Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
28- Dilarang Berteman


__ADS_3

Dito kini lebih banyak menghubungin Fita, saling memberi semangat, canda tawa lewat dunia maya.


Fita hari ini berencana lagi untuk jalan bersama Siska berdua saja.


Mereka menuju ke sebuah cafe yang menuangkan nuasa romantis didalamnya.


Mereka masuk dan memilih duduk di sudut pinggir sebelah kiri, disana bisa juga langsung melihat pemandangan keluar, karena dibatasi oleh dinding kaca berwarna hitam, jika dari luar orang tidak akan dapat melihat secara jelas kedalam ruangan, tetapi jika orang dari dalam ruangan akan melihat jelas keluar.


"Pesan apa Fit?" Tanya Siska.


"Jus alpukad, sama nasi goreng sea food aja!" Kata Fita.


"Ok, gue mah mau pesan jeruk besar dan pudding aja deh" kata Siska.


"Enggak laparkah lo?" Tanya Fita.


"Enggaklah, diet!"


"Diet tapi pesan yang manis-manis" kata Fita.


Siska hanya tersenyum saja mendengar celotehan Fita.


Waiters pun telah pergi ke dapur untuk menyiapkan apa yang mereka pesan.


Fita melihat keluar jendela, dia melihat 1 pasangan sedang berjalan menuju ke cafe ini tempat dimana dia dan Siska ingin menghabiskan waktunya. Fita terdiam sejenak, melihat mereka yang berjalan begitu mesra karena bergandengan tangan, atau melepas tangannya dan si wanita langsung merangkul tangan si pria.


"Fit kenapa?" Tanya Siska yang melihat Fita yang terus terdiam dan entah apa yang dipikirkan nya.


Ada dimana hati Fita terasa seperti sakit tetapi itu bukan masalah baginya.


"Oh, enggak kenapa-napa kog!" Jawab Fita.


Siska tidak mengetahui apa yang dilihat Fita.


Kemudian masuklah pasangan tersebut dan mencari tempat duduk, kebetulan tempat duduk semua hampir penuh dan si pria mengedarkan pandangannya melihat kesana kemari dan menangkap dua orang yang dia kenal.


"Kog, bisa ketemu Fita disini apa enggak apa-apa ya, ku kenalkan cewekku sama Fita dan Siska" batin pria tersebut. Dia pun mengandeng tangan ceweknya menuju ke meja dimana disana ada Fita dan Siska duduk.


"Hai Fit, Sis, kalian disini juga?" Sapa pria tersebut, sedangkan si wanita ini tersenyum manis.


"Kenalkan ini Meilita" kata pria tersebut.

__ADS_1


"Meilita" cewek yang tersenyum tadi memperkenalkan dirinya.


"Fita" Fita menjabat tangan Meilita.


"Siska" Siska pun melakukan hal yang sama dengan Fita.


Dalam batin Meilita berkata "ini yang namanya Fita, ternyata dia cantik juga dan sepertinya periang, hal itu yang disukai Nico".


Orang tersebut memang lah Nico dan Meilita.


"Boleh gabung" tanya Nico.


"Boleh kog" jawab Fita.


"Tumben kalian keluar berdua, biasanya Siska selalu sama Ferdi?" Tanya Nico.


"Mau tau aja" kata Siska.


"Ferdi lagi sibuk" kata Siska.


"Kog diam Fit, lo sakitkah, gak biasanya diam begini?" Tanya Nico, melihat Nico yang sepertinya perhatian terhadap perubahan sikap Fita, Meilita merasa seperti orang ketiga diantara mereka.


"Enggak, enggak apa-apa kog!" Jawab Fita.


"Iya" jawab Fita dan Siska serempak.


Pesanan pertama untuk Fita dan Siska telah datang, dan punya Nico dan Meilita menyusul. Fita segera menghabiskan makanannya karena mamanya barusan mengirimnya pesan dan meminta Fita mengantarnya berbelanja.


Nico yang sedang makan mendengar penuturan Fita pun jadi teringat janjinya kepada mamanya yang juga meminta diantar untuk berbelanja.


Ketika mereka semua selesai makan, akhirnya mereka pulang kerumah masing-masing dan sebelumnya Nico mengantar Meilita pulang dulu, diperjalanan pulang Meilita kepikiran sikap Nico terhadap Fita, ya walau Meilita tau Nico memang menyimpan rasa yang besar untuk Fita, walau Nico berkata sudah melupakannya dan hanya untuk Meilita.


Sesampainya Fita dirumah, mamanya sudah siap untuk pergi berbelanja dan Fita pun segera membawa mamanya menuju ketempat market yang biasa mereka tuju dan dimana mereka pernah bertemu Nico.


"Ayo ma pergi?" Ajak Fita ke mamanya.


"Iya, ayo! Mama dari tadi sudah siap nunggu kamu aja!" Jawab mamanya.


Fita segera mengarahkan motornya ketempat yang mereka ingin tuju.


Sesampainya di market tersebut mereka mencari apa yang mereka butuhkan.

__ADS_1


Entah secara kebetulan atau pun bukan mama Nico mengajak Nico berbelanja ditempat yang sama dengan Fita berada.


Ketika Nico dan mamanya sampai, Fita dan mamanya sudah selesai dengan pembayarannya dan ingin menuju arah pintu untuk pulang, Fita yang melihat Nico dalam batinnya berkata "jiah, ketemu lagi ni orang" sambil mengeleng pelan kepalanya dan membuang nafas pelan.


"Eh, Tante" sapa Nico.


"Mau belanja ya nak?" Tanya mama Fita ketika berpapasan dengan Nico.


"Eh, iya tante tu lagi nunggu mama masuk" kata Nico sambil menunjuk kearah mamanya dan sedang berjalan menuju tempat yang sama dengan Nico, Fita dan mama Fita berada.


"Chintia" batin Mama Fita.


"Sonia, apa kabar?" Mama Nico mengulurkan tangannya untuk bersalaman tetapi tidak disambut oleh mama Fita. Mama Nico pun menjadi canggung terhadap situasi ini.


"Sonia ini anakmu Fita kan" tanya mama Nico.


"Iya" jawab mama Fita ketus.


"Jadi Nico anakmu?" Tanya mama Fita.


"Iya, Nico anakku dan 1 kampus dengan Fita jugakan?" Jawab mama Nico.


Fita dan Nico yang berada dalam kondisi sekarang merasa seperti terjebak, mereka hanya bisa diam saja.


"Ayo Fit, kita pulang" kata mama Fita.


"Iya ma!" Jawab Fita.


"Mari Tante dan Nic!" Kata Fita berpamitan, sedangkan mama Fita langsung saja menuju parkiran.


Di perjalanan pulang Fita dan mamanya hanya diam saja, tiba-tiba saja mama Fita berkata "Fit, kamu jangan berteman lagi dengan anak Sonia!" Kata mamanya melarang Fita berteman dengan Nico.


"Maksud mama sama Nico" tanya balik Fita.


"Iya" kata mamanya


"Kenapa ma, kami hanya berteman, masak tidak boleh?" Jawab Fita.


" Mama bilang tidak boleh ya tidak boleh, jauhin Nico, dan mama lihat sepertinya Nico menyukaimu, mama tidak suka!" Kata mamanya mulai sedikit keras suaranya.


"Iya ma" Fita yang mengerti kondisinya pun hanya mengiyakan mamanya, apa yang dia takutin ternyata benar.

__ADS_1


Sekedar berteman saja mereka dilarang.


__ADS_2