
Paginya Rendi ingin menjemput Fita, dia merasa lebih baik pergi berdua saja, dan Fita mengizinkannya.
Rendi kerumah Fita kepagian, ketika sudah sampai di rumah Fita, kebetulan papa Fita lagi di teras rumah untuk mengopi sebelum berangkat kerja.
"Maaf Om, Fita ada, saya Rendi teman sekelas Fita?" Kata Rendi menyapa papanya Fita.
"Oh, ada tunggu saja sebentar lagi keluar dia" kata papanya Fita.
Rendi pun menunggu sebentar, ia duduk di sampinh kursi papanya Fita, setelah di persilakan duduk.
"Fita, cepatan keluar ada temanmu di luar" kata mama fita yang melihat di luar ada Rendi, walau tidak keluar rumah, namun dari dalam rumah terlihat.
"Iya ma!" Jawab Fita.
"Ma, Pa, kenalin ini Rendi teman sekelas Fita dan dia juga pacarnya Fita" kata Fita sedikit malu-malu, Fita tidak suka menyembunyikan sesuatu dari orang tuanya, apalagi soal pasangan ia akan memberitahu orang tuanya agar orang tuanya dapat menilai, apakah baik atau buruk pasangannya, karena restu orang tua terpenting bagi Fita.
"Oh ini yang kamu cerita semalam Fit!"
"Iya ma" jawab Fita.
"Pagi tante" sapa Rendi malu tapi sekaligus senang karena ia langsung di perkenalkan begitu sama orang tua Fita.
"Ma, pa, Fita sama Rendi berangkat dulu ya udah kesiangin ini" Kata Fita.
"Iya" kata mama dan papa Fita bersamaan.
__ADS_1
"Hati-hati jangan ngebut ya" kata mama Fita.
"Iya tante" jawab Rendi.
Mereka pun pergi ke kampusnya.
"Bagaimana pa, apa kita biarkan saja?" tanya mama Fita soal hubungan Fita dan Rendi.
"Udah gak apa-apa, kalau Rendi memang anak yang pintar biar dia dorong Fita untuk lebih baik dalam pelajarannya" kata papa Fita.
Sesampainya di kampus Fita turun dari motor Rendi dan mereka jalan berdua sambil bercanda.
Nico yang melihatnya pun merasa sedikit sesak tiba-tiba.
Nico merasa sedikit kecewa, kenapa tidak dirinya saja yang bersama Fita.
Tetapi sesungguhnya dia merasa sedikit sedih, karena tidak berani bertindak lebih cepat.
Sesampainya dikelas teman-teman Rendi memberikan selamat setelah mengetahui mereka telah jadian. Siska paling tidak menyangka kalau Fita dan Rendi akan jadi pasangan, Siska mengira kalau Nico yang akan bersama Fita, karena mereka uda semakin dekat, Siska menceritakan ini sama Ferdi dan Ferdi hanya bisa bilang ke Siska kalau Nico terlalu lambat bertindak, seperti waktu ia minta nomor telepon Fita.
Di jam istirahat Fita bertemu dengan Nico yang lagi membaca di taman.
"Baca apa?" Kata Fita.
"Mangatoon nih, baca komik bagus-bagus" kata Nico, dia memperlihatan apa yang ia baca lewat hpnya.
__ADS_1
"Oh, asik itu, gue juga suka" kata Fita.
"Oh iya, bagaimana lo sama Rendi? Kita masih bisa jalan sama-sama atau mengobrol beginikah?" Tanya Nico.
"Biasa saja, iya bisa donk, memangnya kalau gue punya pasangan gue gak boleh berteman sama cowok lain" kata Fita.
Tergiang di otak Nico, berteman, iya berteman, hanya teman aku dan Fita, dalam pikirannya.
"Baguslah kalau begitu, gue gak mau menganggu hubungan kalian loh" kata Nico.
"Gak lah, nanti ku kenalin ya sama Rendi biar kalian berteman juga" kata Fita.
Tiba-tiba chat masuk di hp Fita
"Dimana sayang?" Tanya Rendi.
"Lagi di taman, ada apa?" Balas Fita.
"Ke kantin yuk makan, aku lapar" balas Rendi.
"Ok, tunggu ya" balas Fita.
"Nic, gue pergi dulu ya, Rendi cari, dia ajak makan dikantin" kata Fita.
"Ok" jawab Nico singkat.
__ADS_1
Nico merasa seperti ada yang hilang, ada yang beda dari Fita, padahal Fita baru saja jadian sama Rendi, sudah seperti ada jarak di antara mereka, tetapi Nico pun sadar, ada batasannya dia dan Fita saat ini dan berteman, menerima dengan tulus la terbaik, bagi Nico yang terpenting Fita bahagia, dia pun bahagia, karena dia juga menyayangin Fita.