
Nico masih saja menunggu kabar dari Fita hingga pagi menjelang juga tidak ada kabar.
Dikantor Fita juga terlihat menghindari Nico terus, untung bagi Fita hari ini tidak ada jadwal sibuk untuk menemani Nico untuk ketemu klien atau lainnya.
Fita hanya sibuk didalam ruangannya.
Mencoba banyak ngobrol hanya dengan teman-teman lainnya saja, jika melihat Nico seperti ingin mendekat, Fita segera mencari teman ngobrol.
Nico sangat lah frustasi dengan keadaan begitu, karena dia juga tidak dapat menjelaskan apa-apa ke Fita, selama Fita benar-benar terus menghindar darinya, bahkan melihatnya saja enggak mau, seperti Nico seorang hantu, terkadang juga tidak dianggap, Nico tidak terlalu berani mendekati Fita langsung jika memang berada diarea kantor, mereka pacaran juga tanpa sepengetahuan orang kantor.
Nico berusaha profesional dalam kerja, tidak membawa perasaannya, begitu juga Fita, jika berurusan dengan kerjaan dia akan menemui Nico, tapi hanya khusus pekerjaan kemudian pergi.
Nico pun bersyukur Gladis tidak berani menghubunginnya lagi, atau datang kekantor.
Siang menjelang, mereka yang bekerja akan segera istirahat siang, hanya sekedar merenggangkan otot-otot yang kaku dan mengisi perut mereka yang kosong, cacing yang meminta makan dalam perut.
__ADS_1
Fita pun memilih keluar dari lingkungan perusahaan, biasanya dia akan makan dikantin tapi karena masih bermasalah dengan Nico, dia tidak berniat untuk makan disana.
Fita pergi kesuatu cafe ketika berjalan masuk, dia melihat seseorang yang sangat dia kenal.
Fita memilih mendekatkan dirinya agar dapat mendengar pembicaraan mereka, tetapi jantung Fita sudah terasa seperti berhenti, dadanya terasa sesak.
Akhirnya Fita tau yang sebenarnya, memang ini sebuah kesalah pahaman, tetapi batin Fita sudah lelah begini terus dia memilih untuk mengalah saja.
Fita pun meminta izin hrd kantornya jika dia tidak pulang lagi kekantor, dengan alasan merasa tidak enak badan.
Kini Fita telah berada dirumah, dirumah sepi tiada satu orang pun. Fero kuliah belum pulang, papanya kerja dan mamanya entah kemana.
"Fit kog pulang awal" kaget mamanya, melihat Fita sedang berada dirumah.
"Hm"
__ADS_1
"Mama sudah puas sekarang?" Sarkas Fita langsung.
"Apanya Fita?" Tanya mamanya tidak mengerti.
Fita hanya berdecak kesal, dia menarik nafas kemudian menghembuskannya kembali. Dia berusaha sabar.
"Ma, Fita sudah capek, capek harus diam-diam terus seperti ini, kalau memang mama benar-benar enggak mau menerima Nico, baik sekarang Fita memilih lepas dari dia dan besok Fita akan buat surat resign saja, setelah itu Fita ingin pergi dari kota ini untuk keluar negeri bekerja saja!"
"Mama tidak perlu repot-repot sampai harus membayar cewek lain untuk merusakkan hubungan anak sendiri" Fita berusaha menahan emosi ya, walau kedua bola matanya sudah mulai memerah dan mengenang air dikelopaknya,nafas yang sesak.
Mama Fita yang mendengar hal itu pun terdiam. Mamanya merasa bersalah tetapi sekarang mamanya lebih senang karena mendengar pilihan Fita.
"Fita juga sudah capek melawan mama, Fita pun enggak tau sampai kapan mama mau bertahan dengan egonya mama"
"Tapi Fit" ucap mamanya belum selesai.
__ADS_1
"Sudah mama enggak perlu menjawabnya" kata Fita sambil dia beranjak dari tempat duduknya.
Fita menuju kekamarnya, karena dia sudah malas untuk berbicara lebih banyak dengan mamanya, dia juga merasa kecewa dengan mamanya sendiri.