Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
48- Tiba-tiba Dijodohkan


__ADS_3

Nico sudah beberapa kali kerumah Fita, sikap mama Fita masih saja sama, selalu menginginkan Nico langsung pulang tidak untuk sedikit pun duduk dirumahnya.


Hari minggu dimana Fita sedang bersantai dikamarnya, berbaring dan menonton. Nico hari ini pun memilih untuk dirumah saja sambil bertukar chat dengan kekasihnya Fita.


Terkadang guyonan yang dilontarkan Nico dichattingnya membuat Fita tertawa sendiri dikamarnya.


Papa, Mama Fita hari ini mereka juga keluar untuk sekedar menghabiskan hari libur bersama usia mereka yang tidak muda lagi.


Sedangkan Fero, dia pergi bersama teman-teman kampusnya, sekedar menongkrong di cafe.


Waktu pun cepat berlalu Fita yang seharian dikamar temanin dengan chattingan dari Nico pun tidak terasakan waktu menjelang malam. Seketika sadar ketika ada suara Papa, Mamanya pulang, dia pun segera keluar dari kamarnya dan meninggalkan hpnya.


"Pa, Ma! Habis dari mana?" Tanya Fita.


"Habis jalan-jalan dan ketemu teman lama Papamu!" Jawab Mama Fita sambil membuka barang bawaan yang dia beli untuk makan anaknya.


"Iya, Papa tidak menyangka bertemu mereka lagi, setelah mereka pindah keluar negeri!"


"Wah, jadi mereka orang negeri Pa?" Penasaran Fita.


"Tidak, mereka hanya pindah saja, dan mereka malah memilih kembali kesini untuk membangun sebuah usaha lagi!" Jawab papa Fita.

__ADS_1


"Iya, Mama suka sama keluarga mereka, anaknya pun sangat sopan santun, walau besar diluar negeri ya pa!" Kata mama Fita.


Mama Fita memang baru pertama kali bertemu dengan teman suaminya ini dan dia menyukai keluarga teman suaminya.


"Fita, duduk sini!" Mama Fita meminta Fita duduk disampingnya.


Fita segera mendengarkan perintah mamanya dan segera duduk disamping mamanya.


"Fita, kamu mama dan papa jodohkan dengan Cristian, dan mama tidak menerima penolakkan dari kamu!" Kata mamanya secara serius.


"Apaaaaa ma!" Fita terkejut mendengar apa yang mamanya katakan.


"Fita enggak mau ma!"


"Iya Fita, Cristian itu anak teman papa, anaknya sangat baik Fita, papa juga senang jika kamu bisa bersama mereka!" Jawab papa Fita.


"Enggak pa, Fita enggak mau, papa tau siapa yang dihati Fita!" Jawab Fita ingin meneteskan air matanya, suaranya sudah menjadi parau.


Fita sedih mengapa dia harus dijodohkan bersama pria lain.


"Mama, harap kamu menerimanya dan memikirkan kembali perkataan mama ini" mata mamanya memandang lurus tajam ke Fita.

__ADS_1


"Minggu depan kita adakan pertemuan keluarga" terang papanya.


"Ini demi kebaikkan kalian semua" kata papanya lagi.


"Tapi pa!" Kata Fita.


"Enggak ada tapi-tapian" suara tegas mama Fita.


"Keluarga Cristian dan Cristian sendiri juga sudah menyetujuinya!" Terang mama Fita.


"Fita mau kekamar!"


Fita pun segera berlari kekamarnya dan dia menangis dalam kamar, dia merasa sangat sedih, selalu saja ada hambatan dalam hubungannya bersama Nico, dari masa lalu orang tuanya dan kini dia dijodohkan.


"Mama egois" batin Fita.


"Mengapa mama begitu egois" dalam batin Fita.


Fita membenamkan mukanya dibantal dan menangis kuat dengan disertai teriak didalam bantal yang hanya bisa didengar dan dirasakannya sendiri. Dia merasakan sesak didadanya.


"Aku harus bagaimana?" Tanya Fita pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Fita melihat ke hpnya, disana banyak terdapat chat dari Nico, dia tidak ingin membalas chat tersebut, hatinya yang tenang hari ini, hilang seketika setelah orang tuanya pulang.


Saat ini Fita tidak dapat berfikir dengan jernih, hanya rasa kecewa yang ada dalam pikirannya.


__ADS_2