Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
26- Membuka Hati 2


__ADS_3

Nico seperti seorang yang mabuk dalam cinta. Setiap hari selalu memamerkan hubungan mereka di sosial media. Dia hanya berusaha untuk membuka seluruh hatinya untuk Meilita yang kekakasihnya sekarang. Berusaha menunjukan jika dia benar-benar menerima Meilita, karena dia sendiri yang meminta Meilita untuk jadi pasangannya bukan karena paksaan dari manapun. Walau bukan cinta atau pun sayang seprti dia pertama terhadap Fita.


Meilita kekasih pertama bagi Nico. Dia ingin membuat Meilita bahagia bersamanya. Sedikit banyak Meilita mengetahui perasaan Nico yang sebenarnya, dia juga berusaha untuk Nico menyerahkan seluruh hati Nico untuknya, melupakan jika dihidup Nico, pernah terisi wanita yang bernama Fita.


Keluarga Nico dan keluarga Meilita telah pulang liburan, mereka sudah masing-masing dengan kesibukkannya.


Sekarang Nico dan Meilita sedang bermain di permainan di sebuah mall, mereka terlihat sangat menikmati kebersamaan mereka, terlihat bahagia satu sama lain.


Kebetulan dihari itu Siska dan Fita juga menghabiskan waktu mereka dimall tersebut, dimana mereka awal pertama kali bertemu Nico dan Ferdi.


Ketika itu Fita dan Siska berjalan menuju area permainan dan disana tidak sengaja mereka melihat Nico dan Meilita sedang bermain dengan senangnya, mereka bermain lempar bola basket ke ringnya, disana Nico berada disamping kiri Meilita, berebut bola untuk dilemparnya.


Fita juga suka bermain di lempar bola basket ke ring jika datang kemall ini bersama Siska atau pun Nico.


"Ups" kata Siska


"Ada pasangan baru" kata Siska lagi.


"Siapa?" Tanya Fita


"Itu" Siska sambil menunjuk ke arah Nico dan Meilita.


Fita yang langsung mengarahkan matanya kearah dimana Siska menunjuk, Fita terlihat sekilas langsung terdiam, melamun.


"Fit, kog diam?" Tanya Siska sambil melambaikan tangannya didepan muka Fita.

__ADS_1


"Eh, enggak!" Jawab Fita kikuk.


Fita sebenarnya merasakan hal yang sama lagi ketika dia melihat postingan status di whatsappnya Nico beberapa hari lalu.


"Jadi main enggak ni?" Tanya Siska.


"Hm, boleh ayok!" Jawab Fita tetapi kurang bersemangat dari sebelum dia melihat Nico dan Meilita.


"Tapi jangan tempat ini, tempat lain aja ok!" Kata Fita lagi sambil memutar badannya untuk berjalan ke arah lain, mereka berjalan ke arah sudut kanan, sedangkan ring basket tersebut berada di ring kiri.


"Yah, menghindar" kata Siska


"Bukan, enggak enak aja ganggu pasangan baru loh, kayak elo dulu sama Ferdi bagaimana?" Celetuk Fita.


"Hehehe, lebih enak berdua si saat awal-awal tapi sudah lama-lama kebiasaan bersama bawa bosan juga, kayak enggak ada sesuatu yang baru, nak jalan sama sahabatku ini, baru enggak bosan" kata Siska dengan santainya.


"Bukan gitu Fit! Tapi!" Jawab Siska


"Sssttttt" kata Fita mengarahkan telunjuknya ke bibirnya sendiri memberitahu Siska untuk diam untuk melanjutkan omongannya.


"Gue tau kog, gue ngerti, sangat mengerti, gue dulu juga gitu" kata Fita.


Ketika Fita berpacaran dengan Rendi juga memang banyak menghabiskan waktu bersama-sama dan jarang bersama Siska.


"Sekarang lo masih keingat Rendi enggak Fit?" Tanya Siska sambil menuju sebuah box yang ada banyak boneka di dalamnya, Siska berencana mengcapit sebanyaknya boneka agar bisa dia bawa pulang.

__ADS_1


"Terkadang saja, namanya kenang sama cinta pertama, orang pertama masuk kehidup gue!" Kata Fita.


"Bukan orang pertama itu Nico ya yang dihati elo?" Celetuk Siska.


"Siapa bilang? Enggak kog!" Jawab Fita sedikit gugup seperti seorang yang ketangkap sedang mengambil sesuatu bukan punyanya sendiri.


Siksa mengambil kartu dalam tasnya, dan mengesekkannya ke mesin tersebut dan pengcapit ya siap digerakkannya.


"Tunggu dulu gue ambil ini dulu!" Kata Siska sambil menunjukan boneka mana ya mau diambilnya.


"Yahh, jatuh!" Kata Siska seperti seorang yang frustasi enggak dapat apa yang dia mau.


"Gue tau Fit, hati terdalam elo ada hati yang sampai sekarang masih ada buat Nico, seperti tadi elo lihat Nico sama ceweknya, gue tau elo pasti seperti ada rasa cemburunya, iyakan, ngaku!" Kata Siska.


"Eng-enggak kog!" Kata Fita, dia tidak mengyangka Siska akan berkata begitu, mengetahui isi hati kecilnya.


"Tu kan jawab gue tanya aja gitu gugup!" Kata Siska.


"Sudah nanti kalau benar kalian berjodoh kalian pasti kembali, jodoh tidak akan kemana-mana kog, seperti lagu Afgan-jodoh pasti bertemu!" Kata Siska lagi.


"Agh, sudahlah, jodoh Nico itu ceweknya sekarang, lagian kami kalau pun jodoh bakal ada pertentangan orang tua" jawab Fita.


"Mengapa begitu" tanya Siska.


Akhirnya Fita menceritakan semua yang dia tau tentang mamanya dan mama Nico, karena selama ini dia tidak pernah bercerita apa-apa tentang masalah ini.

__ADS_1


"Masalah orang tua enggak bisa digabungkan dengan masalah anaknya, karena itu hanya sebuah kesalah pahaman" jawab Siska seperti sangat bijak.


"Hm, iya juga tapi biarlah Sis" jawab Fita.


__ADS_2