Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
38- Sebuah Pernyataan


__ADS_3

Fita dikantor uring-uringan, binggung harus bagaimana karena dia sudah mengecewakan mamanya soal dia dan Nico 1 kantor. Tetapi dia tetap ingin bekerja disana, dia berharap seiring berjalannya waktu, mamanya lebih melembutkan hatinya.


"Fit, kenapa melamun?" Sapa Yanto.


"Oh, enggak kog!" Jawab Fita tidak ingin bercerita apa-apa kepada Yanto.


"Fit, boleh ngomong serius?" Tanya Yanto.


"Ngomong apa?" Tanya Fita balik.


"Hmm, gini, aduh! Gimana ya? Begini Fita, aku suka sama kamu, mau enggak jadi kekasihku" kata Yanto sambil malu-malu.


Fita terkejut, memang dia dan Yanto akrab, tetapi dia tidak ada kepikiran kesana, karena bagi Fita masih tersisa Nico dihatinya.


"Maaf ya Yanto! Kita cukup berteman saja ya, aku belum bisa melupakan seorang, aku takut nanti kalau bersamamu menjadikan pelampiasan saja!" Kata Fita.


"Siapa? Mantan mu kah?" Tanya Yanto


"Bukan, kalau sama mantanku , aku dan dia sekarang bersahabat saja, dia juga sudah tunangan!"


"Sekali lagi maaf ya Yanto!" Kata Fita.


"Iya Fit, enggak apa-apa belum jodoh, hehe!" Jawab Yanto sambil tertawa.


Ternyata diluar sana ada yang mendengar percakapan Fita dan Yanto.


Orang tersebut menunggu lama untuk sekedar mengetuk pintu ruangan Fita.


Akhirnya dia memutuskan untuk kembali keruangannya.


Tring! Tring! Tring!

__ADS_1


Bunyi telepon diruangan Fita.


"Keruangan saya sekarang!" Orang yang menelepon berkata.


"Siapa?" Tanya Yanto.


"Pak Bos mu! Suruh aku keruangannya sekarang" Kata Fita.


"Oh, ya sudah sana cepat, nanti dia marah!" Kata Yanto.


Fita segera keruangan Nico karena yang meneleponnya memang Nico.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk" kata Nico langsung.


"Duduk" kata Nico


"Hm, i-tu!" Kata Fita gugup.


"Jawab, ini perintah jika tidak kamu mendapat hukuman bersihkan gudang!" Kata Nico mengancam.


"Hm, iya, iya jangan main ancam-ancam gitu, gila itu gudang banyak debu enggak sanggup Pak, eh Nico!" Jawab Fita.


Sekarang wajah Fita memerah, dia malu harus menjawab, juga malu karena ketahuan ada orang yang masih dihatinya.


Jika Fita berbohong, maka Nico akan lebih murka itu yang ditakutkan Fita, dia terpaksa harus jujur dan mengakuinya, dan terima semua apa adanya.


"Itu orang yang nabrak aku, waktu dimall dulu pas aku lagi minum jus" jawab Fita menahan malunya.


"Kamu serius" tanya Nico kian bersemangat.

__ADS_1


"Iya!" Jawab Fita, benar-benar malu, ini didalam kantor dan jam kerja, jika ada yang mendengar percakapannya dengan Nico bagaimana itu yang dia pikirkan.


"Tenang disini kedap suara" Nico berkata seakan membaca pikiran Fita.


"Kamu mau enggak sekarang menerima aku sebagai kekasihmu?" Tanya Nico dengan serius.


"Aku seharusnya ngomong ini dari awal, tetapi karena kamu terlanjur bersama Rendi, aku memutuskan memendam hati ini berharap bertemu orang lain, tetapi disaat kamu tidak bersama Rendi, kamu memutuskan Focus kuliah, itu juga membuatku benar-benar mundur, sampai aku ketemu Meilita, disana orang tua kami meminta kami mencoba untuk bersama, dan aku mencobanya, aku berusaha melupakanmu, seperti Meilita menjadi pelampiasanku, tetapi Meilita tau kalau dari awal aku, kehilangan kamu, aku terlalu lambat untuk bersamamu, dan sekarang aku dan Meilita juga telah putus lama, Meilita memilih mengakhirinnya, dan kami sekarang hanya sebatas kakak dan adik karena orang tua kami sudah saling mengenal lama!" Cerita Nico.


"Jadi boleh aku mencoba untuk bersamamu, bertahan bersamamu?" Tanya Nico.


Fita yang hanya diam termenung, dia sebenarnya senang karena Nico benar menyayanginnya dari dulu, tetapi seperti perkataan Ferdi jika temannya memanglah, lelet.


"Aku! Jujur selama ini aku juga menyimpan rasa itu, walau bersama orang lain, hati terdalamku ada orang lain itu kamu, tetapi aku takut enggak bisa bersamamu, karena berteman bersamamu saja, mama melarangku" kata Fita.


"Kita lalui sama-sama, nanti aku akan menemui mamamu, aku yang akan memohon untuk bersamamu" jawab Nico memandang langsung ke mata Fita, Fita melihat dimata Nico sebuah keseriusan.


"Tapi! Aku takut!" Jawab Fita.


"Kita lalui sama-sama, asal kamu sama aku sekarang, enggak lagi kemana-mana ok!" Kata Nico.


Fita mengangguk, lalu Nico berdiri dari kursinya langsung memeluk Fita dan mencium keningnya, Fita sangat bahagia, begitu juga Nico.


"Boleh nanti sore ketemu mamamu?" Tanya Nico.


"Agh, jangan aku belum siap!" Jawab Fita.


"Baiklah sayang, tunggu kamu siap, kalau mamaku sangat menyetujuinya, mama tau jika aku memang menyayanginmu sudah lama" kata Nico.


Fita tersenyum mengperatan pelukannya ke Nico.


Fita saat ini berusaha memilih, dan berharap Tuhan memang menjodohkannya dengan Nico, dan mempermudah hubungan mereka.

__ADS_1


__ADS_2