Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
42- Berbohong Lagi


__ADS_3

Fita sekarang selalu dalam pantauan mamanya. Jika dia pulang kerja mamanya sudah ada didepan pintu rumah menunggu siapa yang mengantar dia pulang.


"Iih, mama ngapaen sih setiap Fita pulang mama ada didepan rumah?"


"Nungguin kamu" jawab mama Fita.


"Liat siapa yang ngantarin kamu pulang!"


"Gojek lah ma siapa lagi?"


Fita pun berjalan masuk dalam rumahnya menuju kamar, dia gerah ingin segera mandi.


"Sayang, boleh enggak hari ini aku kerumahmu ketemu mama" chat Nico.


"Arghh, apaan sih Nico ini?" Batin Fita.


Fita yang baru habis mandi pun merasa gerah kembali karena chat dari Nico.


"Enggak lah, jangan dulu belum siap!" Balas Fita sambil berbaring dikasur empuknya.


"Kapan lagi, kita sudah hampir 1 tahun sembunyi-bunyi loh" Nico


"Tunggu aku siap, aku yang akan memintamu untuk datang" balas Fita.


Akhirnya Nico pun tidak lagi memaksa Fita untuk membantunya menemui mama Fita.

__ADS_1


"Ya udah ok, kamu lagi apa?" Nico.


Ditunggunya Nico hampir 2 jam Fita tidak membalas chatnya, akhirnya Nico memutuskan untuk mandi karena sekarang sudah jam 8 malam lewat sedikit.


Selesai mandi Nico melihat hpnya lagi dan tidak ada balasan dari Fita.


"Apa anak itu ketiduran?" Batin Nico.


Nico pun melanjutkan tugas yang dia bawah dari kantor, karena besok deadlinenya sudah menunggu.


Ditengah malam Fita terbangun dan dia baru teringat tidak membalas chat dari Nico.


Sekali dia buka terdapat chat yang membuatnya tersenyum bahagia, membuatnya susah tidur. "Semoga mimpi indah, dan I Love You love" itu lah chat terakhir yang dikirim Nico dengan banyaknya emoticon cium, karena sangat jarang sekali Nico berlaku begitu terhadapnya.


"Mama" panggil Fita, kaget, takut dan badannya kini mulai terasa gemetaran.


"Fita, kamu sudah mama bilang berapa kali?" Teriak mama Fita yang tidak perduli sekelilingnya, untuk pada saat itu tempat mereka berada sedang sepi.


"Tante" sapa Nico yang nampak gugup, seperri orang ketangkap basah melakukan suatu kesalahan besar.


Mama Fita nampak sangat marah, matanya menatap tajam ke Fita, Fita hanya menunduk saja.


"Tante maaf, kami hanya hubungan kerja saja, sekarang kami sedang mencari cemilan untuk klien kami yang akan datang berkunjung kekantor kami, kami juga habis menemui klien lainnya" jelas Nico, dia tau jika Fita sudah merasa takut untuk bersuara.


Mama Fita melihat ke anaknya

__ADS_1


"Benar itu Fita?" Tanya mama Fita.


"Hm, benar ma, kan Fita sudah kasih tau mama jika Fita profesional dalam kerja ma, Fita sekertaris Nico, mama percaya deh sama Fita!" Jelas Fita lagi, "maaf ma" batin Fita.


Mama Fita berpikir sejenak, dia pun sadar jika ini tempat umum jika dia terus memperpanjang masalah ini akan mengundang perhatiaan banyak orang.


"Ya sudah mama percaya, tetapi makan akan selalu awasin kalian berdua, ini sudah kedua kalinya buat mama" kata mama Fita dengan menatap mata Fita.


Fita merasa jantungnya sudah mau copot dikondisi ini.


"Huft, syukurlah mama percaya" Fita dalam batinnya berbicara dan menghela nafasnya.


Tiba-tiba saja hp Nico berbunyi, dan Nico meminta izin untuk mengangkatnya kepada mama Fita, tetapi mama Fita sama sekali enggak ada tanggapannya.


"Tuch klien sudah menelepon, mungkin mereka sudah menunggu dikantor" Fita mencoba mencairkan suasana, biar mamanya tenang. Mama Fita hanya diam saja, tidak menanggapi omongan Fita.


"Fit, kita harus segera kekantor klien sudah menunggu" seru Nico.


"Tante maaf, Nico dan Fita harus segera kembali kekantor!" Nico berkata sambil menundukan sedikit kepalanya.


"Baik Pak!" Jawab Fita.


"Terserah kalian, mama mau pergi juga!" Jawab mama Fita ketus. Dan langsung saja mamanya pergi.


Cemilan, snack-snack yang sudah diambil segera Nico bayar, dan belanjaan itu memang untuk mereka berdua tetapi dengan alasan klien menolong mereka.

__ADS_1


__ADS_2