Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
44- Pesta Pernikahan Siska Dan Ferdi


__ADS_3

Hari ini adalah pesta pernikahan Siska dan Ferdi, tetapi Nico dan Siska masih bekerja dikantor, syukurnya hari ini pekerjaan mereka tidak terlalu sibuk.


"Sayang jadi pergi enggak kita" kata Fita yang kini keruangan Nico.


"Kalau enggak aku sama orang lain ya" canda Fita.


Nico kelihatan tidak suka.


"Kamu pergi sama siapa?" Tanya Nico.


"Sama Pak Bos ku lah, siapa lagi!" Sambil tersenyum menatap Nico dan mengoda Nico.


Nico yang tadi nampak tidak suka kini raut wajahnya menjadi senang.


"Jadi, mamamu sudah mengizinkannya?"


Fita mengangguk, menandakan iya untuk pertanyaan Nico.


Nico pun segera memeluk Fita.


"Hei, hei, lepas ini kantor!" Fita terasa sesak dan tidak nyaman.


"Hehe, lupa?" Jawab Nico dengan tercenggir.


"Tempat acara lumayan memakan waktu, kita pergi lebih awal aja!"


"Lalu kantor kan belum tutup" kata Fita.


"Kita pulang awal, dijam kedua, ok!" Jawab Nico.


Fita senang, dia pun segera keluar dari ruangan Nico dan segera memberitahu yang lain jika hari ini pulang setengah hari kerja saja karena bosnya ada urusan.


"Tumben bos kasih pulang awal ya, biasanya enggak!" Tanya Yanto ke Fita.


"Enggak tau" jawab Fita karena Fita masih menutup kedekatan mereka.


"Jalan yuk Fit!" Ajak Yanto.


"Maaf, Yanto, hari ini teman ku nikah jadi aku harus pergi" jawab Fita.


"Sama siapa, aku temanin ya" Yanto bermaksud baik.


"Tidak perlu, aku sama adik ku kog!" Jawab Fita menyakinkan Yanto.


Semua kini bersiap untuk pulang "enaknya bisa pulang awal" kata seorang staff Nico.


"Sering-sering malahan" jawab salah satunya.


Nico yang mendengar pembicaraan rekan kerjanya hanya bisa tersenyum.


Fita dan Nico akan berangkat bersama dari rumah Fita sekitar jam 3 sore dan acara pestanya jam 5 sore.


"Tunggu aku ya, dandan yang cantik" Nico berkata sambil mengoda Fita.

__ADS_1


"Iya" jawab Fita.


Sesampainya dirumah Fita segera mengistirahatkan diri sebentar setelah itu dia langsung mandi, untuk bersiap-siap pergi ke acara Siska.


Waktu sudah menunjukan pukul 2.30 siang, Fita sudah siap dengan dandanannya dan mini dress yang indah bagian bahunya model sabrina mengembang dibawah, di atas lutut sedikit, Fita mengeluarkan sepatu high heelnya yang setinggi 12 cm berwarna silver mengekilat, menambah kecantikkannya.


"Fit, aku sudah didepan" chat Nico.


Fita segera membukakan pintu untuk Nico.


"Masuk dulu" ajak Fita, Nico pun segera masuk dan dia melihat mama Fita di ruang tamu.


"Tante" sapa Nico.


Mama Fita hanya diam saja, tetapi bagi Nico itu tidak masalah tidak mengecilkan hatinya.


"Sudah, siap, ayo jalan!" Seru Fita.


"Ma, Fita pergi dulu ya!" Pamit Fita.


"Iya" jawab mama Fita.


"Tante, pamit dulu ya, saya janji jagain Fita, saya akan antar Fita pulang tepat waktu" Nico berkata dengan seriusnya.


"Iya, hati-hati" jawab mama Fita, kaku.


Fita dan Nico segera menuju tempat acara digelar, diperjalanan Nico memandangin Fita terus.


"Konsen Nic, kamu kenapa si!?" Tanya Fita.


Fita merasa malu, merasa wajahnya memerah karena kata-kata dari Nico.


"Biasa aja!" Jawab Fita menutupi rasa malunya.


Sesampainya disebuah gedung yang mewah.


Fita pun turun dengan dibukakan pintu mobil oleh Nico.


"Cantiknya" seru Fita.


"Iya kayak kamu" jawab Nico.


"Gedungnya Nico, tataannya" geram Fita.


"Oh, salah ya" kata Nico sambil tertawa.


Fita dan Nico berjalan masuk kedalam gedung mewah tersebut, Fita mengandeng lengan Nico disebelah kiri, Fita berjalan dengan hati-hati, karena dia sangat jarang menggunakan high heel.


"Wah, Siska cantik sekali" kata Fita memuji kecantikkan Siska yang sedang duduk dipelaminan.


"Iya" jawab Nico.


"Kamu kapan siap buat duduk dipelaminan sama aku?" Tanya Nico.

__ADS_1


Langsung membuat Fita terdiam sejenak.


"Nanti-nanti saja!" Jawab Fita.


Mereka bertemu banyak teman kampusnya, mereka seperti mengadakan acara ruenian kampus.


Disana juga ada Rio dan istrinya sudah membawa anak berusia hampir 1 tahun.


Ferdi, Siksa dan keluarga besarnya sangat bahagia.


"Dito" sapa Fita.


"Fita, gue kangen sama elo!" Dito langsung ingin memeluk Fita, tetapi dihalang oleh Nico.


"Bukan muhrim" kata Nico ketus.


"Kalian jadian?" Tanya Dito.


"Eh, eng-gak kog" jawab Fita Gugup.


Nico pun menganggukan memberi tanda jika yang dikatakan Fita benar.


"Gue kira lo gak datang" kata Fita.


"Datang demi Siska"


"Cewek lo mana"


"Gak ikut Fit, sibuk!"


"Oh" jawab Fita.


Nico pun mengajak Fita pergi karena tidak ingin Fita berbicara lebih lama sama Dito, dia cemburu.


Akhirnya mereka berada diacar sudah sangat lama, mereka ingin segera menyapa pasangan pengantin dan berpamitan.


"Siska, Ferdi selamat ya, langgeng sampai kakek nenek" doa Fita.


"Amin" jawab Siska


"Cepet kasih gue ponaan ya" Goda Nico ke Ferdi.


"Tenang, nanti ku kejarkan" jawab Ferdi.


"Sekali lagi selamat ya" kata Fita.


"Kalian juga cepat resmikan" kata Siska.


"Apaan sih Sis?" Jawab Fita.


"Sudah Fit, jangan sembunyiin dari aku" jawab Siska.


"Iya deh, doain ya"

__ADS_1


"Pasti" jawab Siska.


Fita dan Nico pun segera pulang karena takut kemalaman dan membuat mama Fita kecewa terhadap Nico.


__ADS_2