Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
51- Mengurung Diri 2


__ADS_3

Fita sudah 2 hari mengurung dirinya dikamar, dia hanya keluar untuk makan. Bicara sama orang tuanya pun dia tidak mau juga masih mematikan hpnya, agar siapapun tidak bisa menghubunginnya.


Hal ini Fita lakukan karena dia merasa kecewa entah pada dirinya sendiri atau pun kepada orang tuanya.


Disisi lain orang tuanya memgerti jika Fita butuh menenangkan dirinya.


Sedangkan dengan Nico, dia sangat khawatir dengan Fita, dikantor juga Fita masih tidak mau memberi kabar.


Nico berinisiatif menelepon ke hp mama Fita dengan telepon kantornya.


Sewaktu Fita mengisi formulir data karyawan disitu juga diminta nomor orang terdekat seperti orang tua atau saudara kandung.


"Cari dulu datanya kemarin aku simpan mana ya!" Batin Nico.


Setelah dia membongkar arsip yang khusus dia simpan untuk data penting, dia menemukan data Fita, Nico sengaja menyimpan ditempat khusus itu karena orangnya Fita.


Nico menekan nomor telepon mamanya Fita.


Tut! Tut! Tut!


Suara tersambung, dan tidak berapa lama pun diangkat teleponnya.


"Halo" sapa mama Fita kepada yang meneleponnya, kebetulan hp dia berdekat dengan pemiliknya.


"Tante maaf, ini saya Nico!"

__ADS_1


"Untuk apa kamu menelepon saya?!" Tanya mama Fita dengan cepat memotong pembicaraan, padahal Nico masih ingin melanjutkan perkataannya.


"Begini tante, saya menelepon selaku kepala cabang kantor tempat dimana Fita bekerja, dia sudah 2 hari ini tidak memberi kabar sama sekali kepada kami untuk ketidak hadirannya dikantor" terang Nico untuk maksud dia menelepon mama Fita.


Diseberang telepon mama Fita terdiam, dia berpikir apakah benar bakhan Fita sama sekali tidak memberi kabar kepada Nico ataupun kantornya.


"Nanti saya sampaikan ke anak saya!" Jawab mama Fita seadanya karena dia juga merasa bersalah, suaranya menjadi lebih lembut tidak seperti awal telepon.


"Baik tante, terima kasih" menutup telepon.


Nico merasa lebih lega setelah menelepon mamanya Fita, berharap cepat mendapat kabar dari Fita.


Mama Fita kini berpikir dia tidak boleh membiarkan Fita mengurung diri terus seperti ini, Fita harus diajak bicara.


Tok! Tok! Tok!


"Fit, boleh mama masuk?" Tanya mama Fita diluar pintu.


"Terserah" jawab Fita, dia juga merasa sudah cukup dia mengurung dirinya.


Mama Fita pun segera masuk menghampiri Fita.


"Fit, kamu masih marah nak?" Tanya mamanya lembut.


"Mama pikir saja sendiri!" Jawab Fita ketus.

__ADS_1


"Maafkan mama, mama" kata-kata mama Fita terputus, rasa bersalah menghampirin mamanya, Fita yang melihatnya pun merasa sedih dia tidak tahan melihat mamanya begitu.


"Agh, sudahlah ma, Fita ngerti!" Jawab Fita.


"Kamu tidak meminta izin kantor selama tidak masuk kerja ya?" Tanya mama Fita.


"Hmm"


"Iya ma!"


"Semua alat komunikasi Fita matikan, termasuk komunikasi dengan Nico" jawab Fita.


"Tadi Nico menelepon ke hp mama, dia bilang kamu tidak ada izin kantor!"


"Nanti Fita kasih tau dia ma!" Jawab Fita.


Mama Fita melihat raut wajah ceria Fita hilang hanya karena perjodohan itu.


"Fit, mama apakah kamu masih mau dijodohkan sama anak teman papamu?" Kata mamanya dengan hati-hati takut Fita kecewa lagi.


"Fita sudah pikirkan, Fita sebenarnya tidak mau menerima, tapi Fita coba untuk berkenalan saja jika Fita merasa tidak cocok maka Fita minta mama jangan teruskan perjodohan ini dan Fita minta 1 hal lagi dari mama, jangan pernah larang Fita untuk berteman dengan Nico!" Terang Fita.


Mamanya menyetujui keinginan Fita, karena tidak ingin melihat Fita terus mengurung diri.


Fita pun kemudian mengaktifkan seluruh alat komunikasinya.

__ADS_1


Di hpnya Fita banyak sekali chat, telepon yang masuk dari Nico. Isi chatnya berupa isi kekhawatiran Nico soal keadaan Fita yang baginya tiba-tiba menghilang.


Juga ada beberapa chat dari Yanti teman kantornya menanyakan apakah Fita sakit tidak masuk kerja.


__ADS_2