
Fita yang kini berada dikamarnya sedang memandang langit-langit kamarnya, sambil melamun.
"Mengapa mama, begitu tidak menerima Nico" batin Fita.
Di rumah Nico, dia pun sedikit melamun didepan tvnya, sampai mamanya memanggil dia pun tidak respon.
"Nicoooo" teriak mamanya Nico, dia pun kaget.
"Astaga, mama ini kenapa manggilnya teriak-teriak sih?" Tanya Nico, yang kini menutup kupingnya.
"Kamu, dari tadi mama panggil enggak menjawab mama!" Mama Nico berkacak pinggang bicara sama Nico.
"Papa mana ma?" Tanya Nico.
"Kamu ini datang-datang malah cari papa?" Marah mama Nico.
"Enggak ma, mama sini deh" suara pelan Nico ingin berbisik.
"Nico mau curhat ma, semoga dengan curhat dengan mama ada jalannya" senyum Nico.
Nico berniat menceritakan semua yang dia simpan selama ini ke mamanya.
"Apa" tanya mamanya heran, tidak biasanya Nico begitu.
"Maaa"
"Hmm"
__ADS_1
"Maa"
"Aduh gimana ya?" Binggung Nico untuk menceritakan dari awalnya.
"Apaan si kamu, ngomong enggak jelas!" Geram mamanya.
"Malu aku mau ngomongnya sama mama!" Kata Nico sedikit menundukkan kepalanya.
"Gini ma, Nico sama Fita kan selama ini 1 kantor, anak mama yang ganteng ini bosnya dan dia sekertaris" Nico terdiam.
Mama Nico memandang Nico yang terdiam, bermaksud meminta Nico melanjutkan bicaranya.
"Terus Nico sama Fita sudah pacaran 1 tahun ma!" Kata Nico malu-malu.
"Apaaa? Kenapa kamu gak pernah cerita ke mama, lalu sekarang apa masalah mu?" Tanya mamanya yang sedikit terkejut dengan keberanian anaknya untuk berpacaran dengan Fita.
"Gara-gara masalah mama dan mama Fita ya, mama kan sudah bilang itu bakal jadi hambatanmu kenapa kamu masih berani, itu hambatan kuat!" Terang mamanya.
"Nico cinta, sayang ma sama Fita, sudah dari dulu, dari awal jumpa!" Kata Nico.
"Jadi yang waktu sama Meilita bagaimana?"
"Seperti pelampiasan aja ma!" Jawab Nico.
"Jahat ya kamu!" Kata mama Nico.
"Perasaan Nico, masih tetap ke Fita ma, dan seperti takdir mempersatukan kami lagi, karena dipertemukan kembali" terang Nico.
__ADS_1
"Ya sudah kamu berjuang!" Jawab mamanya.
"Nico sudah berjuang ma, sekarang malah sudah mulai gencar dekatin mamanya, tetapi tadi Nico diusir loh ma!" Kata Nico.
"Dia belum bisa menerima semua yang terjadi!" Kata mama Nico, dengan kata "dia" yang di tujukan kepada mama Fita.
Nico mengerti dengan apa yang mamanya katakan, maka dari itu dia meminta tolong pada mamanya.
"Jadi ma, bagaimana bisa tolong Nico?" Tanya Nico.
"Kamu berjuang sendiri saja, ini cintamu" jawab mama Nico.
"Kamu benar-benar mencintai Fita kan?" Tanya mamanya menyakinkan lagi hati Nico kepada Fita.
"Iya ma, sangat mencintai!" Kata Nico.
"Ya sudah kamu berjuang!" Jawab mamanya.
Nico mengerti, dan hanya tersenyum dengan semangat yang mamanya berikan.
"Aku harus bisa mempertahankan Fita" batin Nico.
"Ya uda aghh, mama mau tidur!" Mama Nico meninggalkan Nico yang masih duduk terdiam memikirkan hal yang dia dan mamanya bicarakan.
Mereka pun akhirnya menyelesaikan pembicaraan mereka tanpa ada hal yang diperdebatkan.
Mama Nico mendukung Nico bersama Fita, karena baginya itu tidak bermasalah dengan kejadian masa lalunya bersama Sonia.
__ADS_1