
Dihari ini Fita sudah 6 hari dinyatakan koma.
"Fita bangun, aku sangat merindukan mu" lagi-lagi Nico yang sedang berada diruangan Fita berbicara.
Padahal dokter sudah melarang Nico untuk terus berada diruangan Fita, karena Nico masih dalam masa pemulihan. Hanya karena Nico benar-benar keras kepala tidak perduli, dia hanya ingin terus bersama Fita pun, dokter tidak bisa berbuat banyak.
Keluarganya juga telah membujuk Nico, tetapi tetap saja Nico tidak perduli. Dia lebih mementingkan kesehatan Fita daripada dirinya, padahal dia sendiri belum tau berapa lama Fita akan sadar.
"Fit, papa mu bilang kamu bakal sama aku"
"Ayo donk bangun" renggek Nico seperti anak kecil kemamanya.
"Kamu enggak kangen kah sama aku!" Ucap Nico lagi. Dia sedih, entah harus bagaimana lagi bagi dirinya mengungkapkan expresinya.
"Aku sungguh sangat menyayangin mu"
"I love you Fita" Nico berusaha bangkit dari kursi rodanya untuk mencium kening Fita sangat lama sekali, berharap jika Fita dicium keningnya akan bangun, seperti didongeng putri tidur.
Dengan suatu keajaiban Nico merasakan pergerakkan dari tangan Fita, karena sedari tadi dia juga mengenggam tangan Fita.
"Fit, kamu"
"ayo Fit, gerakkan lagi" Nico sangat senang Fita ada memberikan sedikit pergerakkan, karena sebelumnya dokter berkata jika sedikit saja ada pergerakkan dari Fita, maka Fita sudah mulai membaik, walau hanya sedikit saja.
__ADS_1
Nico pun segera memberitahu kepada keluarga Fita yang berada diluar ruangan.
"Tante, om" seru Nico.
"Tangan Fita bergerak" ucap Nico dengan suara sedikit bahagia.
Mama Fita yang mendengar hal tersebut sangat bahagia. Karena Fita telah memberikan sebuah tanda kehidupan.
Dokter pun segera datang memeriksa Fita.
"Kondisi Fita lebih stabil, kita tunggu proses dia lebih baik saja, hanya disini kita saat ini masih sulit berharap banyak terhadap kondisi Fita, berbeda dengan kondisi Nico kemarin" ucap sang dokter.
"Sampai kapan dok?" Tanya papa Fita.
Ternyata itu belum angin segar bagi keluarga Fita dan Nico.
Mereka semuanya yang berada disana sangat berharap Fita cepat membuka matanya.
*****
Hari menjelang sore, orang tua Fita akan pulang dan Fero akan datang bergantian jaga seperti biasa.
Tiba-tiba datang mama Nico dari kejauhan.
__ADS_1
"Sonia, bisa kita bicara!" Ucap Chintia mama Nico langsung.
Sonia melihat kearah suaminya.
"Sudah kalian pergi lah berdua, aku akan pulang duluan" ucap papa Fita, dia seolah mengerti apa yang akan kedua mama itu lakukan.
"Ya sudah ayo" ucap mama Fita.
Chintia sangat senang mendapatkan perlakuan begitu dari Sonia, bagi dia itu tetap sahabatnya.
Mereka akhirnya memilih sebuah cafe yang tidak jauh dari rumah sakit.
"Sonia" mama Nico mulai membuka suaranya terlebih dahulu.
"Hmm" suara Sonia.
"Sonia, aku minta maaf ya sama kamu atas segala yang kita alami selama ini" ucap Chintia dengan lembut penuh hati-hati karena takut menyinggung sahabatnya lagi.
"Apa yang perlu dimaafkan, sudah lupakan saja" ucap mama Fita santai.
"Soal Nico dan Fita" ucap Chintia.
"Kita lihat saja nanti, aku saat ini tidak ingin membicarakan hal lainnya, aku hanya ingin Fita segera bangun dari tidur panjangnya" ucap Sonia sangat lemas, mengingat kondisi Fita.
__ADS_1
Chintia mengerti kekhawatirannya Sonia terhadap Fita anaknya, karena dia saja baru melalui hal itu.