
"Ma, dimana kakak?" Tanya Fero karena dia sudah bersiap untuk pergi kekampusnya, biasanya dia akan berangkat bersama Fita.
"Loh, kakakmu belum keluar juga dari kamar, apa dari semalam tidak keluar kamar?" Jawab mamanya.
"Mana aku tau ma, aku pulangkan semua sudah pada tidur!" Jawab Fero.
"Sana panggil kakakmu!" Perintah mamanya.
"Iya ma, nanti aku bisa terlambat kalau begini terus!" Jawab Fero yang sambil berjalan ke arah kamar Fita.
Tok! Tok! Tok!
"Kak!?" Panggil Fero dari luar pintu kamar Fita
"Kak, kakak enggak kerjakah?" Tanya Fero.
"Enggak, kakak enggak enak badan, kamu pergi saja" jawab Fita dari dalam kamarnya.
Fita bangun, membuka matanya pun dia merasakan sakit kepala, ini dikarenakan dia menangis hampir semalaman.
"Oke, kak!" Fero pun segera pergi dari kamar Fita dan berangkat ke kampusnya.
"Ma, kakak sakit, aku berangkat dulu ya, bye mama!" Kata Fero buru-buru karena waktunya sudah pas-pasan dengan perjalanan nanti.
"Iya, hati-hati jangan ngebut" jawab mama Fita sambil mengeleng-gelengkan kepala karena kelakuaan dari anak laki-lakinya.
Mama Fita pun lanjutkan kerjaan dia didapur, sedangkan papa Fita telah pergi kekantornya sewaktu Fero kekamar Fita.
Mama Fita tau, jika Fita saat pasti sedang kecewa, dan dia memdiamkan saja dahulu, biar Fita lebih tenang.
__ADS_1
Fita mematikan segala alat komunikasinya termaksud dari hpnya.
Dia tidak ingin diganggu oleh siapapun saat ini.
Dikantor tempat Nico dan Fita bekerja.
Semua yang dikantor berjalan seperti biasa tanpa Fita, kecuali Nico. Dia sangat uring-uringan diruangannya, dari semalam dia tidak dapat menghubungin Fita.
"Apa Fita dihukum Mamanya, maafkan aku sayang, gara-gara aku!" Batin Nico sedih.
Nico pun terlihat tidak bersemangat berada dikantor, pikirannya mengarah ke Fita terus dan terus.
Dia sudah mencoba berulang kali menghubungin Fita lewat hpnya semua tidak ada jawaban dan sudah tidak bisa ditelepon.
Dikantor pun Fita tidak memberikan kabar, mengapa tidak masuk kerja. Selama ini Fita bekerja dikantor tersebut, tidak pernah sekalipun Fita tidak masuk kerja.
Nico mencoba profesional kerja, walau dia tetap memikirkan keadaan Fita.
Sesampainya didepan rumah Fita, Nico melihat mama Fita sedang berada diteras rumahnya seperti biasa menunggu suaminya pulang.
"Tante" sapa Nico.
"Untuk apa kamu kesini!" Tanya mama Fita.
"Maaf, Tante, Fitanya ada?" Tanya Nico.
"Ada, dia sedang bersama teman prianya!" Bohong mama Fita untuk membuat Nico menjauhin Fita.
"Kamu silakan pulang!" Kata mama Fita mengusir Nico secara halus.
__ADS_1
"Baik tante!" Nico yang mendengar perkataan Mama Fita pun segera mengundurkan diri untuk pulang.
Diperjalanan, Nico memikirkan perkataan Mama Fita, "Fita sama teman pria, siapa ya?" Tanda tanya dibatin Nico.
Nico membuang jauh-jauh rasa cemburunya terhadap Fita dan pria tersebut. Dia pun harus bertanya terlebih dahulu terhadap Fita.
Nico berpikir memberikan Fita waktu hari ini dulu, jika besok Fita tidak ada kabar lagi maka dia akan bertindak lebih lanjut.
Dirumah Fita.
"Ma, dimana Fita?" Tanya Papa Fita yang kini berada dimeja makan, siap untuk makan.
"Hari ini seharian enggak keluar pa!" Jawab mama Fita.
"Mengapa lagi anak itu, apa gara-gara perjodohan itu!" Tanya papanya.
"Sepertinya begitu!" Jawab mamanya.
"Apa, Pa! Kakak dijodohkan?" Fero yang dari tadi diam pun tiba-tiba bersuara.
"Iya, kamu bantu bicaralah sama kakakmu!" Kata mama Fita.
"Enggak ma, aku enggak mau ikut campur!" Jawab Fero.
Papa Fita sangat menyetujui perkataan Fero.
"Kita biarkan saja Fita hari ini ya pa!" Kata mama Fita.
"Terserah mama saja, mama yang urus ya, ini kemauan mama!" Jawab papa Fita.
__ADS_1
Keputusan mereka ambil adalah memberikan waktu untuk Fita menenangkan hatinya.