?" Tanya Nico.
"Rendi dijodohin sama orang tuanya dengan cewek lain dan sekarang dia di luar negeri melanjutkan kuliahnya!" Kata Siska.
Nico yang mendengar hal tersebut merasa tersentak, dia sakit, karena Fita saat ini tidak dalam kondisi bahagia, sedangkan dalam dirinya dia sudah berjanji akan sedikit menjaga jarak dengan Fita, walau dihati kecilnya berkata ini kesempatan baginya untuk mendapatkan Fita, tetapi Nico takut akan hal yang dikatakan pamannya, akan dapat memperburuk hubungan mamanya dengan mama Fita.
Nico pun segera menemui Fita, dia mencari kekelas Fita tidak ada, dan dia tau Fita sangat senang untuk ketaman, dia pun menuju kesana dan menemukan Fita tengah tersenyum ke layar hpnya.
"Hayo! Senyum sama hp gila ya" goda Nico yang mengagetkan Fita dan Nico langsung mendapat 1 kali cubitan dari Fita.
"Aduhhh! Sakit Fit, ampun cubitan mu itu loh pedes" jerit Nico.
"Salah siapa ngagetin, untuk hp ini gak gue lempar, sampai gue lempar dan rusak lo ganti" kata Fita geram.
__ADS_1
"Boleh, nanti gue belikan 1 counter mau!" Jawab Nico.
"Gaya lo!" Kata Fita sambil tersenyum.
"Nah gitu donk cantik" kata Nico karena melihat Fita tersenyum.
"Lo udah gak kenapa-napa ya?" Tanya Nico.
Fita heran dan berkata "kenapa memang?" Dia bertanya kembali ke Nico.
"Sudah gak sedih?" Tanya Nico.
"Enggak kog, tenang aja lihat ini" Fita menujukan deretan gigi depannya dengan senyum yang lebar.
"Good" kata Nico sambil mengcubit pipi Fita.
"Nicooo" teriak Fita dan Nico langsung melepas cubitannya.
Fita pun lupa akan chatnya bersama Dito, ketika Nico bertanya lagi kenapa Fita senyum melihat hpnya, dia baru teringat belum membalas pesan chat dari Dito.
Nico yang melihat Fita sedang chattingan dengan Dito pun berpikir, apa mungkin mereka selalu berhubungan.
"Enggak, sesekali aja, Dito sibuk disana, katanya dulu gak mau ganggu cewek orang, hehe" jawab Fita sambil ketawa sedikit.
"Oh" kata Nico.
Nico mengajak Fita untuk makan, tetapi Fita tidak mau, karena barusan juga dia memakan roti yang dia beli dikantin kampusnya sebelum ke taman.
***
Beberapa minggu telah berlalu dari putusnya Fita dan Rendi.
Nico dan Fita pun kembali lebih dekat, tetapi mereka hanya berteman, Fita belum pernah bercerita tentang mamanya dan mama Nico, begitu juga sebaliknya.
Fita kini lebih fokus kepada pelajaran di kampusnya, dan Siska yang juga kini lebih banyak bersama Fita, walau sesekali meninggalkan Fita karena selalu saja Siska mementingkan Ferdi, tetapi Fita tidak masalah akan hal tersebut karena sudah kebiasaan baginya.
Fita lebih bahagia, dia tidak memikirkan lagi soal Rendi, dia selalu memberi sugesti untuk dirinya sendiri, masa depannya lebih penting.
__ADS_1
Tiba-tiba saja hp Fita bergetar, dia tidak mengaktifkan suara hpnya, kini ia ada dalam kamarnya. Fita melihat itu nomor telepon asing dan dari luar negeri. Lalu dia coba untuk mengangkatnya.
"Halo" sapa pria diseberang telepon sana.
"Fita, apa kabar, gue kangen sama elo" kata pria tersebut.
"Halo, ini Rendi ya, gue baik kog, elo gimana" tanya Fita.
"Gue kangen sama elo, maaf selama ini tidak menghubungin elo, maaf untuk kejadian tersebut, dari semenjak hari itu, gue terlalu takut untuk menyakitin elo lagi, gue sempat frustasi akan hal ini" kata Rendi.
"Sudah lupain aja, anggap kita tidak pernah mengalaminya dan kita putus baik-baik, lo juga jangan terlalu memikirkannya" kata Fita.
"Iya Fit, gue juga lagi belajar ikhlasin kog" jawab Rendi dan tersenyum sendiri disana.
"Sip, gitu donk! Kita selalu akan jadi teman ya" kata Fita untuk menyemangatkan Rendi.
"Tunanganmu mana boleh gue bicara sama dia, kalau dia ada disana?" Kata Fita.
"Ada, ini dia samping gue, gue juga sudah ceritain hubungan kita yang dulu dan dia mengerti, dia paham, dan dia yang meminta gue menghubungin elo, katanya takut elo masih bersedih" jawab Rendi.
"Iya gpp, sini gue mau ngomong!" Kata Fita.
Rendi pun memberikan hpnya terhadap tunangannya, tunangannya pun menerimanya, gadis tersebut sangat lah baik, anggun dan lemah lembut, tidak mempunyai hati untuk menyakit orang lain, karena dia pernah merasakan sakit seperti Rendi dan Fita alami.
"Hai, gue Jesicca" kata tunangan Rendi menyapa Fita.
"Eh hai, gue Fita" jawab Fita sedikit gugup karena takut membuat salah paham diantara mereka.
"Maaf ya, gue izin tetap berteman dengan Rendi, karena Rendi sangat tulus ke gue, gue gak bisa lupakan, tetapi gue ikhlas Rendi sama elo, dan gue berdoa untuk kalian selalu langgeng bersama hingga kakek nenek, dan kalian nikah undang gue ya" kata Fita.
Jesicca yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum, dia merasa Fita orangnya sangat berlapang dada.
"Iya enggak apa-apa kog, gue tau, dan gue juga gak menglarang kalian untuk berteman, gue juga mau berteman sama elo, maaf juga karena pertunangan kami, membuat elo jadi kecewa terhadap Rendi" kata Jesicca, Rendi senang kedua gadis tersebut sepertinya bisa menjadi teman, dan membuat Rendi menjadi sedikit lega.
"Iya makasi ya, lain kali kita bertemu ya, jika elo sama Rendi pulang" kata Fita.
"Pasti kog" jawab Jesicca senang.
__ADS_1
Fita merasakan hatinya senang karena Rendi benar mendapatkan wanita yang sangat baik. Dia berharap semuanya akan selalu bahagia dan dapat melalui segala rintangan hidup yang ada ini.
Rendi sudah merasa lega karena mengetahui jika Fita kini ikhlas dengan pertunangannya, walau dia sangat menyayangin Fita dihati kecilnya, dia berusaha untuk menerima Jesicca didalam hatinya, karena sedari kecil mereka juga telah berteman.