Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
36- Berada Dikantor


__ADS_3

Pagi yang cerah untuk hari ini, dimana orang-orang harus bersemangat untuk mencari rejeki, bekerja.


Nico telah sampai dikantornya terlebih dahulu, Fita pun hampir saja dia telat untuk sampai dikantornya bekerja.


"Fita" panggil Nico dengan suara berat, tegasnya.


"Segera keruangan saya segera!" Kata Nico yang berada didepan ruangan Fita.


Fita pun langsung saja menuju ruangan Nico.


"Anda hari ini hampir terlambat, ingat jika terlambat anda akan mendapatkan hukuman dari saya!" Kata Nico.


"Baik Pak" jawab Fita menjadi takut dengan Nico.


Fita berpikir apa benar, itu Nico yang dia kenal, mengapa menjadi orang yang menyebalkan begitu baginya.


"Terlambat saja belum sudah mikirin mau hukum aku bagaimana!" Batin Fita.


"Menyebalkan" kata Fita secara pelan, tetapi masih terdengar oleh Nico ketika Fita ingin cepat-cepat meninggalkan Nico dan mau menuju keruangannya.


"Kamu bilang apa??" Tanya Nico.


"Tidak bilang apa-apa pak!" Jawab Fita sedikit gugup.


"Sekarang rapikan semua buku-buku saya ini!" Kata Ryan sambil menunjukan tumpukan buku yang banyak.

__ADS_1


Fita melihat ke arah yang ditunjuk Nico dengan telunjuknya.


"Ba-ik Pak?!" Jawab Fita.


Dalam hati Fita berpikir hal ini benar-benar sangat menyebalkan.


"Untung bos" kata Fita dalam hati.


Fita mengerjakan apa yang di suruh Nico hingga selesai, dia melihat Nico yang sedang serius memeriksa data-datanya ada, Nico saat ini berbeda, terlihat semakin dewasa bagi Fita.


"Mengapa melihat aku begitu, terpesona!" Kata Nico, yang tau jika Fita melihatnya terus.


"Mukamu ada sampah nempel tu!" Jawab Fita menunjuk ke wajah Nico.


Nico dengan cepat mengbersihkan sampah di wajahnya dengan kedua tangannya langsung diusap-usapnya, padahal tidak ada sampah diwajahnya, Fita hanya bercanda.


"Maaf Pak!" Jawab Fita.


"Sudah ya Pak, saya mau keluar, mau keruangan dulu!" Kata Fita lagi.


"Iya" jawab Nico.


Nico merasa senang dihatinya bisa bercanda dengan Fita saat ini melupakan yang telah lalu.


Diruangan Fita sibuk mengerjakan kerjaannya, tiba-tiba telepon diruangannya berbunyi "baru saja sibuk, sudah bunyi ini telepon" batin Fita.

__ADS_1


Tut! Tu! Tut!


Fita mengangkatnya dan teryata yang meneleponnya atasannya.


"Nanti siang, kita makan siang dikantin kantor, tidak ada penolakkan" to the point dari Nico. Dan langsung dia mematikan teleponnya.


"Kurang kerjaan" kata Fita berbicara sendiri.


Siangnya Fita pun menuruti keinginan Nico untuk makan siang bersama, Fita bersikap sesantai mungkin terhadap Nico.


"Fit, kalau sudah diluar jangan panggil aku Pak ya!" Kata Nico.


"Kenapa, kamu kan atasan aku!" Jawab Fita.


"Terasa tua!" Jawab Nico asal.


"Hahaha, ada-ada aja padahal enggak bah!" Jawab Fita.


"Iya janji ya jangan panggil Pak!" Kata Nico.


"Enggak janji!" Jawab Fita, dan langsung diam melanjutkan makannya.


Nico merasa geram dengan jawaban Fita tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka berada dikeramaian.


Setelah makan siang Fita segera meninggalkan Nico, beralasan ada kerjaan belum dikerjakan, Nico mengizinkannya, karena memang itu kewajiban Fita menyelesaikan tugasnya.

__ADS_1


Fita yang berada diruangannya pun sedang berpikir jika Nico lucu dengan permintaannya diluar jangan dipanggil Pak.


Tetapi Fita senang hari ini bersama Nico, dia merasa makin betah bekerja dikantor tersebut, bukan hanya karena sikap Nico, tetapi orang-orang dikantor sana juga baik terhadapnya.


__ADS_2