
Hari ini Fita sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Mereka masih menunggu adminitrasi dirumah sakit selesai baru bisa langsung pulang kerumah. Dia juga tau sekarang jika dia dirumah sakit karena mengalami kecelakaan, koma selama seminggu lebih dan ginjalnya rusak, kemudian dicangkok ginjal dari Nico.
Tetapi Fita sama sekali belum mengingat kejadian 5 tahun kedepannya.
Ketika Siska dan Ferdi datang berkunjung, dia membawa Giovano berharap Fita bisa melepaskan rasa rindunya terhadap anaknya.
"Ini anak siapa Sis? Gantengnya!" Seru Fita langsung, tetapi dihati Fita melihat anak tersebut dengan rasa suka yang sangat tinggi.
"Hm" Siska langsung kebinggungan. Termasuk Ferdi juga kebinggungan melihat Fita begitu.
"Tante enggak ingat Gio" tanya anak polos tersebut.
Fita mengeleng-geleng kepalanya. Dia pun heran mengapa anak itu sudah mengenalnya.
Nico kemudian mendekati Siska dan Ferdi untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan Fita, dan akhirnya mereka mengerti.
"Ini anak ku dengan Ferdi" terang Siska.
"Kapan kalian menikah sudah besar saja anak kalian?" Ucap Fita sambil kebinggungan.
"Kamu ada datang kog, ini" Siska menunjukkan Fita pernikahannya dan disampingnya ada Fita dan Nico.
__ADS_1
"Ahhhkkk" teriak Fita, kepala Fita kesakitan.
"Fit, lo kenapa?" Tanya Siska panik.
Nico segera memanggil dokter. Setelah dokter selesai memeriksa Fita, dokternya kembali berbicara dengan Nico.
*****
"Maaf, kami pulang duluan ya, cepat pulih seperti dulu Fit" ucap Siska sedih, karena tadi sempat membuat Fita kesakitan karena berusaha mengingat kejadian dulu, sementara kondisi dia baru saja sembuh, belum bisa dipaksa, dan harus diterapi.
"Enggak apa-apa bukan salah mu Sis" ucap Nico menenangkan Siska.
"Kenapa kepala ku tadi ya sakit sekali, banyak bayang-bayangan yang ku lihat dan seperti pernah ku alami, tapi itu benar membuat ku sakit" ucap Fita.
"Sudah jangan dipikirkan ya, kalau kamu pikirkan, aku pergi ni" ucao Nico mengancam Fita.
"Jangan" cegah Fita dengan manja.
Orang tua Fita telah menyelesaikan urusan dengan rumah sakit dan Fita akan segera pulang, disana juga terdapat kehadiran orang tua Nico, menambah kebahagiaan dari Fita, sekaligus kebinggungan, apakah mamanya dengan mama Nico sudah damai, begitu la pikirannya.
Fita saat ini juga belum mengetahui jika Fero sudah bekerja, yang dia tau hanya Fero masih kuliah.
__ADS_1
Nico menyediakan Fita kursi roda untuk membantunya berjalan.
"Nic, apa enggak apa-apa aku absen terus kerjanya, nanti aku dipecat bagaimana?" Tanya Fita ke Nico, yang dia ingat saat ini dia masih bekerja.
"Sudah enggak apa-apa, aku bosnya!" Ucap Nico.
"Ya" jawab Fita.
Fita juga tidak mengetahui jika Nico sudah menjadi direktur disana, yang Fita tau sekarang dia masih bekerja dikantor yang sama dengan Nico, dan jabatan dia sekertaris Nico.
"Kamu benar-benar melupakan yang telah terjadi 5 tahun belakangan ini ya" batin Nico.
"Apakah lebih baik begini? Tapi kasihan Fita, dia binggung dengan semua yang terjadi, seperti anaknya Siska saja!" Batin Nico lagi.
Tetapi Nico berpikir habis ini dia harus secepatnya menjelaskan semuanya kepada Fita agar dia mengerti.
Nico segera mengantar Fita untuk pulang kerumah.
Untuk Fita beristirahat dan melanjutkan hari esok dengan terapi yang akan diterimanya.
Orang tua Fita merasa terbantu dengan adanya Nico disamping Fita.
__ADS_1