Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
77- Ingatan Fita


__ADS_3

Fita sudah beberapa kali menjalanin terapi, dokter berkata jika Fita sudah mulai bisa mengingat hal kecil.


Nico dan Fita kini berada disuatu cafe yang mempunyai ruangan private, Nico bermaksud menceritakan hal yang terjadi di 5 tahun ini.


"Fit, jika aku cerita kamu sakit kepalanya kasih tau aku ya!" Ucap Nico sambil mengenggam tangan Fita.


Fita merasa binggung dan terdiam saja.


"Fit, kamu ingat Siska sudah menikah?" Tanya Nico.


"Iya ingat baru kemarin" jawab Fita santai.


"Kamu ingat pernah melihat aku bersama seorang gadis berciuman didalam ruangan, dengan gadis bernama Gladis?" Tanya Nico hati-hati takut Fita akan sangat kecewa kepadanya.


Fita terlihat menahan sakit dikepalanya, dia memegangin kepala, ditekannya rasa sakit itu.


Fita mengeleng-gelengkan sedikit kepalanya.


"Aku ingat, aku ingat semuanya sekarang!" Ucap Fita yang sepertinya masih menahan sakit dikepalanya.

__ADS_1


"Aku ingat, aku pernah dijodohkan dengan Cristian, mama pernah menyewa seorang gadis untuk memecahkan kita, dan sekarang kita bukan siapa-siapa lagi (pasangan), aku baru pulang dari Korea setelah 4 tahun disana, Siska! Anaknya sudah besar." Cerita Fita.


"Aku ingat ketika itu aku mengalamin kecelakaan karena aku ditabrak oleh sebuah mobil dan mobil itu kabur, pas itu aku mau berjumpa Giovano!" Ucap Fita.


Nico yang dari tadi diam mendengarkan Fita bercerita, bernafas lega karena sekarang Fita sudah mengingat semuanya dan tidak butuh waktu lama untuk membantu dia mengingat semua itu.


Fita menjadi sedih, karena dia mengira jika mamanya sudah mengizinkan dia bersama dengan Nico, ternyata hal itu belum terjadi, ini hanya karena mamanya tidak mau Fita sakit terus.


Tetapi Nico ada menjelaskan jika sudah ada sedikit celah untuk dia bersama Fita.


Fita tetap saja sedih dengan hal tersebut.


"Tante, om" sapa Nico melihat kearah orang tua Fita.


Mereka pun menganggukkan kepala sambil tersenyum.


"Sekarang Fita sudah mengingat semua, tugas ku membantu Fita sembuh sudah selesai" ucap Nico murung, papa Fita yang melihat hal tersebut sangat merasa kasihan terhadap Nico.


"Iya, terima kasih Nico" jawab mama Fita senang karena anaknya sudah mengingat semuanya.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu menjauh dari Fita, kalian boleh berteman baik!" Ucap papa Fita.


"Maksud om?" Tanya penasaran Nico.


"Ya kalian bisa bersama seperti dulu" ucap papa Fita.


"Tapi izin tante bagaimana?" Tanya Nico takut-takut lalu melihat kearah mama Fita.


Mama Fita tanpa expresi, entah dia menerima atau tidak keputusan suaminya.


Orang tua Fita tidak mau Fita mengalami hal yang lebih berat lagi.


Papa Fita sudah sangat membujuk istrinya, tetapi istrinya tetap memberikan diam sebagai jawabannya, tidak ada satu pun komentar.


Mama Fita juga sebenarnya takut, jika dia semakin keras akan menganggu fisik dan mental Fita.


Fita juga belum sepenuhnya pulih dari kecelakaan tersebut, dia sudah harus mendapatkan fakta yang menyakitkan lagi, kalau selama ini yang dia alami hanya untuk menutupi atau membantu dia sembuh dari amnesianya.


karena jika Fita dipaksa berpikir masa lalunya untuk 5 tahun kedepan itu sangat membuat Fita kesakitan, hanya Nico yang dapat mendampingin Fita.

__ADS_1


__ADS_2