Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
68. Kecelakaan


__ADS_3

Fita sangat bertemu dengan anaknya Siska, anaknya sangat ganteng, tetapi entah kenapa anaknya terlihat cuek, dingin, tidak ramah, hanya sedikit senyum saja yang dia berikan kepada orang lain, selain mamanya.


Fita jumpa berjumpa dengan Dito, mereka semua menceritakan masa lalu mereka disekolah menengah keatas, dimana Dito yang selalu menyatakan cinta selalu ditolak oleh Fita.


Sungguh mereka semua sangat bahagia mengenang waktu dibangku sekolah dulu.


*****


Hari ini Fita berencana untuk ke cafenya Siska dan Ferdi, dia ingin sekali bertemu dengan Giovano lagi, karena anak tersebut selalu membuatnya kangen dengan sifat cueknya itu, Fita suka menjahilnya.


Sekarang Fita sedang mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Tetapi tiba-tiba dari arah yang berlawanan ada mobil Pick up yang lajunya tidak terkendali dan Fita merasa pandangannya gelap.


****


Dirumah Fita, mamanya terlihat sangat histeris, sesaat setelah mendapatkan telepon.


"Ada apa ma?" Tanya papa Fita yang nampak terheran melihat kondisi istrinya.


"Fita, Fita! Pa!" Kata-kata mama Fita terbata-bata seakan susah mengucapkannya. Suaranya mulai parau menahan tangisnya, matanya memerah.


"Fita kenapa ma, katakan yang jelas!" Papa Fita membantu menenangkan istrinya dengan mengelus pundak sang istri.


"Fita kecelakaan pa, dia dirumah sakit" langsung saja mama Fita menangis sejadinya. Dadanya terasa sesak mengetahui keadaan Fita.


"Ayo cepat kita kerumah sakit" papa Fita sangat mengkhawatirkan anaknya.


Mereka pun bergegas kerumah sakit, saat ini Fero sedang melaksanakan tugas diluar kota, saat dihubungin Fero belum bisa kembali dan harus esok karena perjalanan jauh, orang tuanya pun mengerti, tetapi Fero disana pun dengan perasaan kacau.


*****


Dirumah sakit.

__ADS_1


Orang tua Fita segera menuju Ugd langsung mencari keberadaan Fita, ternyata Fita sudah dipindahkan.


Mamanya terus saja menangis, suaminya selalu menenangkan istrinya.


"Pa, Fita bagaimana ya keadaannya!" Airmata mamanya terus menetes keluar.


"Fita pasti baik-baik saja ma, kita sabar ya!"


"Keluarga Fita" panggil salah satu suster yang berada disana.


"Kami" langsung bergegas memasuki sebuah ruangan disana terlihat Fita.


"Fitaaaaaa" panggil mamanya, ketika melihat Fita kepalanya diperban, dipasang selang oksigen, infus ditangannya dengan kondisi mata masih tertutup, beberapa lebam ditubuhnya.


"Sabar bu, yang sabar" kata suster yang ada disana bermaksud agar mama Fita tidak histeris.


"Anak saya bagaimana kondisinya dok?!" Tanya papanya.


Dokternya menghelakan nafas sebentar kemudian dia berkata bagaimana kondisi Fita.


Diruangan itu terasa hening ketika dokternya selesai menjelaskan, hanya suara mesin monitor yang terdengar "Tit! Tit! Tit!".


Mama dan papa Fita yang mendengar hal tersebut merasa sangat terkejut, jantung mereka berdebar sangat kuat.


"Anak saya bisa selamat kan dok" tanya mama Fita dengan suara parau menangisnya.


"Bisa bu, asal dalam 2 hari ini segera dilaksanakan operasinya" jawab Dokter tersebut.


"Ambil saja ginjal saya dok!" Seru papanya yang juga sudah tidak bisa menahan tangisnya.


"Maaf, usia bapak berapa?" Tanya sang dokter.

__ADS_1


"Sudah 60 tahun dok!"


"Tidak bisa pak, mungkin ada saudaranya Fita?"


"Ada dok tetapi besok baru bisa datang!" Jelas mama Fita dengan cepat.


"Kita tunggu saja ya!"


"Saya permisi" dokter itu pun segera keluar dari ruangan tersebut.


Mama dan papa Fita akhirnya duduk termenung dengan airmata yang terus mengalir, melihat kondisi Fita yang begitu memprihatinkan, lemah tidak berdaya.


Mamanya masih saja terus menangis hingga dia tertidur dibahu suaminya.


*****


Siska dan Ferdi yang mendengar kabar jika Fita mengalami kecelakaan mereka pun segera kerumah sakit dimana Fita dirawat.


"Fita" kata Siska sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika melihat kondisi Fita yang sedang berbaring itu. Siska menangis tersedu-sedu melihat kondisi sahabatnya.


"Sabar ya" Ferdi menenangkan istrinya.


"Fita kenapa bisa jadi begini"


"Hiks, hiks, hiks" Siska masih saja terus menangis.


"Sudah enggak apa-apa Sis, kita doakan Fita ya, semoga cepat sadar dan kembali pulih!" Kata papanya Fita ketika melihat Siska terus menangis.


*****


Nico yang mendapat kabar dari orang suruhannya pun merasa sangat terkejut, dia pun langsung menangis diruangannya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa Fita sampai begitu, kamu harus kuat, kita saja belum bertemu" batin Nico sambil menangis.


Nico yang terduduk dikursinya menatap kosong kedepan, dengan airmata terus mengalir.


__ADS_2