Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
60- Keputusan Akhir Fita


__ADS_3

Fita berlari keruangannya, membuat beberapa temannya curiga, ketika sampai diruangannya, Fita segera mengunci pintu ruangannya. Dia merasa sesak didadanya, jantungnya berdebar sangat kencang, airmatanya sudah menumpuk dikelopak matanya, hanya dengan sekali kedip airmatanya akan segera mengalir, Fita pun sudah semakin tidak tahan, akhirnya dia pun menangis didalam ruangannya.


"Nico berengsek, aku enggak percaya lagi sama kamu" batin Fita.


Fita membaringkan kepalanya diatas meja, dia pun tertidur karena lelah menangis.


Hingga sore hari Fita belum keluar dari ruangan beberapa orang mengetuk pintunya untuk mengajaknya pulang tetapi Fita tidak membuka pintu atau menjawabnya.


Nico yang berkeinginan mengajak Fita pulang bareng pun segera keruangan Fita. Ketika itu Fita sudah bersiap ingin membuka pintu ruangannya, disana Nico berdiri tepat depan pintu, langsung saja Fita kaget.


"Pergi" suara serak Fita habis menangis.


Nico pun melihat mata Fita yang membengkak karena menangis.


"Minggir" Fita mendorong badan Nico hingga dia bisa lewat, Nico yang saat itu hanya bisa diam saja melihat keadaan Fita begitu.


Nico takut jika dia memaksa Fita dengan cara keras, maka Fita akan makin memjauh darinya.


Tiba-tiba saja Nico teringat sesuatu yang dari tidak tidak diingatnya karena serangan panik tersebut.


Dia segera keruangannya.


Fita pulang kerumah dengan mata bengkaknya, langsung saja dia masuk kerumah tanpa menyapa keluarganya.

__ADS_1


Fero dan papanya melihat keanehan itu, membuat tanda tanya dikepala mereka.


"Kak, kakak kenapa?" Tanya Fero.


"Ada masalahkah?" Tanya papanya lagi.


"Tidak pa!" Jawab Fita berlalu pergi.


Fita masuk kekamar mengingat kejadian tadi dia menatap kecermin dan airmatanya tidak sungkan mengalir sendiri, hati Fita benar-benar sakit, dia saja dengan Nico enggak pernah sejauh itu sampai harus ciuman bibir, Fita merasa kesal, merasa jijik dengan Nico.


Fita segera mandi, setelah selesai mandi, dia pun segera melempar badannya ke atas kasur empuknya, memiringkan badannya kekiri, posisi kesukaan Fita, disana dia mulai lagi menangis, dia masih meratapi nasibnya.


Puas Fita menangis dan memikirkan segalanya didalam isi kepalanya.


Kemudian Fita mengirimkan pesan kepada Nico.


Sambil bergemetar dia ingin menulis kata-kata tersebut.


Nico yang sudah selesai mencari bukti untuk diperlihatkan dengan Fita pun sudah lelah, dia segera pulang kerumahnya, sesampai dirumahnya Nico berniat untuk menelepon Fita, dia pun segera mencari hpnya.


Dilayar depan tertulis Fita mengirim pesan, Nico yang belum membuka kunci hpnya pun merasa senang, karena ada Fita mengirimnya pesan, tetapi sekali dibuka isi pesannya, Nico langsung terkejut, jantung terasa berhenti sejenak, rasa sesak didadanya.


"Apa-apaan Fita ini!" Batin Nico.

__ADS_1


Pesan yang di kirim Fita adalah


"Kita putus" hanya 2 kata itu, tetapi membuat Fita sendiri menangis tersedu dan tentunya membuat Nico tidak menerimanya.


Nico langsung menelepon Fita, berapa kali ditelepon pun tidak diangkatnya.


Nico putus asa, dia ingin kerumah Fita tetapi sudah malam, Nico yakin dia akan diusir oleh mamanya Fita.


Dikamar Fita pun dia menangis sendiri atas keputusan dia, tetapi Fita benar-benar kecewa dengan Nico.


Dia memandang foto Nico dilayar hpnya.


"Aku benci kamu!" Sambil Fita menunjuk-nunjukkan jarinya di layar hp.


Airmata Fita pun menetes ke layar hp.


Bagaimana pun bagi Fita itu keputusan terberat buat dia, selama ini dia selalu memperjuangkan Cintanya, tetapi mengapa Nico yang menghianatinya didepan matanya.


Dreettt! Pesan masuk dihp Fita


"Fita, ini hanya salah paham, mengapa kamu sampai harus memutuskan hubungan kita, besok aku tunjukkan cctv yang diruangan ku, kamu akan tau semua!" Pesan dari Nico.


Fita membacanya tetapi enggan membalasnya, dia malah melempar hpnya diatas kasur.

__ADS_1


__ADS_2