Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
31- Seperti Tidak Saling Mengenal


__ADS_3

Nico memutuskan akan mengikutin apa yang Fita katakan, tidak saling mengenal, tetapi semakin Nico mengikutin kemauaan Fita, dia merasa seperti kehilangan seseorang yang amat membuatnya sakit, padahal Fita bukan siapa2 dia, Nico terlihat uring-uringan.


"Nicooo!" panggil Meilita, karena kini dia dan Meilita sedang ada diruang tamu Nico, mereka sedang berduaan, sambil menonton dan makan cemilan.


"Hm" hanya suara kecil begitu yang keluar dari mulut Nico.


"Nic, kamu kenapa sih macam orang patah semangat begitu, seperti ada yang hilang dirimu?" Tanya Meilita.


"Hah, gak kenapa-napa kog, ini fokus nonton" bohong Nico kepada Meilita.


Kali ini Nico tidak menceritakan ke Meilita masalah Nico alami dengan Fita yang saat ini membuatnya suka melamun sendiri memikirkan hal tersebut.


"Mei, nanti malam mau jalan enggak, kita ke mall yuk" kata Nico mengalihkan pembicaraan, agar Meilita tidak bertanya lainnya lagi soal dia yang seperti patah semangat memang.


"Mauuu!" Seru Meilita sambil memeluk lengan Nico.


"Kita shopping ya sayang, kemana kamu mau jalan, kita jalan ya!" Kata Nico, hal tersebut membuat Meilita tambah bersemangat.


"Serius Nic, aku mau makan di rumah makan dissert ya, lainnya nanti baru pikirkan lagi" jawab Meilita.


"Iya sayang" jawab Nico.


Ajakan Nico untuk jalan-jalan membuat Meilita sangat bahagia, dia merasakan saat ini dia dimanjakan oleh Nico.


"Aku pulang dulu ya sayang" kata Meilita setelah melihat jam ditangannya.


"Yuk, ku antar!" Kata Nico mau beranjak.


"Enggak usah Nic, biar aku pakai go-car aja ya, nanti jangan lupa jemput ya!" Kata Meilita.

__ADS_1


"Ya udah ok!" Jawab Nico.


Nico menemankan Meilita menunggu go-carnya sampai datang.


"Nic, mama perhatiin kamu nampaknya tidak bersemangat ya, mengapa?" Tanya mamanya Nico, setelah Meilita pergi.


"Ada hubungannya dengan Fita kah?" Tanya mamanya.


"Hmm, iya gitu lah ma!" Jawab Nico, sulit berbohong dari mamanya.


"Mengapa, ceritakan ke mama!"


"Fita meminta kami untuk tidak saling mengenal ma, padahal Nico hanya ingin bisa berteman saja, itu pun dilarang oleh mamanya!" Kata Nico.


"Mama sudah pernah bilangkan, kalau mama Fita tau kamu anaknya mama, kemungkinan kamu gak boleh berteman sama Fitakan, dan itu benar, Sonia masih belum ikhlas atas hal tersebut, walau kami ini sudah masing-masing berkeluarga dan mempunyai anak yang sudah besar-besar ini!" Kata mama Nico.


"Iya ma, Nico ya seperti rasanya kehilangan kuat ma, jauh dalam hati Nico enggak mau seperti ini sama Fita, awal berteman saja sudah Nico dekatin susah payah!" Jawab Nico.


"Kamu seriuskan sama Meilita?" Tanya mamanya.


"Hmm, belum kepikiran ma, masih jalanin aja" jawab Nico.


Nico merasa lebih lega setelah bercerita sama mamanya,


Nico sudah siap menjemput Meilita, sesampainya dirumah Meilita, Meilita segera pamit dengan orang tuanya dan segera menghampirin Nico, dia pun langsung duduk diboncengan dan langsung memeluk Nico dari belakang.


Tiba-tiba saja Nico sekilas mengingat tentang Fita, dia pun segera menepis pikiran tersebut. Setelah Meilita siap diboncengan mereka pun ke mall yang biasa mereka pergi.


Sesampainya diparkiran mall, Meilita terlihat kesulitan membuka helmnya, Nico segera membantunya, Meilita sangat senang dengan perlakuaan sederhana dari Nico.

__ADS_1


"Makasi sayang" kata Meilita.


Nico hanya memberikan senyuman terbaiknya ke kekasihnya ini.


Sambil berjalan menuju pintu masuk mall mereka berpapasan dengan dua orang wanita.


"Hai Nic, ketemu lagi" kata salah satunya.


"Hai Sis" jawab Nico, ternyata mereka berpapasan dengan Siska dan Fita, sedangkan Meilita hanya menampilkan senyum tercantiknya.


Fita hanya diam saja menoleh kekanan kiri, seperti mencari sesuatu, dan tidak menghiraukan kehadiran Nico dan Meilita.


"Benar-benar lo enggak kenal gue, Fit!" Dalam hati Nico berkata.


"Dimana ada elo, selalu ada ketemu gue" batin Nico.


"Yuk, Sis pulang kita, nanti kemalaman, gue kan mau antar lo pulang dulu" kata Fita.


"Ayok" jawab Siska.


"Duluan ya Nic, Meilita" kata Siska ke Nico.


"Hati-hati bawa motornya Fit!" Nico malah berkata ke Fita.


Fita hanya diam saja, tidak menjawab bahkan tersenyum kepada Nico pun tidak ada.


Nico sedih melihat Fita benar-benar membencinya, seakan Nico punya kesalahan besar.


Padahal dalam hati Fita, dia ingin menangis memperlakukan Nico begitu, dia tidak tega.

__ADS_1


"Sabar Fit" kata Fita dalam hatinya.


__ADS_2