Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
37- Ketahuan Mama


__ADS_3

Fita menjalanin hari-hari dikantornya seperti biasa, menjalanin profesinya secara profesional, melupakan masalahnya dengan Nico.


Sudah 6 bulan Fita bekerja sama dengan Nico. Suatu hari Nico dan Fita menemui akan klien mereka untuk sebuah produk di sebuah restoran.


"Pak, ini bagaimana? Kita sudah lama menunggu klien kita datang, tetapi mereka belum juga tiba?" Tanya Fita.


"Jangan panggil Pak, lagi diluar ini, lagian enggak ada klien juga!" Jawab Nico sambil melihat kanan kiri.


"Haduh, iya de iya, Nico bagaimana ini, kita pulang atau nunggu lagi?" Tanya Fita.


"Nunggu setengah jam lah, orangnya juga ditelepon enggak angkat!" Jawab Nico.


"Iya deh!" Jawab Fita.


Mereka pun menunggu sambil memakan makanan mereka.


Seorang wanita parubaya dari jauh memperhatikan mereka, berpikir apa itu anak-anak yang dia kenal.


Lama menunggu akhirnya Nico dan Fita memutuskan untuk pulang kekantor. Mereka pun segera ke parkiran dan memasuki mobilnya, Nico membukakan Fita pintu, Fita pun segera masuk dengan sedikit tersenyum, membuat Nico yang melihatnya terpesona sesaat.


Ternyata mereka masih diikutin oleh wanita parubaya tersebut dengan 1 orang teman wanita parubaya tersebut. Tetapi wanita parubaya tersebut tidak langsung menghampirin mereka.


Nico selama ini selalu menjaga hatinya, agar dapat meredam perasaannya terhadap Fita, dia tidak ingin membuat Fita merasa risih berada di dekatnya, Fita pun sebenarnya juga sama dengan Nico menekan perasaannya, Fita merasa lebih baik begini.


Fita masih berpikir, jika Nico masih bersama Meilita.


Mereka telah sampai dikantor, bekerja tidak lama sudah jam pulang, mereka menghabiskan banyak waktu diluar kantor karena menunggu klien tersebut.

__ADS_1


"Fit, pulang yuk!" Ajak seorang teman kantornya bernama Yanto Kusumo.


"Ayuk!" Jawab Fita.


"Aku antar pulang ya!" Tawar Yanto.


Nico yang mendengar percakapan tersebut merasa sedikit cemburu.


"Enggak usah, nanti aku pulang naik Go-jek aja" jawab Fita.


"Syukur Fita enggak mau diantar Yanto!" Batin Nico senang.


"Yaaa! Ya sudah deh, enggak apa-apa" jawab Yanto.


Fita pun pulang dengan pesan Go-jek, karena tidak ada jemputan dari Fero.


"Ma, Fita pulang!" Panggil Fita, melihat mamanya sedang duduk santai di depan tv.


"Apa ma?" Tanya Fita.


"Kamu mengecewakan mama, kamu masih berteman ya sama Nico?" Tanya mama Fita tegas dengan suara sedikit keras.


"Ehhh, i-tu ma!" Jawab Fita gugup, bagaimana menjelaskan mamanya.


"Mama lihat sendiri, kamu enggak usah bohong sama mama!" Kata mama Fita.


"Mama lihat dimana, jam berapa?"

__ADS_1


"Mama melihat kamu dan Nico sore, kalian disebuah restoran makan berdua" jawab mama Fita.


"Maafkan Fita ma, selama ini Fita tidak memberitahu mama jika Fita 1 kantor dengan Nico, Nico dikantor sebagai atasan Fita, ma! Nico kepala cabangnya!" Jawab Fita.


Karena Fita tau jika dia dari awal memberitahu mamanya makan dia tidak akan bisa bekerja dikantor tersebut.


"Kenapa kamu sembunyiin dari mama selama ini"


" Fita takut mama gak kasih izin Fita kerja disana ma!" Jawab Fita.


"Dan mulai besok, kamu resign jangan ada bekerja sama dengan Nico!" Kata mama Fita.


"Enggak bisa ma, Fita tidak mau berhenti bekerja, Fita sudah merasa betah disana, teman-teman Fita juga baik, Fita juga kalau sama Nico keluar tadi sore itu karena menunggu klien ma, bukan sengaja keluar berdua, kami kerja secara profesional ma, Fita benar-benar untuk kerja" Fita menerangkan kepada mamanya.


"Sayang ma, jika Fita resign karena disana ada jejang karirnya bagus dan gajinya juga tinggi buat pengalaman pertama Fita, ma!" Kata Fita.


"Mama kecewa sama kamu!" Kata mama Fita, yang benar-benar merasakan kecewa terhadap Fita, biasanya Fita akan bercerita apapun sama mamanya, tidak dapat menyembunyikan hal apapun, dengan Nico, dia dapat menyembunyikannya.


"Maafkan Fita, ma! Fita tau, Fita ini salah, tapi Fita mohon mama mengertilah kondisi Fita, Fita sudah besar ma, punya pilihan sendiri!" Jawab Fita.


"Sudahlah ma, biarkan saja Fita, dia sudah besar, tidak seperti dulu yang selalu kita kekang" tiba-tiba suara papa Fita terdengar, berjalan mendekatin istri dan anaknya.


Papanya yang baru pulang kerja, mendengar keributan antara anak dan istrinya.


"Ya udahlah terserah papa!" Jawab mama Fita.


"Maaf ma!" Kata Fita lagi.

__ADS_1


Mama Fita segera meninggalkan ruang tamu dan masuk kedalam kamarnya.


Fita pun berlalu masuk kekamarnya untuk istirahat, bagi Fita beruntung papanya segera pulang dan bantu meredakan emosi mamanya, dan membela Fita.


__ADS_2