Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
55- Kabar Mengejutkan


__ADS_3

Fita yang kini tengah duduk bersama dengan Cristian mengobrol seadanya tiba-tiba saja mendapatkan telepon.


Tring! Tring! Tring!


Bunyi hp Fita, segera dia melihat ke arah hpnya.


"Tumben Zelfi telepon?" Heran Fita dalam batin.


Dia pun segera mengangkat telepon tersebut.


"Halo, Zelfi ada apa!?"


"Kak" kata-kata Zelfi terputus dan terdengar suara tangis.


"Kak, hiks, hiks, hiks"


"Kenapa kamu menangis?" Tanya Fita makin heran, Fita pun tidak memperdulikan sekelilingnya, hanya fokus pada pembicaraannya dengan Zelfi.


"Kak, huaaaa! Kak, kak Nico,!?"


"Ada apa dengan Nico!" Langsung saja Fita yang bertanya karena penasaran dengar Zelfi menyebut nama Nico dan Zelfi menangis begitu, pikiran Fita sudah kemana-mana.


"Kak Nico kecelakaan kak" terdengar tangis Zelfi lebih kencang.


"Apaaaa" Fita terkejut dan matanya memandang lurus kedepan dengan hp yang sudah terjatuh dari genggamannya.


Airmata Fita pun mengalir deras, sampai Fita kesulitan bernafas gara-gara tangisannya sendiri.


"Ada apa Fita" tiba-tiba suara Cristian keluar yang menyadarkan Fita.


"Tarik nafas dulu!" Ucap Cristian.


Cepat-cepat Fita mengambil kembali hpnya yang jatuh.


"Halo, halo, Zelfi! Sekarang kamu dimana dan dirumah sakit mana Nico berada?" Tanya Fita langsung, tidak memperdulikan Cristian lagi.


"Dirumah sakit Medika, Zelfi sama mama!?"


"Sekarang bagaimana keadaan Nico?"


"Kak Nico belum sadar kak!" Jawab Zelfi.


"Tunggu kakak kesana sekarang!" Kata Fita.


Langsung mematikan teleponnya bergegas mengambil tas dan langsung pergi, dia pun hampir lupa berpamitan dengan orang tuanya.


Mama Fita merasa heran Fita begitu dan sekilas mendengar nama Nico, mamanya sudah berpikir ada hubungannya sama Nico.


"Ma, pa, Fita izin kerumah sakit, Nico kecelakaan, habis mengantar Fita pulang tadi"


"Untuk apa kamu pergi malam-malam begini, dia juga bukan siapa-siapa mu!" Tegas mamanya dengan nada tidam suka dan meata melihat tajam ke Fita.


"Ma, Nico kecelakaan" jawab Fita dengan nada tinggi.


"Mama, pelankan suara mu!" Papa Fita mengingatkan istrinya.

__ADS_1


Cristian yang dari tadi menyaksikan perdebatan dan tangisan Fita pun segera membuka suara.


"Fit, mau kemana biar aku antar ya, jangan panik!" Bujuk Cristian.


Fita melihat kearah Cristian dan diam saja.


Cristian segera mengambil kunci mobilnya dan bergegas.


"Maaf tante, om, saya antar Fita dulu ya!" Pamit Cristian.


"Tian, antar Fita kembali" seru mama Fita.


"Baik tante!" Jawab Cristian.


"Ayo Fit!" Ajak Cristian.


Fita yang tidak memperdulikan orang tuanya pun segera berjalan ke mobil Cristian.


Didalam mobil Fita hanya diam saja, dia terus menangis. Airmatanya terus mengalir, Cristian melihatnya merasa iba, tetapi Cristian tidak bisa berbuat apa-apa.


"Bagaimana keadaan Nico, semoga dia baik-baik saja" Batin Fita.


"Tenang Nico pasti baik-baik saja!" Cristian menenangkan Fita, sambil menyetir.


"Rumah sakit mana?" Tanya Cristian.


"Medika" jawab Fita dengan suara khas orang habis menangis.


"Bentar lagi kita sampai ya!"


"Sebenarnya seberapa Fita dekat dengan Nico, tapi melihat ini sepertinya Fita sangat menyayangi Nico" batin Cristian.


Sesampainya diparkiran rumah sakit, Fita segera berlari kearah Ugd dimana tempat Nico belum dipindahkan ke ruang rawat inap.


"Kak" Zelfi memeluk Fita sambil menangis.


Mama Nico pun segera mengelus bahu anak gadisnya.


"Tante" panggil Fita.


Mama Nico mengerti dan hanya menganggukkan kepala dengan senyumannya.


"Nico akan baik-baik saja!" Kata mama Nico.


"Itu dokter keluar!" Kata Cristian.


Segera mama Nico dan Fita bertanya kedokter bagaimana keadaan Nico.


"Nico baik-baik saja, hanya luka sedikit dan benturan dikepala, tetapi tidak bahaya!" Kata Dokter.


Semua yang disana mendengar perkataan dokter dan sedikit merasa lega.


"Mari, saya pergi dulu!" Kata dokternya berpamitan.


"Syukur lah!" Ucap mama Nico.

__ADS_1


"Terima kasih dok!" Kata Fita.


"Kak, ini siapa tanya Zelfi!"


"Oh iya tante dan Zelfi kenalkan ini Cristian teman Fita, kebetulan tadi di rumah Fita"


"Mamanya Nico!" Kata mama Nico sambil tersenyum menyalamin tangan Cristian.


"Zelfi"


"Cristian" sesaat Cristian terlihat terdiam.


"Mengapa Tian?" Tanya Fita.


"Tidak, sepertinya aku mengenal Zelfi, tapi dimana ya?" Kata Cristian


"Masak sih kak?" Penasaran Zelfi.


"Zelfi saja tidak ingat!"


"Om, mana Tante?"


"Kebetulan dinas diluar kota enggak bisa pulang Fit!" Jawab mama Nico.


Tiba-tiba saja ada suster datang dan memberitahu jika pasien yang bernama Nico telah sadar.


Mereka semua segera berlari kedalam ruangan, tetapi suster melarang untuk beramai-ramai masuk, akhirnya Zelfi dan Cristian yang mengalah, mereka berdua pun menunggu diluar.


"Mama!" Panggil Nico.


"Nic, kamu enggak apa-apa?" Tanya Fita khawatir.


"Sayang!" Panggil Nico.


Seketika wajah Fita memerah karena malu dipanggil begitu sama Nico sedangkan disitu ada mama Nico.


"Aku enggak apa-apa!" Jawab Nico.


"Syukur lah nak, kamu enggak apa-apa!, Mama kaget di waktu mama ditelepon polisi katanya kamu dirumah sakit, kamu kenapa bisa begini?" Tanya mamanya penasaran.


"Hehe, hindarin kucing ma!" Jawab Nico sambil tertawa.


Pletok! Bunyi kepala Nico diketok dengan sentilan oleh Fita.


"Masih bisa tertawa, kami khawatir tau!" Kata Fita garang.


Mama Nico tertawa melihat mereka berdua.


"Buktinya aku baik-baik saja! Mana Zelfi?


"Ada diluar sama Cristian" jawab mama Nico.


"Hah kog sama Cristian?" Tanya kaget Nico.


"Ceritanya panjang nanti saja, jangan banyak bicara" kata Fita.

__ADS_1


Nico pun akhirnya diam saja, mama Nico yang melihat mereka berdua, sangat menyukai hal ini.


__ADS_2