Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
78. Saling Memaafkan


__ADS_3

Hari ini orang tua Nico datang ramai-ramai ke kediaman Fita. (Apakah mereka mau melamar Fita? Ooh, tentu bukan).


Tok! Tok! Tok!


Mama Fita segera membuka pintu depannya, dia sangat kaget menerima tamu yang tidak diundangnya sangat ramai.


Orang tua Nico, berserta Zelfi dan Cristian ikut mengantar.


Papa Fita pun ikut keluar melihat siapa yang datang dengan suasana ceria itu.


"Wahh tamu jauh, silakan masuk!" Ucap papa Fita senang.


Mama Fita yang kebinggungan pun juga mempersilakan mereka masuk.


Disana Nico tidak ikut hadir karena masih bekerja.


"Dimana Fita?" Tanya mama Nico.


"Dikamar" jawab mama Fita.


"Om, tante" sapa Zelfi dan Cristian.


Orang tua Fita pun menjawabnya dan tersenyum.


"Maksud kedatangan kami adalah ingin meminta maaf, atas segala hal yang anak kami perbuat" ucap papa Nico.


"Tidak ada yang perlu minta maaf, tidak ada yang bersalah disini!" Ucap papa Fita bijaksana.


"Aku ingin meluruskan masalah yang telah lama mengganggu hubungan kita Sonia" ucap mama Nico.

__ADS_1


Chintia mulai menceritakan masa lalu yang mereka alami.


"Ini" Chinta menyerahkan sebuah surat yang nampak sudah sangat usang, tentunya juga jelek.


"Ini apa?" Tanya mama Fita.


"Baca lah!" Ucap mama Nico.


Mama Fita meminta suaminya juga menemaninnya membaca, agar tidak ada salah paham diantara mereka.


Airmata mama Fita tiba-tiba saja menetes setelah selesai membacanya, surat itu sama sekali belum pernah dibuka oleh Chintia.


Papa Fita berusaha menenangkan istrinya yang sekarang menangis.


"Hiks, hiks, hiks! Maafkan aku, Chin!" Ucap mama Fita.


"Aku terlalu egois selama ini"


"Aku sangat jahat selama ini sama keluarga kalian Chintia, terutama dengan Nico" ucap mama Fita.


Sedangkan yang lain berada disana hanya mendengarkan 2 sahabat ini saling meluruskan masalah mereka.


"Ini surat dari Wisnu kan, ini tulisan tangan Wisnu" mama Fita masih sangat mengingat orang yang pernah dihatinya.


Disurat itu menyatakan Chintia tidak pernah merebut Wisnu dari tangan Sonia, itu semua hanya karena mereka dijebak oleh orang tidak suka kepada mereka.


Hingga yang menjadi korban disini itu Chintia orang yang mempersatukan Wisnu dan Sonia.


"Jadi selama ini kamu simpan surat ini buat aku" ucap Sonia.

__ADS_1


Chintia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Chintia, maafkan aku sekali lagi ya" Sonia mengusap air matanya.


Semua yang berada disana merasa terharu.


"Aku sudah memaafkan mu dari du Sonia, kamu tidak bersalah, ini hanya suatu keterlambatan" ucap Chintia.


"Jadi, kak Nico boleh kan sama kak Fita" ceplos Zelfi.


"Zelfi" tegur Cristian.


"Maaf, Zelfi terlalu bersemangat, Zelfi ingin kak Nico dan Kak Fita bersatu, mereka saling mencintai" ucap Zelfi yang sedari tadi tidak bersuara.


"Boleh kog sayang" ucap mama Fita lalu memeluk Zelfi juga.


"Benaran tante?" Ucap Zelfi riang mendengar kabar bahagia itu.


"Panggil mama saja, jangan tante" ucap mama Fita.


"Zelfi punya dua mama" ucap Zelfi riang.


"Lalu aku bagaimana" ucap Cristian berlagak tersudutkan.


Para papa melihatnya hanya bisa tersenyum, mereka bahagia akhirnya semuanya selesai baik-baik saja.


"Kamu nanti jadi menantu mama juga, walau enggak jadi sama Fita" ucap mama Fita tertawa jahil, kini hatinya telah lega, hilang sudah dendam yang diam pendam dulu.


"Mama" tegur papa Fita.

__ADS_1


Semuanya tertawa bersama.


__ADS_2