
Fita meminta Nico untuk tidak menghubunginnya, jika sampai Nico melanggarnya makan Fita tidak segan-segan akan membenci Nico. Ini Fita lakukan agar Nico tidak terlalu memikirkannya, dia takut menyakiti Nico lebih dalam lagi, jika bertemu selalu diacuhkan Fita atau pun diusir oleh mamanya Fita.
Sudah beberapa hari berlalu mereka berdua benar-benar saling merindukan, terkadang Nico dikantor sampai tidak fokus bekerja, begitu pula Fita, dia selalu melamun dikamarnya sesekali menangis.
Fita hari ini berniat pergi ke transmigrasi untuk membuat paspor, dia sudah membulatkan tekadnya untuk pergi keluar negeri bekerja atau sekedar menikmati hidup dengan uang tabungannya.
Sesampainya di transmigrasi, Fita melihat seseorang yang sudah sangat lama tidak dia jumpai.
"Siska" sapa Fita riang.
"Fita" panggil Siska langsung memeluk Fita.
Mereka pun memilih tempat duduk disudut agar tidak menganggu pengungjung lain yang mengantri, sedangkan antrian mereka juga masih jauh.
"Fita, kog kamu kelihatan kurus, bagaimana hubungan mu dengan Nico?" Tanya Siska penasarn.
Fita terlihat langsung murung dan sedih.
"Ada apa Fit?" Tanya Siska sekali lagi.
"Hm" Fita menarik nafas sebentar kemudian membuangnya.
"Gue dan Nico sudah putus?"
"Kenapa?" Tanya Siska penasaran dan juga sekaligus kaget.
"Ya lo tau lah!" Jawab Fita.
Fita pun kemudian menceritakan semua yang terjadi belakangan ini sama Siska.
__ADS_1
"Sabar ya Fit" kata Siska dan melihat mata Fita sudah berkaca-kaca, masih ada kekecewaan dihati dia.
Fita tersenyum kemudian dia menjawab
"Gue sudah sabar Sis"
"Tetapi sebenarnya gue sangat rindu sama dia, gue juga egois terhadap dia, gue enggak tau sekarang hidupnya bagaimana, gue takut dia hancur" kata Fita lagi.
"Nanti gue minta Ferdi sempatin buat ketemu Nico ya, kami sekarang sangat sibuk Fit, ditambah lagi sekarang perut gue da macam gini" Siska memperlihatkan perut buncitnya.
"Sudah berapa bulan Sis?"
"Sudah memasuki 7 bulan Fit!"
"Selamat Sis, gue senang banget bentar lagi punya ponaan dari elo" senyum Fita, sedikit melupakan tentang Nico setelah melihat perut Siska.
Mereka kini telah selesai dengan urusan masing-masing dan langsung pulang kerumahnya, hari pun sudah menjelang malam.
"Sini" seru papa Fita melihat anaknya baru pulang, disana ada istrinya juga sedang duduk bersamanya.
Fita pun berjalan kearah dimana papanya berada.
"Kamu jadi mau ke korea?" Tanya papanya.
"Jadi pa"
"Lalu bagaimana perjodohan kamu dengan Cristian?" Tanya mamanya langsung.
"Mama cukup" ucap papa Fita tegas dan keras.
__ADS_1
"Tapi, mama mau yang terbaik buat Fita! Pa" kata mamanya membela diri.
"Apa ya yang terbaik, sudah berapa kali mama buat Fita kecewa, mama pikirkan sendiri, papa selama ini diam, bukan tidak tau apa-apa dan hanya karena tidak mau mama sakit hati jika papa yang berbicara" papa Fita akhirnya melepaskan apa yang dia pendam selama ini, dia menjaga agar tidak terjadi pertengkaran dalam rumah tangganya, tetapi istrinya semakin jadi.
"Mama lupa ketika awal mau menjodohkan Fita dengan Cristian! Dia mengurung diri dikamar selama 2 hari, lalu mama membayar gadis lain mengoda Nico, semua itu membuat Fita sakit" papa Fita sudah emosi akan tindakkan terakhir mama Fita.
Mama Fita akhirnya hanya terdiam saja.
"Fita akan fokus untuk kerja dikorea pa, mungkin akan lama disana" kata Fita memecahkan suasana mencekam diantara papa dan mamanya.
"Apa sudah kamu pikirkan ulang!" Tanya papanya menyakinkan.
"Sudah pa, sudah beberapa hari dari Fita bicarakan ke mama, disitu Fita sudah memikirkannya.
"Kamu masih memikirkan Nico?" Tanya papanya penasaran dengan hati anaknya.
Fita menunduk dan dia mencoba agar tidak menangis didepan orang tuanya, selama ini dia sudah belajar sekuatnya untuk senampak mungkin ceria didepan orang tuanya.
"Enggak pa"
"Fita masuk kamar dulu pa, ma" langsung saja Fita beranjak dan masuk kamarnya.
"Lihat anak gadismu, dia nampak tertekan" suara menekan papanya Fita.
Istrinya hanya terdiam saja.
Dikamar Fita mengunci kamarnya dan langsung meloncat atas kasurnya dengan tengkurap, dia menumpahkan airmatanya dia kasur kesayangannya ini. Dia sebenarnya sangat sedih melakukan ini semua.
Fita melihat foto Nico difoto pernikahan Siska, disana Nico tersenyum sangat tampan, Fita meraba wajah Nico difoto tersebut.
__ADS_1
"Aku kangen, semoga kamu baik-baik saja ya!" Airmata Fita terus mengalir dipipinya.